Dialektis.co – Pengerjaan proyek reaktivasi Train F milik PT Badak NGL disambut optimis Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, dengan mengingatkan untuk mengoptimalkan penerimaan tenaga kerja lokal.
Terlebih proyek yang ditargetkan akan mulai beroprasi optimal pada awal 2027 itu diproyeksi akan menyerap 500 orang dalam masa konstruksi.
“Saya minta optimal menyerap tenaga kerja lokal. Kita punya banyak sumberdaya,” ujar Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dalam rapat koordinasi bersama PT Badak NGL, Senin (26/10/2026).
Menurut Neni, perusahaan perlu memastikan warga Bontang memperoleh kesempatan kerja sesuai kebutuhan dan kualifikasi yang ditetapkan. Hal itu juga sesuai dengan regulasi daerah.
Senada, Kepala Disnaker Bontang Asdar Ibrahim menegaskan mekanisme perekrutan dinilai menjadi hal penting yang perlu dipersiapkan sejak awal, dengan tetap mempertimbangkan kualifikasi dan ketentuan yang berlaku.
Sementara, Section Head Project Reactivation Train F Badak LNG, Vicky Indrafusa menyebut perekrutan pekerja akan dilakukan secara bertahap mengikuti perkembangan proyek.
Menariknya, dari ratusan pekerja yang dibutuhkan tersebut. Vicky mengungkap terdapat pula tenaga kerja organik atau karyawan tetap dengan persyaratan pendidikan minimal Diploma III (D3) bidang teknik.
Ditambahkan Manager Learning & Development Badak LNG, Sekar Arum Sari Nastiti proses perekrutan pekerja proyek Train F kemungkinan dibagi menjadi tiga tahap sepanjang 2027.
Setiap tahap diperkirakan membutuhkan ratusan pekerja. Skema tersebut disiapkan agar pemenuhan tenaga kerja menyesuaikan tahapan pelaksanaan proyek.
“Proses rekrutmen kemungkinan dibagi menjadi tiga tahap pada 2027. Dalam satu tahap, jumlah pekerja yang dibutuhkan diperkirakan mencapai sekitar ratusan orang,” pungkasnya. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post