Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KOLOM

Wartawan Papua Raih Penghargaan Jurnalisme

Redaksi by Redaksi
January 31, 2023
Wartawan Papua Raih Penghargaan Jurnalisme
Share on FacebookShare on Twitter

DIALEKTIS.CO, Jakarta – (31 Januari 2023) – Victor Mambor, seorang wartawan kelahiran Muara Enim, Sumatra, yang sering meliput diskriminasi terhadap orang asli Papua, dan memimpin Tabloid Jubi, sebuah web berita serta koran harian di Papua, meraih Penghargaan Oktovianus Pogau dari Yayasan Pantau, untuk keberanian dalam jurnalisme.

“Keputusan Victor Mambor buat pulang ke tanah kelahiran bapanya, dan membela hak orang asli Papua, lewat jurnalisme,serta tabah hadapi intimidasi demi intimidasi, membuat para juri sepakat bahwa dia sebuah keberanian dalam jurnalisme,” kata Andreas Harsono dari Yayasan Pantau.

Nama Victor Mambor belakangan sering disebut media sesudah sebuah bom diledakkan di luar rumahnya pada 23 Januari di Jayapura.

Mambor menduga intimidasi ini dilakukan sehubungan dengan liputan Jubi terhadap pembunuhan dan mutilasi empat orang asli Papua asal Nduga di Timika pada Oktober 2022.

Ada empat tentara —Pratu Rahmat Amin Sese, Pratu Risky Oktaf Muliawan, Pratu Robertus Putra Clinsman, dan Praka Pargo Rumbouw— yang didakwa lakukan “pembunuhan berencana,” kini diadili di Timika.

Victor Mambor lahir pada 1974, dari mama Rachmawati Saibuna, dan bapa John Simon Mambor, seorang penyair asal Pulau Biak, serta tokoh Presidium Dewan Papua, yang meninggal sebagai tahanan politik di Jakarta pada 2003 dalam usia 55 tahun.

Ketua Presidium Theys Eluay, rekan John Mambor, dibunuh sekelompok tentara Indonesia pada November 2004 di Sentani, Papua.

Victor Mambor besar di Muara Enim hingga lulus SMAN1. Pada 1992, dia pindah ke Bandung, kuliah belakangan bekerja sebagai wartawan harian Pikiran Rakyat.

Di Bandung, dia mendapatkan mentor Suyatna Anirun, seorang aktor dan sutradara dari Studi Klub Teater Bandung.

Pada 2004, sesudah bapanya meninggal, Victor Mambor muda memutuskan bekerja sebagai wartawan di Jayapura. Dia diangkat sebagai redaktur Jubi, belakangan jadi pemimpin umum, mengembangkannya ke medium televisi dan memakai drone.

Dalam blognya, Victor Mambor menaruh berbagai naskah penting yang dibuat atau diterjemahkannya antara 2005 dan 2017 termasuk soal penculikan terhadap anak-anak Papua guna dibawa ke Pulau Jawa maupun kritiknya terhadap perspektif wartawan Jakarta, yang hanya bicara soal nasionalisme Indonesia terhadap Papua.

Pada Mei 2015, Victor Mambor wawancara Presiden Joko Widodo di Merauke, soal pembatasan terhadap wartawan asing buat masuk ke Papua sejak 1967.

Jokowi menjawab bahwa semua wartawan asing bebas masuk ke Papua tanpa pembatasan. Ironisnya, sampai hari ini, pernyataan Presiden Jokowi belum jadi kenyataan. Wartawan asing masih dibatasi buat masuk ke kawasan Papua.

Pada 2019, bersama beberapa wartawan di negara-negara kepulauan Pasifik, dia mendirikan Melanesia Media Freedom Forum.

Mambor juga meningkatkan liputan terhadap Jubi wilayah Pasifik, sesuatu yang natural buat media Papua, serta bekerja sama dengan berbagai media macam Radio New Zealand, Solomon Star, Vanuatu Daily, Melanesia News, Fiji Times, Islands Business, Cook Islands News, Post Courier, dan Marshall Islands Journal.

Victor Mambor merupakan salah satu dari tiga produser video investigasi berjudul “Selling Out West Papua” yang disiarkan oleh stasiun televisi Al Jazeera pada Juni 2020.

Ia kolaborasi bersama Mongabay, The Gecko Project dan Korea Centre for Investigative Journalism.

Isinya, soal bagaimana sebuah perusahaan Korea Selatan, namanya Korindo, merampas lahan dan merusak hutan Papua. Ia dapat penghargaan Wincott Award for Video Journalism.

Pada 21 Mei 2021, Mambor diintimidasi. Kaca mobilnya dipecah, pintu dicoret-coret dengan cat semprot, saat parkir malam depan rumahnya di Jayapura. Polisi sampai saat ini belum menemukan pelaku vandalisme ini.

Pada September 2021, António Guterres, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa, mengeluarkan laporan tahunan soal kerja sama internasional dalam bidang hak asasi manusia.

Guterres menyebut Victor Mambor sebagai satu dari lima pembela hak asasi manusia yang sering mengalami intimidasi, pelecehan dan ancaman dalam meliput provinsi Papua dan Papua Barat.

Yayasan Pantau menyerukan kepolisian Indonesia, terutama di Papua, buat menjaga keselamatan Victor Mambor, dan mencari orang-orang yang merusak mobilnya maupun meletakkan bom depan rumahnya.

Sebagai orang dengan mama Palembang, bapa Papua, Mambor berada pada dua posisi, Indonesia maupun Papua, buat melihat pelanggaran hak asasi dan perusakan lingkungan hidup di Papua.

Mambor sering mengutip ucapan bapanya, “Berbanggalah kalian sebagai orang Papua yang tidak pernah mengemis di atas tanahnya yang kaya raya.”

Di Papua, Victor Mambor juga sering dituduh tak membela para pendatang, warga Indonesia dari luar Papua, yang mendatangi Papua sejak 1960an.

Mambor pernah menulis di Facebook, “Ibu saya orang Sumatera, istri saya orang Sumatera, di tempat kerja saya lebih banyak yang bukan OAP (Orang Asli Papua) daripada OAP. Kami kerja dengan rukun, tidak ada perlakuan yang berbeda. Apakah saya rasis dan diskriminatif ketika saya bersikap terus terang untuk memperjuangkan hak-hak Orang Asli Papua?”

Victor Mambor tentu saja mengenal almarhum Oktovianus Pogau. Ketika Pogau meninggal pada 31 Januari 2016, Mambor menulis, “Oktovianus Pogau bukan sekadar teman dan adik buat saya.

Dia adalah tandem sekaligus rival buat saya. Dia adalah ‘otak kiri’ saya dalam dunia jurnalistik. Dia adalah ‘separuh jiwa’ saya dalam dunia jurnalistik. Dia tak ada bandingnya.

Dia tak ada tandingnya. Dia membuka lebar mata banyak orang tentang apa yang sebenarnya terjadi di Papua. Dia pantas dikenang sebagai pejuang pembebasan, karena dia adalah legenda.”

Andreas Harsono mengatakan, “Victor Mambor bukan saja mengenal dekat Oktovianus Pogau, namun ikut mendukung dan meneruskan cita-cita Pogau soal tanggungjawab wartawan –wartawan asli Papua, wartawan Indonesia maupun wartawan internasional– seharusnya berani memberitakan apa yang terjadi di Papua.”

Tentang Penghargaan Pogau

Nama Oktovianus Pogau, diambil dari nama seorang wartawan-cum-aktivis Papua, lahir di Sugapa, pada 5 Agustus 1992. Pogau meninggal usia 23 tahun di Jayapura. Penghargaan ini diberikan setiap tahun guna mengenang keberanian Pogau.

Pada Oktober 2011, Pogau melaporkan kekerasan terhadap ratusan orang asli Papua ketika berlangsung Kongres Papua III di Jayapura. Dia merekam suara tembakan.

Tiga orang Papua meninggal dan lima dipenjara dengan vonis makar. Tak ada satu pun aparat Indonesia diperiksa dan dihukum.

Kegelisahan karena tak banyak media Indonesia memberitakan pelanggaran tersebut mendorong Pogau bikin Suara Papua pada 10 Desember 2011.

Pogau juga dipukuli polisi ketika meliput demonstrasi di Manokwari pada Oktober 2012. Pogau juga menulis pembatasan wartawan internasional meliput di Papua Barat sejak 1965.

Dia juga protes pembatasan pada wartawan Papua maupun digunakannya pekerjaan wartawan buat kegiatan mata-mata.

Pogau seorang penulis sekaligus aktivis yang menggunakan kata-kata untuk berdiskusi dan mengasah gagasan-gagasan politiknya.

Pilihan ini sering membuat Pogau menghadapi masalah. Dia bersimpati kepada Komite Nasional Papua Barat, organisasi pemuda Papua, yang menggugat penguasaan Indonesia terhadap Papua Barat.

Dia pernah menjadi anggota organisasi ini –ketika kuliah di Universitas Kristen Indonesia di Jakarta– namun sadar bahwa dia harus menjaga independensi.

Pogau juga sering menulis pembatasan wartawan internasional meliput di Papua Barat dan bantu menerjemahkan laporan Human Rights Watch pada 2015, “Sesuatu Yang Disembunyikan: Pembatasan Indonesia terhadap Kebebasan Media dan Pemantauan Hak Asasi Manusia di Papua.”

Dia juga protes pembatasan pada wartawan Papua maupun digunakannya pekerjaan wartawan buat kegiatan mata-mata.

Ia secara tak langsung membuat Presiden Joko Widodo pada Mei 2015 minta birokrasi Indonesia hentikan pembatasan wartawan asing meliput Papua Barat. Sayangnya, perintah Jokowi belum dipenuhi total.

Keberanian dalam jurnalisme serta keberpihakan pada orang yang dilanggar hak mereka membuat Yayasan Pantau menilai Oktovianus Pogau sebagai model bagi wartawan Indonesia yang berani dalam meliput pelanggaran hak asasi manusia maupun pengrusakan lingkungan hidup. Penghargaan ini diberikan setiap tahun sejak Januari 2017.

Juri Penghargaan Pogau terdiri dari Harsono (Jakarta), Alexander Mering (Pontianak, Bogor), Coen Husain Pontoh (New York, Bolaang Mongondow), Made Ali (Pekanbaru), and Yuliana Lantipo (Jayapura). (*)

Print Friendly, PDF & Email
ShareTweet
Previous Post

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon PKD Kecamatan Bontang Utara

Next Post

Latih Kesigapan Karyawan Tangani Kebakaran, Pupuk Kaltim Gelar Fire and Rescue Competition

Related Posts

Demokrasi Tanpa Ilusi: Mengapa Koreksi Pilkada Langsung Justru Menyelamatkan Kedaulatan
KOLOM

Demokrasi Tanpa Ilusi: Mengapa Koreksi Pilkada Langsung Justru Menyelamatkan Kedaulatan

Udin Rizky, PRIMA Kaltim
KOLOM

Serakahnomic: Ideologi Perampokan Terorganisir atas Nama Pasar

Purbaya Minta DPR Ingatkan Pertamina Soal Janji Bangun Kilang Baru, Peluang Bontang?
KOLOM

Opini: Defisit Bukan Masalah, Ketakutan pada Defisitlah yang Bermasalah

Opini: Operasi 300 Menit, Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela
KOLOM

Opini: Operasi 300 Menit, Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela

Perkuat Soliditas, JMSI Lampung Gelar Upgrading Calon Pengurus
KOLOM

Perkuat Soliditas, JMSI Lampung Gelar Upgrading Calon Pengurus

Agus Jabo Tegaskan PRIMA Dukung Sikap Presiden, Korporasi Tak Boleh Kalahkan Negara
WARTA

Agus Jabo Tegaskan PRIMA Dukung Sikap Presiden, Korporasi Tak Boleh Kalahkan Negara

Next Post
Latih Kesigapan Karyawan Tangani Kebakaran, Pupuk Kaltim Gelar Fire and Rescue Competition

Latih Kesigapan Karyawan Tangani Kebakaran, Pupuk Kaltim Gelar Fire and Rescue Competition

Discussion about this post

Follow Us

dialektis-logo-1
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2022 DIALEKTIS.CO – Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

maujp

maujp

maujp

maujp

MAUJP

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

Situs Agen Togel

MAUJP

sv388

maujp

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

118000126

118000127

118000128

118000129

118000130

118000131

118000132

118000133

118000134

118000135

118000136

118000137

118000138

118000139

118000140

118000141

118000142

118000143

118000144

118000145

118000146

118000147

118000148

118000149

118000150

118000151

118000152

118000153

118000154

118000155

118000156

118000157

118000158

118000159

118000160

118000161

118000162

118000163

118000164

118000165

118000166

118000167

118000168

118000169

118000170

128000136

128000137

128000138

128000139

128000140

128000141

128000142

128000143

128000144

128000145

128000146

128000147

128000148

128000149

128000150

128000151

128000152

128000153

128000154

128000155

128000156

128000157

128000158

128000159

128000160

128000161

128000162

128000163

128000164

128000165

128000166

128000167

128000168

128000169

128000170

128000171

128000172

128000173

128000174

128000175

138000111

138000112

138000113

138000114

138000115

138000116

138000117

138000118

138000119

138000120

138000121

138000122

138000123

138000124

138000125

138000126

138000127

138000128

138000129

138000130

138000131

138000132

138000133

138000134

138000135

138000136

138000137

138000138

138000139

138000140

148000146

148000147

148000148

148000149

148000150

148000151

148000152

148000153

148000154

148000155

148000156

148000157

148000158

148000159

148000160

148000161

148000162

148000163

148000164

148000165

148000166

148000167

148000168

148000169

148000170

148000171

148000172

148000173

148000174

148000175

168000116

168000117

168000118

168000119

168000120

168000121

168000122

168000123

168000124

168000125

168000126

168000127

168000128

168000129

168000130

168000131

168000132

168000133

168000134

168000135

168000136

168000137

168000138

168000139

168000140

168000141

168000142

168000143

168000144

168000145

178000136

178000137

178000138

178000139

178000140

178000141

178000142

178000143

178000144

178000145

178000146

178000147

178000148

178000149

178000150

178000151

178000152

178000153

178000154

178000155

178000156

178000157

178000158

178000159

178000160

178000161

178000162

178000163

178000164

178000165

178000166

178000167

178000168

178000169

178000170

178000171

178000172

178000173

178000174

178000175

178000176

178000177

178000178

178000179

178000180

188000206

188000207

188000208

188000209

188000210

188000211

188000212

188000213

188000214

188000215

188000216

188000217

188000218

188000219

188000220

188000221

188000222

188000223

188000224

188000225

188000226

188000227

188000228

188000229

188000230

188000231

188000232

188000233

188000234

188000235

198000111

198000112

198000113

198000114

198000115

198000116

198000117

198000118

198000119

198000120

198000121

198000122

198000123

198000124

198000125

198000126

198000127

198000128

198000129

198000130

198000131

198000132

198000133

198000134

198000135

198000136

198000137

198000138

198000139

198000140

238000106

238000107

238000108

238000109

238000110

238000111

238000112

238000113

238000114

238000115

238000116

238000117

238000118

238000119

238000120

238000121

238000122

238000123

238000124

238000125

238000126

238000127

238000128

238000129

238000130

238000131

238000132

238000133

238000134

238000135

238000136

238000137

238000138

238000139

238000140

238000141

238000142

238000143

238000144

238000145

238000146

238000147

238000148

238000149

238000150

news-1701