Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home WARTA

Sekjen LMND Kritik Narasi BEM UGM, Jangan Politisasi Kasus Penderitaan Anak

Redaksi by Redaksi
February 7, 2026
Sekjen LMND Kritik Narasi BEM UGM, Jangan Politisasi Kasus Penderitaan Anak

Sekretaris Jenderal LMND, Julfikar Hasan (Foto/Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co – Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN LMND) ikut menanggapi surat terbuka Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) yang dikirimkan ke UNICEF terkait tragedi kemanusiaan yang menimpa seorang anak di Nusa Tenggara Timur (NTT).

‎LMND menilai tragedi tersebut tidak boleh dipolitisasi dengan narasi yang menyimpulkan seolah-olah kebijakan pendidikan nasional gagal total dan negara abai terhadap hak anak.

‎Sekretaris Jenderal LMND, Julfikar Hasan, menyatakan pihaknya memiliki sikap yang sama dalam mengecam tragedi kemanusiaan tersebut.

Namun, menurutnya, menyalahkan kebijakan nasional secara langsung tanpa melihat data dan konteks justru menyesatkan publik.

‎“Ini tragedi kemanusiaan yang tidak boleh terulang. Tapi jangan menjadikan penderitaan anak sebagai alat politik dengan narasi bahwa negara tidak peduli pendidikan. Itu tidak sesuai dengan data,” kata Julfikar dalam pernyata resmiya, Sabtu (7/2/2026).

‎Julfikar memaparkan, berdasarkan APBN 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp 757,8 triliun atau sekitar 20 persen dari total belanja negara, sesuai amanat UUD 1945.

‎Anggaran tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah dan dialokasikan untuk Dana BOS, Program Indonesia Pintar (PIP), KIP Kuliah, tunjangan dan peningkatan kualitas guru, serta dukungan pendidikan bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

‎“Kalau melihat angka APBN, jelas pendidikan ditempatkan sebagai investasi masa depan bangsa. Persoalan yang harus dikritisi adalah implementasi dan pengawasan di daerah, bukan menyederhanakan masalah dengan menyalahkan kebijakan nasional,” ujarnya.

‎LMND juga menilai tragedi di NTT harus dijawab dengan solusi konkret agar tidak terulang. Salah satunya melalui penguatan konsep Sekolah Rakyat sebagai sistem pendidikan yang benar-benar menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan wilayah terpencil.

‎Sekolah Rakyat dinilai perlu mencakup pendidikan gratis dan inklusif, penyediaan perlengkapan sekolah oleh negara, sekolah berbasis komunitas dan asrama di wilayah ekstrem, serta integrasi pendidikan dengan perlindungan sosial, gizi, dan kesehatan anak.

‎“Sekolah Rakyat adalah bentuk kehadiran negara secara nyata. Tidak boleh ada lagi anak kehilangan masa depan hanya karena kemiskinan dan keterbatasan wilayah,” tegasnya.

LMND juga mendorong UNICEF untuk berperan secara konstruktif, terutama dalam mendampingi implementasi kebijakan pendidikan di daerah 3T serta mengawasi distribusi bantuan pendidikan agar tepat sasaran.

‎Menurut LMND, tragedi kemanusiaan harus menjadi momentum evaluasi bersama, bukan ajang saling menyalahkan yang justru mengaburkan jalan keluar.

‎“Kritik harus berbasis data dan solusi. Negara sedang berbenah, dan itu perlu dikawal secara kritis dan bertanggung jawab,” imbuhnya.

‎Ia menambahkan, apa yang dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hari ini patut untuk diapresiasi dan didukung bersama. Tantangan utama justru terletak pada implementasi kebijakan di lapangan yang harus terus diawasi secara kritis oleh seluruh elemen masyarakat.

‎Negara kita adalah negara gotong royong. Karena itu, keberhasilan kebijakan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga perlu dikawal bersama agar benar-benar dirasakan rakyat. (*).

‎Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kabar Nasional
ShareTweet
Previous Post

HUT ke-18 Gerindra di Bontang, AH Tegaskan Kader Tidak Boleh Berjarak dengan Rakyat

Next Post

Breaking News: Menteri LH Kunjungi Bontang, Verifikasi Kelayakan Raih Adipura 2026

Related Posts

Malam Ini Car Free Night di MT Haryono Bontang, Jam 17.00 – 23.00 Jalan Ditutup
EKBIS

Malam Ini Car Free Night di MT Haryono Bontang, Jam 17.00 – 23.00 Jalan Ditutup

PKT Cup 2026 Resmi Dimulai, 15 Kelurahan Berebut Juara
WARTA

PKT Cup 2026 Resmi Dimulai, 15 Kelurahan Berebut Juara

Event yang Ditunggu, Opening Ceremony PKT Cup Sepak Bola 2026 Digeler Malam Nanti
OLAHRAGA

Event yang Ditunggu, Opening Ceremony PKT Cup Sepak Bola 2026 Digeler Malam Nanti

Sony Suwito Resmi Dilantik jadi Sekda Kota Bontang
WARTA

Sony Suwito Resmi Dilantik jadi Sekda Kota Bontang

Dukung Layanan Kesehatan Masyarakat, Pupuk Kaltim Hibahkan Satu Unit Mini ICU ke Kodam VI/Mulawarman
EKBIS

Dukung Layanan Kesehatan Masyarakat, Pupuk Kaltim Hibahkan Satu Unit Mini ICU ke Kodam VI/Mulawarman

Polsek Bontang Utara Periksa Terduga Pencabulan Anak, Modus Bertamu
WARTA

Polsek Bontang Utara Periksa Terduga Pencabulan Anak, Modus Bertamu

Next Post
Breaking News: Menteri LH Kunjungi Bontang, Verifikasi Kelayakan Raih Adipura 2026

Breaking News: Menteri LH Kunjungi Bontang, Verifikasi Kelayakan Raih Adipura 2026

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.