Dialektis.co – TK YPK turut ambil bagian dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kesehatan Anak yang digelar Puskesmas Bontang Barat bersama guru PAUD dan TK se-Kecamatan Bontang Barat, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari inovasi Catin Andini atau Catat dan Timbang Anak Usia Dini yang difokuskan pada deteksi dini tumbuh kembang anak pra-sekolah.
Program yang telah berjalan sejak 2024 itu dinilai memberi dampak positif bagi sekolah.
Koordinator Kesiswaan sekaligus guru kelas TK YPK, Isye Supriati, mengatakan kegiatan skrining tumbuh kembang tersebut sebenarnya telah lama rutin dilakukan oleh puskesmas.
Dalam setahun, pemeriksaan dilaksanakan dua kali, yakni setiap Februari dan Agustus.
Menurutnya, program itu sangat membantu sekolah dalam melihat perkembangan anak selama mengikuti pembelajaran di kelas.
Tidak hanya kemampuan akademik dasar, tetapi juga perilaku, karakter, hingga kemampuan sosial anak dapat dipantau melalui proses skrining tersebut.
“Ini bagus sekali untuk melihat tumbuh kembang anak selama proses pembelajaran. Kemudian perilakunya dan karakternya. Guru juga bisa mengetahui perkembangan anak sejauh mana. Lalu bisa berkolaborasi dengan orang tua,” ujarnya.
Isye menjelaskan, melalui program tersebut pihak sekolah pernah menemukan salah satu murid yang mengalami kesulitan fokus saat belajar.
Awalnya anak tersebut terlihat kurang bersemangat di kelas, mudah mengantuk, dan sulit berkonsentrasi mengikuti pembelajaran. Setelah dilakukan skrining oleh tim kesehatan, anak tersebut kemudian mendapat rujukan untuk observasi lanjutan.
Guru bersama orang tua diminta ikut melakukan pemantauan berdasarkan indikator yang telah diberikan tenaga kesehatan dan dokter tumbuh kembang.
“Dari hasil observasi memang anaknya kurang fokus. Setelah itu orang tua mengubah pola di rumah dan sekolah juga melakukan pendampingan sesuai arahan. Alhamdulillah sekarang anaknya mulai lebih fokus,” katanya.
Ia mengungkapkan, perubahan perilaku anak mulai terlihat secara bertahap setelah adanya kolaborasi antara sekolah dan keluarga.
Anak yang sebelumnya sulit berkonsentrasi kini mulai menunjukkan tanggung jawab dalam belajar dan lebih aktif mengikuti kegiatan di kelas.
Menurutnya, komunikasi dengan orang tua juga terus dilakukan untuk memastikan perkembangan anak dapat dipantau bersama.
Setiap kemajuan kecil yang ditunjukkan siswa selalu dilaporkan kepada wali murid agar pendampingan di rumah dapat berjalan sejalan dengan pembelajaran di sekolah.
“Kalau ada perkembangan, misalnya sudah bisa mewarnai dengan rapi, langsung kami foto dan sampaikan ke orang tua. Orang tua juga sangat antusias mengikuti perkembangan anak,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Bontang Barat, Muhammad Irzal Wijaya, sebelumnya menjelaskan bahwa inovasi Catin Andini dibuat untuk memperkuat deteksi dini tumbuh kembang anak usia dini melalui keterlibatan aktif guru PAUD dan TK.
Menurutnya, guru memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan anak setiap hari. Karena itu, guru dilatih melakukan deteksi awal terhadap kemungkinan keterlambatan perkembangan, baik dari aspek fisik, perilaku, maupun kemampuan dasar anak.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempercepat intervensi apabila ditemukan anak dengan indikasi gangguan tumbuh kembang.
Dengan deteksi yang lebih cepat, penanganan dan pendampingan dapat segera dilakukan sehingga perkembangan anak tetap dapat dioptimalkan sejak usia dini. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post