Dialektis.co – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni meminta seluruh aparatur wilayah mulai dari camat, lurah, RT hingga kader posyandu mengetahui secara pasti lokasi anak stunting dan anak dengan masalah sosial di lingkungan masing-masing.
Permintaan itu disampaikan sebagai upaya memperkuat penanganan stunting dan perlindungan anak di Kota Bontang, saat menghadiri advokasi dan penguatan kelembagaan kelurahan ramah perempuan peduli dan layak anak, di BPU Kecamatan Bontang Utara, Selasa (26/5/2026).
Neni bilang, pendataan yang akurat menjadi kunci agar program pemerintah dapat berjalan maksimal.
“Kalau anak stunting saja tidak tahu di mana, bagaimana kita mau follow up stunting. Kita punya camat, lurah, RT sampai kader, semua harus tahu titik-titiknya,” tegasnya.
Ia menilai, pemerintah daerah sudah memiliki jaringan hingga tingkat bawah yang dapat dimanfaatkan untuk memantau kondisi masyarakat.
Karena itu, peran RT dan kader dinilai sangat penting dalam memastikan anak-anak yang membutuhkan perhatian dapat segera ditangani.
Neni juga mengingatkan, insentif yang diberikan pemerintah kepada aparat wilayah dan kader harus dibarengi dengan peningkatan kinerja di lapangan.
Salah satunya, dengan melalui pendataan rutin dan pengawasan tumbuh kembang anak secara berkala.
“Semua kita beri insentif untuk penunjang kinerja. Insentif ini harus diperlihatkan dengan kinerja yang baik,” jelasnya.
Selain fokus pada penanganan stunting, Pemkot Bontang juga mendorong terciptanya ruang dan kegiatan yang mendukung kreativitas, pendidikan, kesehatan serta perlindungan anak.
Ia optimistis, persoalan tersebut dapat ditekan apabila seluruh unsur pemerintah dan masyarakat bergerak bersama melakukan pendampingan secara berkelanjutan.
“Dengan kinerja yang baik, pasti selesai,” jelas Neni Moerniaeni. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg kemudian join.






Discussion about this post