Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home WARTA

Pernyataan Tegas JATAM Kaltim Tidak Terlibat di Kegiatan Festival Sungai Santan III

Redaksi by Redaksi
November 28, 2025
Pernyataan Tegas JATAM Kaltim Tidak Terlibat di Kegiatan Festival Sungai Santan III

Aksi Jatam di Sungai Santan pada tahun 2021 lalu (Foto/Jatam)

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co, Samarinda – Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kalimantan Timur menegaskan bahwa JATAM Kaltim tidak terlibat, tidak diundang, dan tidak memiliki hubungan apapun dengan penyelenggaraan Festival Sungai Santan Ke-III yang direncanakan berlangsung pada 27 November 2025 di Marangkayu, Kutai Kartanegara.

Narahubung JATAM Kaltim, Mustari Sihombing menyatakan penegasan ini penting disampaikan karena sejak awal kegiatan festival ini merupakan bagian dari alat perjuangan menolak tambang yang digagas oleh kelompok Tani Muda Santan, Warga dan JATAM Kaltim, dan kini kegiatan tersebut telah di bajak oleh perusahaan tambang batubara PT. Indominco Mandiri (IMM).

“Pernyataan sikap ini tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang perjuangan warga Santan dalam menghadapi dampak pertambangan batubara, khususnya aktivitas PT Indominco Mandiri (IMM),” tegasnya dalam rilis tertulis yang diterima media ini, Jumat (28/11/2025) sore.

Dalam laporan JATAM “Membunuh Sungai” hasil uji kualitas air di Sungai Palakan dan Sungai Santan menunjukkan indikasi pencemaran berat, termasuk tingkat keasaman (pH) dibawah baku mutu dan kandungan sedimen yang tinggi.

Temuan tersebut diperkuat oleh catatan lapangan dan pemberitaan media yang menunjukkan hilangnya ikan dan udang sumber protein utama warga serta menurunnya debit air bersih yang sebelumnya menjadi penopang hidup masyarakat setempat.

Beragam riset dan investigasi akademik juga mencatat bahwa operasi tambang di kawasan aktivitas pertambangan di kawasan Palakan – Santan telah mengubah struktur ekologis sungai, memicu banjir, meninggalkan endapan sedimen dalam jumlah besar, hingga menciptakan ratusan hektare lubang bekas tambang yang belum direhabilitasi.

Sungai yang dulunya menjadi ruang hidup tempat masyarakat mandi, minum, menangkap ikan, mengairi kebun, dan menjalankan kegiatan ekonomi kini tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Warga terpaksa membeli air bersih, kehilangan sumber nafkah, dan menghadapi bahaya akibat perubahan aliran air dan lubang tambang yang mengancam keselamatan.

Kerusakan sungai santan akibat limbah tailing yang dibuang ke sungai menyebabkan punahnya biota asli sungai santan yaitu kerang kapah dan ikan biawan, selain itu akibat peracunan sungai santan yang mengakibatkan ekosistem sungai hilang dan rusak.

Sejak tahun 1997 sampai dengan tahun 2010, ada 11 warga di desa santan tewas diterkam buaya, satwa buaya yang berada di wilayah muara, buaya yang habitatnya terganggu juga sulit mencari makan dan berpindah mendekati pemukiman warga, membuat keberadaanya mengancam warga yang sehari-hari bergantung dengan sungai santan.

Di tengah situasi ini, perjuangan warga Santan bukanlah baru dan seremonial. Perjuangan warga Santan telah berlangsung sejak awal 2010-an dan terus berlanjut hingga hari ini. Salah satu kelompok yang paling konsisten adalah Kelompok Tani Muda Santan, yang bersama para petani, perempuan, pemuda, dan tokoh masyarakat terus menyuarakan kerusakan lingkungan di daerah mereka.

Kelompok ini berulang kali menggelar aksi protes, mengirimkan surat keberatan kepada pemerintah, melakukan inspeksi lapangan secara mandiri, hingga mengetuk pintu berbagai lembaga negara untuk menuntut tanggung jawab perusahaan.

Catatan perjuangan mereka juga menunjukkan upaya pendataan mandiri terhadap kebun-kebun yang mati, penutupan saluran air yang tercemar, serta pengorganisasian warga untuk mempertahankan lahan dari ekspansi pertambangan. Kelompok Tani Muda Santan berperan penting dalam memastikan suara warga tidak hilang di tengah dominasi industri ekstraktif dan menjadi salah satu motor gerakan masyarakat dalam mempertahankan ruang hidup mereka.

Kata dia, dengan sejarah panjang perjuangan ini, sangat disayangkan bahwa penyelenggaraan festival Sungai Santan Ke-III ini diduga kuat mendapatkan pendanaan dari PT Indominco Mandiri sebagai upaya greenwashing dan upaya pencitraan bagi perusahaan dimana dalam faktanya bahwa mereka merupakan aktor utama daya rusak yang dialami oleh Desa Santan.

“Festival ini awalnya bertujuan untuk menjaga identitas budaya dan sungai santan sebagai poros kehidupan masyarakat, tetapi sungai tersebut hingga sekarang masih rusak dan tidak ada pertanggungjawaban pemulihan dari PT. Indominco Mandiri,” tegasnya.

Banyaknya masalah lingkungan yang belum tertangani serta kerusakan ekologis dan hilangnya sumber penghidupan masyarakat menjadi teralihkan dengan dugaan kerjasama pendanaan dari PT. Indominco Mandiri untuk Festival, mengingat pada Agustus 2024 Forum Desa Santan masih melakukan aksi menuntut PT. Indominco menghentikan pembuangan limbah batu bara di sekitar Desa Santan Ilir dan pencemaran udara di sekitar Desa Santan Tengah dan Ilir akibat aktivitas conveyor batubara, tetapi dugaan kuat PT. Indominco Mandiri sebagai pemberi dana dari festival berbanding terbalik dengan perjuangan ini.

Karena itu, JATAM Kaltim menolak dikaitkan dengan kegiatan apa pun yang dapat mengaburkan persoalan mendasar warga. Komitmen JATAM tetap berada bersama masyarakat Santan dalam perjuangan mereka untuk memulihkan sungai, kebun, dan ruang hidup mereka bukan pada acara-acara yang menampilkan kondisi yang masih jauh dari penyelesaian masalah lingkungan dan membuat PT. Indominco Mandiri teralihkan dari tanggung jawabnya.

“JATAM Kaltim akan terus membersamai warga Santan dan memastikan bahwa upaya pemulihan lingkungan tidak dilemahkan atau dinetralisasi oleh kegiatan yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat,” pungkasnya. (*/Rls).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Jatam Kaltim
ShareTweet
Previous Post

Pengembangan E-Sport Jadi Strategi Dispora Kutim Arahkan Minat Gaming Remaja ke Arah Produktif

Next Post

Dispora Dukung Penuh Pengembangan E-Sport di Kutim

Related Posts

Sabtu Pemeliharaan WTP Altra Bontang, 16.500 Pelanggan di Area Ini Terdampak
WARTA

Kemarau Datang, Warga Bontang Diimbau Bijak Gunakan Air Bersih

Gagal Kabur, Dua Pelaku Curanmor di Sebuntal Ditangkap Warga di Jalan Poros BON-SMR
WARTA

Pelaku Curanmor Milik Pekerja SPBU Bonles Tertangkap, Ternyata Masih Pelajar

Khawatir Bebani APBD, Rustam Minta Pemerintah Tidak Rekrut Honorer Lagi
DPRD Bontang

Setuju Biaya Parkir Progresif di Citimall Bontang, Rustam: Perawatan Fasilitas Harus Meningkat

Biaya Parkir Progresif Diterapkan di Citimall Bontang, 80% Masuk Kas Daerah
WARTA

Biaya Parkir Progresif Diterapkan di Citimall Bontang, 80% Masuk Kas Daerah

Lapas Bontang Gelar Razia Kamar Hunian Mendadak, Respon Dugaan Pelanggaran
WARTA

Lapas Bontang Gelar Razia Kamar Hunian Mendadak, Respon Dugaan Pelanggaran

Kesal Dibully Foto jadi Stiker WA, Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Ruang Rapat
WARTA

Kesal Dibully Foto jadi Stiker WA, Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Ruang Rapat

Next Post
Dispora Dukung Penuh Pengembangan E-Sport di Kutim

Dispora Dukung Penuh Pengembangan E-Sport di Kutim

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.