Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home WARTA

Puluhan Ayam Kampung di Loktuan Mati Mendadak, Warga Khawatir Wabah Berbahaya

Redaksi by Redaksi
July 24, 2024
Puluhan Ayam Kampung di Loktuan Mati Mendadak, Warga Khawatir Wabah Berbahaya

Ayam Kampung Mati Mendadak di Loktuan (Foto/Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

DIALEKTIS.CO – Puluhan ayam kampung mati secara mendadak kurun waktu beberapa hari belakangan di wilayah Kelurahan Loktuan, Kota Bontang, membuat warga resah. Khawatir adanya serangan wabah berbahaya.

“Mendadak tiba-tiba mati. Pagi ini dua ekor, total ayam saya sudah 7 ekor yang mati dalam beberapa hari ini,” kata Intan (50), seorang warga Jalan Kapal Pinisi Loktuan, Rabu (24/7).

Ia menuturkan, tak hanya miliknya. Ayam milik warga sekitar juga banyak mendadak mati sejak beberapa hari. Awalnya, kata dia, ayam hanya ditemukan mati beberapa ekor, kemudian terus bertambah.

Tanpa gejala, beberapa ayam yang dipelihara diberi makan seperti biasa. Ayam yang terlihat sehat tiba-tiba mengeluarkan kotoran berwarna putih, lantas terlihat lemas dan tak lama berselang mati.

Langkah pencegahan pembersihan kendang dan pemberian vitamin supertetra pun telah dilakukan. Kematian ayam tersebut membuat resah. Dirinya khawatir akibat serangan wabah berbahaya.

“Tidak ngerti juga. Mudahan penyakit biasa, tapi khawatir juga siapa tahu ada wabah. Ayam milik Pak Noel (tetangganya) juga banyak yang mati,” tuturnya saat menghubungi media ini.

Baca juga: Puskeswan Bontang Segera Ambil Sampel Unggas Mati di Loktuan, Pastikan Penyebab

Kematian ayam ini membuat resah. Ia berharap kejadian ini segera mendapat respon dari dinas terkait. Lantaran tidak diketahui penyebabnya.

Terpisah, Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Peternakan (DKP3) Bontang, melalui Kepala Bidang Peternakan Jois Ratna Andiolo membenarkan kejadian tersebut. Ia pun mengimbau warga untuk terus menjaga kebersihan kendang.

“Kalau hewan unggas itu memang ada musimnya. Petugas kita di lapangan juga terus jalan memantau,” ujarnya saat dikonfirmasi media ini.

Lebih lanjut, Jois menyatakan saat ini memang kasus kematian hewan ternak marak terjadi. Bukan hanya unggas, wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tengah mengancam ternak sapi, kambing dan babi.

Jois menyatakan warga dapat melaporkan kematian hewan ternak ke Puskesmas Hewan (Puskeswan) atau bisa juga melalui Kelurahan setempat untuk diteruskan laporannya. Petugas akan langsung merespon.

“Bisa juga laporan lewat kelurahan untuk diteruskan ke Puskeswan kami. Hari ini petugas kami juga lagi lakukan vaksin rabies di setiap Kelurahan,” tutupnya. (*).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co di WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Bontang
ShareTweet
Previous Post

Masa Kerja Hanya 3 Bulan, Progres Pansus Pemekaran Kelurahan Tak Tuntas 

Next Post

Joni Desak Disdikbud Kutim Lebih Gencar Sosialisasikan Program Beasiswa

Related Posts

Optimis Selesai Lebih Cepat, Jembatan Guntung Masuk Tahap Pengecoran
WARTA

Optimis Selesai Lebih Cepat, Jembatan Guntung Masuk Tahap Pengecoran

Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Petani Terdampak Banjir di Kota Padang
EKBIS

Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Petani Terdampak Banjir di Kota Padang

5 Hektare Terbakar, Pria 62 Tahun di Teluk Pandan Ngaku Hendak Tanam Jagung
WARTA

5 Hektare Terbakar, Pria 62 Tahun di Teluk Pandan Ngaku Hendak Tanam Jagung

Waspada Karhutla, Ketua DPC PRIMA Bontang Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah
WARTA

Waspada Karhutla, Ketua DPC PRIMA Bontang Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah

Cegah Alih Fungsi, BPN Larang Sertifikasi 753 Hektare Sawah Parepare Jadi Hunian
WARTA

Cegah Alih Fungsi, BPN Larang Sertifikasi 753 Hektare Sawah Parepare Jadi Hunian

Kasus ISPA Bontang Kembali Naik, Juni Tembus 1.857 Kasus
WARTA

Kasus ISPA Bontang Kembali Naik, Juni Tembus 1.857 Kasus

Next Post
Kolam Renang Standar Internasional Diresmikan, Ketua DPRD Kutim Harap Dongkrak Prestasi Atlet

Joni Desak Disdikbud Kutim Lebih Gencar Sosialisasikan Program Beasiswa

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.