Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KOLOM

Demokrasi Tanpa Ilusi: Mengapa Koreksi Pilkada Langsung Justru Menyelamatkan Kedaulatan

Opini

Redaksi by Redaksi
January 16, 2026
Demokrasi Tanpa Ilusi: Mengapa Koreksi Pilkada Langsung Justru Menyelamatkan Kedaulatan

Bin Bin Firman Tresnadi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Bin Bin Firman Tresnadi *

Dialektis.co – Upaya mempertahankan Pilkada langsung sering dibungkus dengan bahasa besar tentang kedaulatan rakyat. Namun ketika ditelusuri lebih dalam, argumen tersebut berdiri di atas satu asumsi keliru: bahwa pemilihan langsung identik dengan demokrasi, dan setiap koreksi atasnya adalah kemunduran.

Presiden Prabowo Subianto justru mengambil posisi sebaliknya—dan posisi itu berbasis pada realitas, bukan romantisme.

Presiden Prabowo secara konsisten mengingatkan bahwa demokrasi Indonesia sedang menghadapi bahaya serius, bukan karena kurangnya pemilihan, tetapi karena dominasi uang dalam politik. Ia menyatakan dengan sangat tegas:

“Demokrasi tidak boleh dikuasai oleh uang. Kalau yang berdaulat adalah pemilik modal, maka itu bukan demokrasi, itu penipuan atas nama rakyat.”

Pernyataan ini bukan slogan, melainkan diagnosis atas kondisi demokrasi elektoral Indonesia hari ini.

Fakta Empirik: Pilkada Langsung dan Ledakan Biaya Politik

Berbagai kajian menunjukkan bahwa biaya Pilkada langsung terus meningkat. Untuk maju sebagai kepala daerah tingkat provinsi atau kabupaten/kota besar, kandidat membutuhkan biaya puluhan hingga ratusan miliar rupiah, mencakup:

  • mahar politik kepada partai,
  • biaya logistik kampanye,
  • mobilisasi massa,
  • dan praktik politik uang.

Baca juga: Tak Ingin Pangkas Hak Rakyat, PDI Perjuangan Kaltim Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD

Akibatnya dapat dipetakan secara jelas:

  1. Hanya elite bermodal besar yang bisa maju,
  2. Kepala daerah terpilih memiliki utang politik kepada sponsor.
  3. Kebijakan publik cenderung menjadi alat pengembalian modal.

Dalam kerangka ini, pemilihan langsung bukan memperluas kedaulatan rakyat, tetapi menyaring kepemimpinan berdasarkan kapasitas finansial, bukan kapasitas ideologis atau keberpihakan sosial.

Inilah yang dimaksud Presiden Prabowo ketika berulang kali menegaskan bahwa demokrasi Indonesia tidak boleh berubah menjadi demokrasi kapital.

Data Korupsi Daerah: Konsekuensi Sistemik, Bukan Kebetulan

Sejak pilkada langsung pertama digelar 1 Juni 2005. Total hingga kini sudah 413 bos pemda dibui karena melakukan tindak pidana korupsi. Perinciannya yaitu: gubernur (39), wakil gubernur (7), bupati (233), wakil bupati (48), wali kota (71), dan wakil wali kota (15). Yang menarik lebih dari separuhnya bupati (56 persen).

Polanya konsisten:

  • korupsi perizinan,
  • pengadaan barang dan jasa,
  • jual-beli jabatan,
  • dan pengaturan proyek daerah.

Ini bukan semata soal moral individu, tetapi konsekuensi struktural dari sistem elektoral mahal. Kepala daerah yang lahir dari kompetisi berbiaya tinggi terdorong menggunakan kekuasaan sebagai instrumen akumulasi, bukan pelayanan publik.

Presiden Prabowo berulang kali menegaskan bahwa negara tidak akan pernah kuat jika pemimpin-pemimpinnya tersandera kepentingan modal. Dalam konteks ini, koreksi terhadap Pilkada langsung adalah langkah pencegahan sistemik, bukan pengingkaran demokrasi.

Musyawarah, Bukan Pasar Politik

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa demokrasi Indonesia bukan demokrasi liberal individualistik, melainkan demokrasi Pancasila yang berakar pada musyawarah. Ia menyatakan:

“Demokrasi kita bukan demokrasi liberal. Demokrasi kita adalah demokrasi Pancasila, demokrasi musyawarah, demokrasi gotong royong.”

Pemilihan kepala daerah oleh DPRD—sebagai lembaga perwakilan hasil pemilu—berada dalam logika ini. Ia memindahkan kontestasi dari pasar suara yang liar ke forum politik yang dapat diatur, diawasi, dan dimintai pertanggungjawaban.

Argumen bahwa mekanisme ini menyederhanakan kedaulatan rakyat gagal memahami satu hal mendasar: kedaulatan bukan terletak pada banyaknya bilik suara, tetapi pada siapa yang mengendalikan hasil politik.

Soal Generasi Z dan Legitimasi

Penolakan Generasi Z terhadap Pilkada DPRD sering diangkat sebagai bukti krisis legitimasi. Namun data yang sama menunjukkan hal lain: tingkat kepercayaan anak muda terhadap partai politik dan lembaga perwakilan sangat rendah, bahkan lebih rendah daripada ketidakpuasan terhadap Pilkada langsung itu sendiri.

Baca juga: Serakahnomic: Ideologi Perampokan Terorganisir atas Nama Pasar

Artinya, yang dipersoalkan Gen Z bukan sekadar mekanisme, tetapi ketiadaan keadilan dan transparansi dalam politik. Mempertahankan Pilkada langsung tanpa koreksi struktural justru mempertahankan sumber frustrasi itu.

Presiden Prabowo tidak menafikan suara rakyat, tetapi menolak penipuan atas nama suara rakyat. Demokrasi yang mahal, manipulatif, dan dikuasai modal pada akhirnya akan ditinggalkan generasi muda, betapapun seringnya mereka diajak mencoblos.

Mengoreksi Mekanisme untuk Menyelamatkan Demokrasi

Data biaya politik, pola korupsi daerah, dan dominasi modal menunjukkan satu kesimpulan tegas: Pilkada langsung telah menjadi instrumen liberalisme elektoral yang menggerus kedaulatan rakyat secara nyata. Dalam kondisi seperti ini, mempertahankannya atas nama prinsip justru memperpanjang krisis legitimasi.

Presiden Prabowo telah memberi garis ideologis yang jelas: demokrasi tidak boleh tunduk pada uang, dan negara tidak boleh disandera pasar politik. Pemilihan kepala daerah oleh DPRD—jika disertai transparansi dan kontrol publik—adalah koreksi rasional untuk memutus mata rantai politik uang, bukan langkah mundur.

Demokrasi Indonesia tidak membutuhkan lebih banyak romantisme prosedural. Ia membutuhkan keberanian untuk mengakui kegagalan mekanisme liberal dan memperbaikinya.

Dan di situlah, koreksi atas Pilkada langsung menemukan legitimasi sejatinya:
bukan pada bentuknya, tetapi pada kemampuannya menyelamatkan kedaulatan rakyat dari penipuan yang dilembagakan.

———

*Penulis Bin Bin Firman Tresnadi, Dewan Pembina Nalar Bangsa Institute

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Opini
ShareTweet
Previous Post

Gerakkan Ekonomi Lokal, Puluhan UMKM Catat Omzet Rp1 Miliar Lebih Selama Pupuk Kaltim Fest 2025

Next Post

Sita Barang Bukti 13 Gram Sabu, Dua Pria di Marangkayu Ditangkap Polisi  

Related Posts

Ratusan Anggota SP PLN Penuhi Kawasan PTUN Jakarta, Hadiri Sidang Gugatan RUPTL
WARTA

Ratusan Anggota SP PLN Penuhi Kawasan PTUN Jakarta, Hadiri Sidang Gugatan RUPTL

Editorial: Di Balik Topi Biru Menteri Hanif, Ada Pesan Tegas tentang Sampah dan Tanggung Jawab Bersama
KOLOM

Editorial: Di Balik Topi Biru Menteri Hanif, Ada Pesan Tegas tentang Sampah dan Tanggung Jawab Bersama

Ditanya Seberapa Penting Adipura Menteri Turun Langsung, Hanif Bawa-bawa Prabowo
WARTA

Ditanya Seberapa Penting Adipura Menteri Turun Langsung, Hanif Bawa-bawa Prabowo

Pengelolaan Sampah Rusunawa Loktuan Turut jadi Perhatian Menteri Lingkungan Hidup
WARTA

Pengelolaan Sampah Rusunawa Loktuan Turut jadi Perhatian Menteri Lingkungan Hidup

Menteri Lingkungan Hidup Senyum Lihat Petugas Pembersih Laut Bekerja di Selambai
WARTA

Menteri Lingkungan Hidup Senyum Lihat Petugas Pembersih Laut Bekerja di Selambai

Breaking News: Menteri LH Kunjungi Bontang, Verifikasi Kelayakan Raih Adipura 2026
WARTA

Breaking News: Menteri LH Kunjungi Bontang, Verifikasi Kelayakan Raih Adipura 2026

Next Post
Sita Barang Bukti 13 Gram Sabu, Dua Pria di Marangkayu Ditangkap Polisi  

Sita Barang Bukti 13 Gram Sabu, Dua Pria di Marangkayu Ditangkap Polisi  

Discussion about this post

Follow Us

dialektis-logo-1
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2022 DIALEKTIS.CO – Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

content-ciaa-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

178000401

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

content-ciaa-1701