Dialektis.co – Mimpi SMPN 5 Bontang untuk adanya perbaikan jalan dan jembatan akses utama mereka mulai menemui titik terang.
Pertemuan Pemkot Bontang bersama PT Kaltim Industrial Estate (KIE) dan PT Kaltim Nusa Etika (KNE) selaku pemilik lahan pada Rabu (9/9/2026) mengerucut pada rencana hibah lahan.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menyatakan kepastian status dan legalitas lahan sangat penting agar pembangunan jembatan dapat dilakukan.
Kata dia, jika proses hibah dapat dituntaskan sesuai tahapan yang diperlukan, pembangunan diharapkan bisa masuk program pada 2027.
“Alhamdulillah, kami bersyukur mendapat respons yang positif. Mudah-mudahan apa yang menjadi kesepakatan hari ini benar-benar dapat direalisasikan,” ujarnya.
Terangnya, dalam pertemuan dengan PT KIE rencana hibah lahan telah mendapat respons positif dan akan diproses melalui mekanisme internal perusahaan.
Sementara bersama PT KNE, pemerintah masih melakukan pembahasan untuk memperoleh kepastian lahan yang diperlukan.
“Saya yakin KNE juga setuju, tapi memang ada mekanisme yang harus dilalui. Terlebih ini menyangkut hibah,” ungkapnya.
Agus Haris pun menegaskan pihaknya siap melanjutkan komunikasi apabila proses hibah membutuhkan persetujuan dari jajaran direksi ataupun pemegang saham perusahaan.
Sebelumnya, Kepala Sekolah SMPN 5 Bontang menyatakan jembatan sebagai akses utama menuju sekolah tersebut kondisinya cukup mengkhawatirkan.
“Ini sudah 21 tahun sejak dibangun belum ada perbaikan. Ini sangat penting untuk keselamatan,” ucapnya. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post