Dialektis.co – Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam menilai sejumlah situs cagar budaya yang ada di wilayah Bontang Kuala dapat menjadi destinasi wisata unggulan jika dikelola secara optimal.
Menurutnya, selain suasana perkampungan atas laut yang khas. Kampung tua ini memiliki aset budaya dan kearifan lokal yang layak untuk terus ditonjolkan.
Politisi Golkar itu pun mendesak pemerintah kota untuk memberi perhatian serius dengan pengkajian sebagai upaya memperkuat karakter budaya kawasan tersebut.
“Dinas Kebudayaan, harus lebih intens lagi mengkaji terkait masalah kearifan lokal yang ada di Bontang Kuala,” ujarnya.
Rustam optimis, jika pengembangan kawasan dilakukan secara maksimal. Bontang Kuala akan mampu menarik minat wisatawan.
Kata dia, nantinya pemerintah dapat lebih fokus dalam mengarahkan program dan anggaran untuk pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan yang memiliki potensi besar bagi daerah.
“Saya memang dari dulu ingin ada perhatian yang lebih serius terhadap pengembangan sektor ini (pariwisata),” katanya.
Lebih lanjut Rustam mengakui selama ini dukungan anggaran untuk sektor pariwisata dan kebudayaan masih belum optimal.
Hal itu terjadi, lantaran sektor wisata dan budaya belum menjadi fokus utama dalam perencanaan pembangunan. Sehingga, alokasi dana tidak maksimal.
“Potensi yang asa sangat besar. Tinggal bagaimana, pemerintah mau tidak ini jadi prioritas,” tuturnya.
Terpisah, sebelumnya diwartakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang terus melakukan pendataan dan inventarisasi terhadap sejumlah situs dan bangunan bersejarah yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya di daerah tersebut.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Bontang, Muhammad Arfa, mengatakan saat ini terdapat tujuh objek cagar budaya yang menjadi perhatian pemerintah untuk dijaga dan dilestarikan keberadaannya.
Ketujuh cagar budaya tersebut meliputi Rumah Adat Lamin Dayak, Rumah Kapitan Arsad, bekas Kantor Camat, Masjid Tua Nurul Huda Guntung, Makam Paku Aji, Makam Tua Muslim BK, serta Masjid Tua Al-Wahhab.
Menurutnya, pendataan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga nilai sejarah dan budaya yang dimiliki Kota Bontang agar tetap dikenal oleh generasi mendatang. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post