Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home RAGAM PARIWARA

Kondisi Otak Dipengaruhi Kebiasaan Membaca, Penjelasan Dokter Radiologi RSUD Bontang

Redaksi by Redaksi
October 20, 2024
Kondisi Otak Dipengaruhi Kebiasaan Membaca, Penjelasan Dokter Radiologi RSUD Bontang
Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co – Kondisi otak seseorang dapat sangat dipengaruhi oleh seberapa sering otak tersebut digunakan dalam aktivitas berpikir, seperti membaca. Proses pengerutan otak bisa terjadi baik pada usia tua maupun muda, tergantung pada kebiasaan penggunaannya.

Endang Sri Wulandari, Dokter Fungsional Spesialis Radiologi di RSUD Taman Husada Bontang, menjelaskan, otak yang jarang digunakan, terutama pada mereka yang kurang membaca, dapat mengalami proses pengerutan lebih cepat dibanding otak yang aktif.

“Otak yang jarang dipakai, misalnya jarang belajar atau membaca, akan lebih cepat mengkerut. Pada beberapa pasien muda yang saya temui, kondisi otaknya sudah seperti usia 65 tahun,” jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (18/10/2024).

Menurutnya, otak yang sering digunakan, terutama dalam kegiatan membaca atau berpikir aktif, memiliki tampilan yang lebih “penuh” dan tidak mudah mengalami pengerutan.

“Kalau otaknya masih penuh, artinya sering dipakai. Namun, kalau sudah mengkerut, itu bisa jadi karena otaknya jarang digunakan,” sebutnya.

Hal tersebut juga dapat diamati pada pasien-pasien usia lanjut. Endang menunjukkan perbedaan kondisi otak antara lansia yang tetap aktif membaca dan lansia yang tidak.

Pasien yang usianya 56 tahun bisa saja memiliki kondisi otak yang lebih baik dibandingkan dengan yang lebih muda tetapi jarang menggunakan otaknya. Ini sangat bergantung pada kebiasaan mereka selama hidup.

“Kalau jarang digunakan, otak cepat mengkerut, dan itu bisa mempengaruhi ingatan serta kemampuan berpikir seseorang,” jelasnya.

Pengerutan otak sendiri sering kali menjadi pertanda awal dari penurunan fungsi otak, seperti demensia atau penyakit Alzheimer.

Kata dia, kebiasaan membaca atau melakukan aktivitas yang merangsang otak dapat menunda atau bahkan mencegah terjadinya kondisi ini.

Pun Endang juga menambahkan, kondisi otak yang mengkerut bisa memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Jika otak sudah mulai mengkerut, kita akan lebih sulit mengingat sesuatu, bahkan bisa mudah lupa. Hal ini sering terjadi pada orang tua yang tidak aktif menggunakan otaknya,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan jika otak yang terus digunakan akan tetap fleksibel dan mampu beradaptasi dengan baik.

Sebaliknya, otak yang tidak aktif akan mengalami penurunan fungsi lebih cepat. Sama seperti otot, apabila otot sering digunakan, akan lebih fleksibel.

“Kalau jarang digunakan, akan kaku dan sulit berfungsi dengan baik,” ucapnya.

Efek dari otak yang tidak aktif bisa sangat signifikan, terutama bagi mereka yang masih muda.

Endang menekankan bahwa penting bagi generasi muda untuk terus mengasah kemampuan berpikirnya melalui kebiasaan membaca agar daya otak tetap optimal.

Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat, baik tua maupun muda, menjaga kebiasaan menggunakan otak dengan baik.

“Rajin membaca, berpikir, dan melakukan aktivitas yang merangsang otak sangat penting agar otak tetap sehat. Jangan biarkan otak kita mengkerut seperti lansia karena malas menggunakannya,” imbaunya.

Ia berharap, dengan memahami pentingnya kebiasaan membaca dan berpikir aktif, masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan otak sejak dini.

Aktivitas yang merangsang otak tidak hanya penting bagi lansia, tetapi juga bagi generasi muda yang ingin menjaga fungsi otaknya tetap optimal. (adv).

Penulis : Mira

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: RSUD Taman Husada
ShareTweet
Previous Post

Dapat Fasilitas, Bocicho Apresiasi Dukungan Disdikbud Bontang

Next Post

Puji Penampilan 2.300 Penari Jepen, Pjs Wali Kota Sebut Bontang Replika Nusantara

Related Posts

Laporan Palsu, Nelayan Asal Bonles Ternyata Lagi Sembunyi Hindari Tagihan Utang
WARTA

Laporan Palsu, Nelayan Asal Bonles Ternyata Lagi Sembunyi Hindari Tagihan Utang

Pupuk Kaltim Salurkan Rp858,7 Juta untuk Pengendalian Stunting di Kota Bontang
WARTA

Pupuk Kaltim Salurkan Rp858,7 Juta untuk Pengendalian Stunting di Kota Bontang

Soal Lampu PJU Nyaris Roboh, Lurah Bonles: Sudah Kordinasi ke Dishub, Segera Ditangani
WARTA

Soal Lampu PJU Nyaris Roboh, Lurah Bonles: Sudah Kordinasi ke Dishub, Segera Ditangani

Membahayakan! Tiang Lampu Jalan Dekat Puskemas Bontang Lestari Miring, Warga Harap Diperbaiki
WARTA

Membahayakan! Tiang Lampu Jalan Dekat Puskemas Bontang Lestari Miring, Warga Harap Diperbaiki

Pagi Ini Hadapi Samarinda di Laga DPRD Cup 2025, Bontang Incar Juara
WARTA

Sekwan Bontang Bantah Hambur Uang Rp3 Miliar Hanya untuk Beli 27 Unit Mikrofon

Polisi Tegaskan Isu Kenaikan Denda Tilang 150 Persen & Tilang Manual Menyeluruh Hoaks
WARTA

Polisi Tegaskan Isu Kenaikan Denda Tilang 150 Persen & Tilang Manual Menyeluruh Hoaks

Next Post
Puji Penampilan 2.300 Penari Jepen, Pjs Wali Kota Sebut Bontang Replika Nusantara

Puji Penampilan 2.300 Penari Jepen, Pjs Wali Kota Sebut Bontang Replika Nusantara

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.