Dialektis.co – Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi terus diperkuat di Kota Bontang. Hal ini ditandai dengan pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Teknologi Digital dalam Pembelajaran Mendalam yang digelar di SDN 001 Bontang Selatan, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Kalimantan Timur dan PGRI Kota Bontang, sebagai bentuk komitmen dalam mendorong peningkatan kompetensi guru di era digital.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparuddin, yang hadir membuka kegiatan secara resmi menyampaikan apresiasi atas inisiatif PGRI dalam menghadirkan program peningkatan kapasitas bagi tenaga pendidik.
Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari proses belajar mengajar yang lebih mendalam dan interaktif.
“Kami selaku Disdikbud sangat mendukung program yang dilaksanakan PGRI sebagai bentuk tanggung jawab organisasi dalam meningkatkan kemampuan anggotanya, khususnya dalam proses belajar mengajar,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan utama bagi guru dalam menghadapi perubahan pola pembelajaran saat ini.
Dengan pemanfaatan teknologi yang optimal, diharapkan proses pembelajaran dapat lebih efektif, menarik, serta mampu menggali potensi siswa secara maksimal.
Lebih lanjut, Saparuddin juga berharap para peserta Bimtek dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di lingkungan sekolah masing-masing.
Hal ini penting agar dampak dari pelatihan tidak hanya berhenti pada kegiatan, tetapi berlanjut pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.
Sementara itu, pelaksanaan Bimtek ini diikuti oleh para guru sekolah dasar yang antusias memperdalam pemahaman terkait penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran mendalam.
Materi yang diberikan mencakup strategi pembelajaran inovatif, pemanfaatan platform digital, hingga pendekatan yang mampu mendorong siswa berpikir kritis dan kreatif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru di Bontang semakin siap beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus mampu menciptakan suasana belajar yang lebih relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.
“Tidak bisa dipungkiri, saat ini sudah memasuki era digital. Jadi guru juga harus bisa menguasai teknologi,” tutupnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post