Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KOLOM

Ibu Kota Negara : Penjarahan Ruang Hidup dan Krisis yang Berlapis

Opini

Redaksi by Redaksi
March 12, 2022
Ibu Kota Negara : Penjarahan Ruang Hidup dan Krisis yang Berlapis

Salsabila, Jatam Kaltim

Share on FacebookShare on Twitter

Penulis: Salsabila, Jatam Kaltim

DIALEKTIS.CO – Mega proyek Ibu Kota Negara Baru merupakan puncak kejahatan oligarki yang disusun secara tergesah-gesah tanpa melibatkan Masyarakat disepanjang kampanyenya.

Perpindahan IKN akan menimbulkan berbagai macam krisis berlapis-lapis serta akan banyak yang mengalami penjarahan ruang hidup besar-besaran.

Agenda Mega Proyek IKN Baru ini akan mengakibatkan perampasan ruang hidup dan berbagai krisis yang akan teradi tentu hanya menguntungkan para Oligarki.

Awalnya pemerintah memutuskan 180.965 hektar yang akan dijadikan lahan IKN, namun belum genap  setahun keputusan diubah menjadi 256.332,49 hektar.

Keputusan yang diambil Jokowi dengan mengatakan wilayah IKN tersebut adalah lahan kosong. Jelas itu kebohongan besar faktanya ada ribuan jiwa yang tinggal dikawasan IKN Baru seperti Masyarakat Adat, Nelayan, Petani, Transmigarn, dan Perempuan.

Juga terdapat sejumlah kampung yang ada di Palu, Morowali, Sekerat, Maros, serta Hulu Sungai Kayan yang dieksploitasi habis habisan untuk memuluskan proyek IKN ini.

Pada tahun 1984 Masyarakat Adat Suku Balik yang berada di wilayah sepaku, memiliki trauma di masa lalu akibat terjadinya perampasan tanah ribuan hektar yang dilakukan oleh Orba, belum pulih trauma atas perampasan yang terjadi, kini mereka terancam digusur oleh proyek IKN yang mengakibatkan trauma berkepanjangan terhadap perampasan lahan dan ruang hidup Masyarakat Adat.

Pak Sibukdin merupakan Kepala Adat suku balik juga mengatakan “ada sekitar 60-70 keluarga dari suku ini  yang akan tersisihkan tidak akan mampu kami bertahan di tanah peninggalan orang tua tempat kami hidup dengan masyarakat adat yang hanya beberapa saja, sedangkan orang IKN perkiraanku kurang lebih ada 3 juta”.

Begitupun dengan Nasib para Transmigrasi yang tersebar di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartenegara khususnya di kecamatan Sepaku, Samboja, Muara Jawa dan Loa kulu.

Kondisi transmigran akan berpotensi mengalami ancaman seperti konflik lahan atau krisis sosial, ekologi dan budaya yang diakibatkan adanya gelombang perpindahan penduduk secara tiba-tiba dengan jumlah yang sangat besar.

Hingga Tahun 2024 pemerintah Jokowi merencanakan 7.687 Aparatur Sipil Negara yang akan di pindahkan ke kawasan IKN Baru.

Hadirnya Mega Proyek IKN menghadirkan sejumlah persoalan yang akan terjadi, Hari ini masyarakat di wilayah tersebut mengalami kesulitan air bersih, tidak ditemukan sungai besar dan air tanah disana.

Dalam kondisi normal warga kesulitan mendapatkan air apalagi dalam situasi kemarau dan melonjaknya penduduk tentu berpengaruh juga bagi perempuan yang memiliki berbagai beban ganda akan semakin meningkat.

Kawasan IKN Baru tidak 100% bebas dari bencana banjir hasil pantauan Jatam Kaltim dalam tahun 2020 terjadi 4 kali banjir besar dengan tinggi hingga mencapai dada orang dewasa, kampung  yang terendam akan menjadi wilayah inti dari IKN Baru.

Selain itu juga pernah terjadi kebakaran besar akibat meningkatnya suhu kawasan yang akan berpengaruh terhadap krisis iklim.

Begitupun dengan kondisi Nelayan yang dipaksa angkat kaki dari teluk Balikpapan, mereka tidak boleh lagi menangkap ikan di wilayah tersebut yang membuat mereka harus menjauh ke laut lepas, hal itu akan mengancam keselamatan mereka dan menambah beban biaya bahan bakar perahu.

Perempuan yang ikut serta dalam pengolahan hasil nelayan seperti membuat ikan asin atau terasi juga terancam kehilangan pekerjaan dan pendapatan utamanya, di tengah ketidaksetaraan dalam pengupahan, perempuan semakin tergeser dari ruang hidup nya dan terus terdomestifikasi, ramainya industri dan aktivitas lalu lintas kapal yang mengangkat material di wilayah IKN akan merusak ekosistem dan mematikan perekonomian warga yang terbangun.

Di Kalimantan Timur memiliki catatan buruk yaitu ada 40 korban jiwa yang mati di lubang tambang. Ada 94 lubang tambang yang akan diwariskan dan diambil alih oleh negara, namun kenyataannya rakyatlah yang menanggung beban tersebut.

Beberapa nama orang-orang yang akan diuntungkan oleh Mega proyek IKN, Hasyim Jojo Hadi Kusumo merupakan adik dari Prabowo subianto juga menjabat sebagai mentri pertahanan dikabinet Jokowi yang memiliki perusahaan bernama PT. ITCI Kartika Utama yang memproduksi pohon akasia sebagai bahan utama kertas juga memiliki Hak Pengelolaan Hutan (HPH) sebesar 173.000 hektare yang akan menjadi pusat IKN.

Hal ini akan membuat kesempatan tawar yang tinggi bagi Hasyim untuk IKN. Seperti Hasyim siap menanggung kesediaan air untuk IKN dengan waduk yang dimiliki perusahannya.

PT Tirta Adi Kencana, juga Sukanto Tanoto salah satu pemodal besar yang ada di Indonesia, yang tidak asing lagi ada Luhut Binsar Panjaitan yang menjabat sebagai menkomaripes, dan Reza Herwindo yang memiliki tambang di wilayah IKN, begitupun dengan Polri sendiri yang juga memiliki saham di sebuah perusahaan tambang batu bara bernama PT. Singlurus Pratama lokasi nya juga bertepatan berada di wilayah IKN.

Mega proyek ini tidak lebih dari taktik busuk oligarki untuk lari dari tanggung jawab pemulihan atau dalam kosa kata sebenarnya adalah pemutihan dosa, Pemerintah justruh melahirkan secara cepat UU IKN yang merupakan turunan dari UU Omnibuslaw disusun demi karpet merah penguasa hari ini dan sekutu-sekutunya.

Agenda penghacuran ini hanya demi keselamatan oligarki mereka mempreteli habis-habisan sejumlah regulasi seperti UU KPK, UU Minerba, bahkan RUU PKS yang sudah jelas kepentingannya untuk Masyarakat Adat, Buruh, Perempuan dan Kaum Mustad’afin lainnya.

Mega proyek oligarki harus dihentikan karena tidak menjawab persoalan yang ada di Indonesia terkhusus di Kalimantan justruh hanya akan menyisihkan hak-hak Masyarakat Adat, Trasmigran, Perempuan dan Masyarakat Sipil lainnya serta alihkan pembiayaan mega proyek ini demi kebutuhan dasar rakyat seperti kesehatan, pendidikan, dan segala kebutuhan rakyat lainnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
ShareTweet
Previous Post

3 Bulan Tanpa Jejak, Penguntil iPhone 7 di Expo Lang-lang Terlacak Usai Reset Icloud

Next Post

Kontroversi Lagi, Menag Yaqut: Lebel Halal MUI Tidak Berlaku Lagi

Related Posts

Demokrasi Tanpa Ilusi: Mengapa Koreksi Pilkada Langsung Justru Menyelamatkan Kedaulatan
KOLOM

Demokrasi Tanpa Ilusi: Mengapa Koreksi Pilkada Langsung Justru Menyelamatkan Kedaulatan

Udin Rizky, PRIMA Kaltim
KOLOM

Serakahnomic: Ideologi Perampokan Terorganisir atas Nama Pasar

Purbaya Minta DPR Ingatkan Pertamina Soal Janji Bangun Kilang Baru, Peluang Bontang?
KOLOM

Opini: Defisit Bukan Masalah, Ketakutan pada Defisitlah yang Bermasalah

Opini: Operasi 300 Menit, Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela
KOLOM

Opini: Operasi 300 Menit, Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela

Perkuat Soliditas, JMSI Lampung Gelar Upgrading Calon Pengurus
KOLOM

Perkuat Soliditas, JMSI Lampung Gelar Upgrading Calon Pengurus

Agus Jabo Tegaskan PRIMA Dukung Sikap Presiden, Korporasi Tak Boleh Kalahkan Negara
WARTA

Agus Jabo Tegaskan PRIMA Dukung Sikap Presiden, Korporasi Tak Boleh Kalahkan Negara

Next Post
Jelaskan Aturan Toa Masjid, Yaqut Gunakan Ilustrasi Gonggongan Anjing

Kontroversi Lagi, Menag Yaqut: Lebel Halal MUI Tidak Berlaku Lagi

Discussion about this post

Follow Us

dialektis-logo-1
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2022 DIALEKTIS.CO – Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

news-how-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

118000141

118000142

118000143

118000144

118000145

118000146

118000147

118000148

118000149

118000150

118000151

118000152

118000153

118000154

118000155

118000156

118000157

118000158

118000159

118000160

118000161

118000162

118000163

118000164

118000165

118000166

118000167

118000168

118000169

118000170

118000171

118000172

118000173

118000174

118000175

118000176

118000177

118000178

118000179

118000180

118000181

118000182

118000183

118000184

118000185

128000151

128000152

128000153

128000154

128000155

128000156

128000157

128000158

128000159

128000160

128000161

128000162

128000163

128000164

128000165

128000166

128000167

128000168

128000169

128000170

128000171

128000172

128000173

128000174

128000175

128000176

128000177

128000178

128000179

128000180

128000181

128000182

128000183

128000184

128000185

138000120

138000121

138000122

138000123

138000124

138000125

138000126

138000127

138000128

138000129

138000130

138000131

138000132

138000133

138000134

138000135

138000136

138000137

138000138

138000139

138000140

138000141

138000142

138000143

138000144

138000145

138000146

138000147

138000148

138000149

138000150

148000156

148000157

148000158

148000159

148000160

148000161

148000162

148000163

148000164

148000165

148000166

148000167

148000168

148000169

148000170

148000171

148000172

148000173

148000174

148000175

148000176

148000177

148000178

148000179

148000180

148000181

148000182

148000183

148000184

148000185

168000126

168000127

168000128

168000129

168000130

168000131

168000132

168000133

168000134

168000135

168000136

168000137

168000138

168000139

168000140

168000141

168000142

168000143

168000144

168000145

168000146

168000147

168000148

168000149

168000150

168000151

168000152

168000153

168000154

168000155

178000151

178000152

178000153

178000154

178000155

178000156

178000157

178000158

178000159

178000160

178000161

178000162

178000163

178000164

178000165

178000166

178000167

178000168

178000169

178000170

178000171

178000172

178000173

178000174

178000175

178000176

178000177

178000178

178000179

178000180

178000181

178000182

178000183

178000184

178000185

178000186

178000187

178000188

178000189

178000190

178000191

178000192

178000193

178000194

178000195

188000216

188000217

188000218

188000219

188000220

188000221

188000222

188000223

188000224

188000225

188000226

188000227

188000228

188000229

188000230

188000231

188000232

188000233

188000234

188000235

188000236

188000237

188000238

188000239

188000240

188000241

188000242

188000243

188000244

188000245

198000121

198000122

198000123

198000124

198000125

198000126

198000127

198000128

198000129

198000130

198000131

198000132

198000133

198000134

198000135

198000136

198000137

198000138

198000139

198000140

198000141

198000142

198000143

198000144

198000145

198000146

198000147

198000148

198000149

198000150

238000031

238000032

238000033

238000034

238000035

238000036

238000037

238000038

238000039

238000040

238000121

238000122

238000123

238000124

238000125

238000126

238000127

238000128

238000129

238000130

238000131

238000132

238000133

238000134

238000135

238000136

238000137

238000138

238000139

238000140

238000141

238000142

238000143

238000144

238000145

238000146

238000147

238000148

238000149

238000150

238000151

238000152

238000153

238000154

238000155

238000156

238000157

238000158

238000159

238000160

238000161

238000162

238000163

238000164

238000165

news-how-1701