Dialektis.co, Bontang – Pemerintah Kota Bontang mulai menekan konsumsi rapat dan mendorong pegawai membawa tumbler sendiri.
Hal ini muncul di tengah proyeksi penurunan APBD 2027 sekitar Rp1,5 triliun sekaligus diklaim sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah plastik dan emisi.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni meminta, seluruh pegawai mulai membiasakan membawa tumbler dari rumah dan tidak lagi bergantung pada konsumsi dalam setiap kegiatan pemerintahan.
“Tentu banyak kegiatan-kegiatan yang tadinya ada konsumsi, tidak usah pakai konsumsi dulu. Bawa tumbler dari rumah,” ujarnya, Rabu (26/5/2026).
Meski anggaran diproyeksi menurun, Neni memastikan tunjangan pegawai tetap menjadi prioritas.
Menurutnya, Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) akan dipertahankan selama kinerja aparatur tetap baik dan produktif.
“Kalau kinerjanya bagus, TPP-nya bagus, belanja pegawainya alhamdulillah bisa kita pertahankan Kesejahteraan pegawai saya ingin pertahankan,” terangnya.
Ia juga meminta, seluruh organisasi perangkat daerah tetap menjalankan program kerja secara maksimal tanpa bergantung pada fasilitas konsumsi kegiatan.
Selain efisiensi anggaran, Pemkot Bontang juga mulai menerapkan gerakan puasa Senin dan Kamis melalui surat edaran.
Neni menyebut, kebijakan itu bersifat tidak wajib, namun diharapkan mampu mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca dan penggunaan sampah plastik.
Pemerintah juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menghitung dampak pengurangan penggunaan kotak makan, gelas plastik, hingga kertas selama program tersebut berjalan sebagai kontribusi Kota Bontang terhadap isu lingkungan dan pemanasan global.
“Saya sudah suruh hitung di dinas lingkungan hidup, selama puasa berapa penurunan atau sumbangsih kita terhadap permasalahan lingkungan di Kota bontang yang kita sumbangkan buat Indonesia,” jelasnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post