Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home WARTA

KPAI: Sepanjang 2025 Ada 1.052 Kasus Bullying, 16% Terjadi di Sekolah 26 Meniggal Dunia

Redaksi by Redaksi
November 23, 2025
Anak 12 Tahun di Bontang Barat jadi Korban Rudapaksa, Pelaku Ditangkap

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) baru saja merilis data yang cukup mencegangkan terkait kasus perundungan atau bullying. Tercatat, terdapat 1.052 kasus pelanggaran hak anak yang diterima sepanjang tahun 2025 berlangsung.

Mirisnya Komisioner KPAI Aris Adi Leksono mengungkap 16 persen atau 165 kasus justru terjadi di sekolah. Area yang idealnya menjadi tempat paling aman bagi anak.

Bagi Aris hal ini tidak boleh dianggap remeh. Terlebih 26 di antaranya menelan korban jiwa. Ada yang menggantung diri di sekolah, serta ada yang mengakhiri hidup di rumah sendiri.

“Sepertiga (kasus bunuh diri) terjadi di satuan pendidikan,” kata Aris dalam rapat koordinasi melalui zoom meeting, Sabtu (22/11/2025).

Terangya, tren ini masih terus meningkat. Dalam dua bulan terakhir saja ada enam peristiwa yang mengakibatkan anak-anak meninggal dunia.

Belum lagi kasus ekstrem seperti ledakan bom di SMAN 72 Jakarta Utara. Ratusan bahkan ribuan rangkaian peristiwa bunuh diri para remaja ini berakhir pada benang merah yang bernama “bullying”.

Maraknya kasus perundungan ini memberikan atensi kepada semua pihak. Mencari akar masalah, mempelajari pola peristiwa dan menakar mitigasi yang harus dijalankan.

Salah satunya adalah membentuk Satgas Daerah yang bisa melakukan pencegahan kekerasan di sekolah dengan cara kunjungan ke sekolah secara berkala.

Aris mengatakan, saat ini yang sering terjadi adalah mitigasi dilakukan saat peristiwa telah terjadi. Layanan konseling tidak hadir ketika korban terpuruk, tapi sering ramai ketika korban sudah berjatuhan.

Sebab itu, salah satu rekomendasi KPAI adalah memperkuat kembali satgas di daerah hingga tingkat satuan pendidikan.

Rapat tersebut berjalan dengan alot, termasuk ketika Aris mulai menyinggung platform digital sebagai salah satu penyebab bullying meluas secara cepat.

Dia meminta agar guru memberikan literasi digital kepada anak didiknya dan bisa tegas mengambil tindakan kepada anak-anak yang menyalahi penggunaan internet positif.

“Dalam prinsip perlindungan anak, ada prinsip apa yang disebut dengan kepentingan terbaik buat anak, jika gadget tanpa literasi yang kuat, malah membawa kemudaratan, maka sebenarnya mengancam kepentingan terbaik buat anak,” ucapnya. (*).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kabar Nasional
ShareTweet
Previous Post

Pajak Menekan, Media Sulit Bertahan

Next Post

Disdikbud Kutim Terapkan di SD dan SMP Dua Jam Mengaji Setiap Pekan

Related Posts

Pastikan Kondusif, Tim Patnal Lapas Bontang Gelar Investigasi
WARTA

Pastikan Kondusif, Tim Patnal Lapas Bontang Gelar Investigasi

Sulteng Digoyang Gempa 6,2 Magnitudo, Getaran Ikut Dirasakan Warga Bontang
WARTA

Sulteng Digoyang Gempa 6,2 Magnitudo, Getaran Ikut Dirasakan Warga Bontang

Dandim 0908/Bontang Hadiri Pengukuhan Paskibraka Kota Bontang Tahun 2026
WARTA

Dandim 0908/Bontang Hadiri Pengukuhan Paskibraka Kota Bontang Tahun 2026

HIV di Bontang Capai 441 Kasus, 2026: 43 kasus baru, 24 laki-laki & 19 perempuan
WARTA

HIV di Bontang Capai 441 Kasus, 2026: 43 kasus baru, 24 laki-laki & 19 perempuan

Viral Kematian Anak 6 Tahun Karena DBD, Dinkes Bontang Sebut Penyebab Komplikasi Penyakit Penyerta
WARTA

Viral Kematian Anak 6 Tahun Karena DBD, Dinkes Bontang Sebut Penyebab Komplikasi Penyakit Penyerta

Sabtu Pemeliharaan WTP Altra Bontang, 16.500 Pelanggan di Area Ini Terdampak
WARTA

Kemarau Datang, Warga Bontang Diimbau Bijak Gunakan Air Bersih

Next Post
Disdikbud Kutim Terapkan di SD dan SMP Dua Jam Mengaji Setiap Pekan

Disdikbud Kutim Terapkan di SD dan SMP Dua Jam Mengaji Setiap Pekan

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.