Dialektis.co – Kepala SDN 008 Bontang Utara, Masitah optimis sekolah yang dia pimpin akan mampu mempertahankan status Adiwiyata Mandiri.
Pasalnya, secara kolektif upaya konsisten pengelolaan lingkungan sekolah terus terjaga.
“Kalau tidak mampu mempertahankan, bisa kembali nol lagi. Jadi, tidak boleh lengah atau santai. Karena itu kami terus memperkuat persiapan,” ujarnya kepada wartawan.
Salah satu upaya yang tengah dilakukan, yakni menyiapkan sekitar 700 tanaman. Kata dia, hal ini sebagai penguatan ekosistem hijau, serta menjaga indikator Adiwiyata Mandiri.
Tak main-main, tanaman yang dipelihara merupakan jenis yang memiliki nilai konservasi tinggi.
Diantaranya, mahoni, pala, langsat, duku, rambutan, kelengkeng, jeruk, belimbing, mangga, sawo, melinjo, kopi, kakao, hingga pohon asli Kalimantan jenis ulin.
“Semua saya punya koleksi tanaman. Bahkan ulin juga ada, yang tidak semua sekolah punya. Itu juga menjadi perhatian saat penilaian,” sebutnya.
Menariknya, Masitah menyebut program lingkungan sekolah ini turut melibatkan partisipasi aktif seluruh warga sekolah, termasuk siswa, dan orang tua murid.
Sekolah ini juga memiliki program, setiap guru diwajibkan memiliki dan menanam satu pot tanaman berbeda. Hal ini, menambah keragaman vegetasi di lingkungan sekolah.
Dengan jumlah 36 guru. Sekolah sedikitnya memiliki 36 jenis tanaman tambahan, dari partisipasi tenaga pendidik.
Lebih jauh, Masitah menyebut selain menjaga status Adiwiyata Mandiri. SDN 008 Bontang Utara kini juga mulai menatap peluang menuju Adiwiyata tingkat ASEAN.
“Mandiri itu sudah di atas nasional. Sekarang yang utama bagaimana mempertahankan. Karena itu yang paling penting,” tutupnya.
Sebagai informasi, Adiwiyata Mandiri adalah salah satu capaian tertinggi dalam program sekolah berbudaya lingkungan. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post