Dialektis.co – Pemerintah Kota Bontang, menegaskan komitmennya mewujudkan kota inklusif dan berkeadilan sosial bagi perempuan dan anak melalui pembangunan lingkungan yang aman, nyaman, serta ramah terhadap kelompok rentan di seluruh wilayah kota.
Komitmen itu disampaikan oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menyoroti pentingnya perhatian terhadap detail fasilitas dan lingkungan yang digunakan masyarakat, khususnya anak-anak.
Menurutnya, penataan lingkungan tidak hanya mempertimbangkan unsur keindahan, tetapi juga aspek keamanan.
Ia mencontohkan, penggunaan tanaman berduri di area publik yang berpotensi membahayakan anak.
“Ada tanaman yang bisa mempengaruhi anak. Contohnya, ada kembang rose atau mawar. Kita pikir cantik dan indah, padahal itu bisa melukai anak kalau anak jatuh,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Kata dia, perhatian terhadap hal-hal sederhana menjadi bagian penting dalam menciptakan kota yang benar-benar ramah bagi semua kalangan.
Karena itu, Pemkot Bontang ingin membangun kesadaran bersama agar setiap fasilitas publik memperhatikan kebutuhan kelompok rentan.
“Intinya adalah bagaimana kita menjadikan Kota Bontang menjadi kota yang inklusif dan berkeadilan sosial,” jelasnya.
Lanjutnya, konsep inklusif tak hanya ditujukan bagi perempuan dan anak, tetapi juga seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Melalui berbagai program pemberdayaan dan perlindungan sosial, Pemkot Bontang berharap seluruh masyarakat dapat merasakan pembangunan yang aman, setara, dan berpihak pada kepentingan bersama.
“Kenapa ada pemberdayaan perempuan dan anak, karena masih banyak permasalah sosial,” jelas Neni Moerniaeni. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg kemudian join.






Discussion about this post