Dialektis.co – Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Shemmy Permata Sari turut angkat bicara soal penolakan Asosiasi Sekolah Swasta (ASTA) Bontang terhadap rencana penambahan rombongan belajar (rombel) di sejumlah SMA Negeri.
Shemmy mengungkapkan dirinya telah mendengar langsung keluhan dan kekhawatiran sekitar 20 perwakilan sekolah swasta di Bontang terkait penambahan kelas pada penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026 ini.
“Mereka berharap penambahan rombel itu dibatalkan. Karena jelas akan berdampak pada minimnya siswa yang masuk ke sekolah swasta,” ujarnya.
Informasi yang ia terima, sekolah swasta di Bontang saat ini dalam kondisi memprihatinkan.
Minimnya jumlah pelajar jadi persoalan yang mesti disikapi bersama. Bahkan, ada sekolah yang satu kelas hanya diisi sekitar 15 siswa.
“Kasihan. Sudah tidak beda dengan PAUD jumlah siswanya. Tidak ada pemerataan pendidikan kalau polanya seperti ini,” tuturnya.
Kata Shemmy, pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi IV yang membidangi pendidikan. Termasuk Wakil Ketua DPRD Kaltim, untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut.
Menurutnya, hal ini mesti dibijaki. Agar pertumbuhan sekolah swasta juga tetap terjaga.
Perwakilan sekolah swasta juga telah melayangkan surat resmi kepada Ketua DPRD Kaltim. Sebagai bentuk penolakan kebijakan tersebut.
Terkait pelaksanaan SPMB yang direncanakan pada Juni mendatang. Shemmy menekankan pentingnya kepastian juknis dalam waktu dekat.
Apalagi, muncul informasi adanya surat dari pihak sekolah negeri yang mengusulkan ke Pemerintah Provinsi dan sedang di proses Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yang memicu rencana penambahan rombel.
Terkait mekanisme di parlemen, Shemmy menyebut persoalan ini memang belum masuk dalam agenda Badan Musyawarah (Banmus). Namun, ia menegaskan secara prosedur kebijakan tersebut masih sangat mungkin untuk dianulir.
“Masih bisa dibatalkan. Walaupun kegiatan sudah ditetapkan di Banmus, nanti bisa dibahas kembali atau diputuskan di Paripurna,” pungkasnya. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg kemudian join.






Discussion about this post