Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home EKBIS

Menuju Kemandirian Fiskal, Bapenda Perjuangkan Peralihan Status Pajak Badak LNG

Redaksi by Redaksi
October 7, 2021
Menuju Kemandirian Fiskal, Bapenda Perjuangkan Peralihan Status Pajak Badak LNG

Kepala Bapenda Bontang, Sigit Alfian (Foto/Yudi)

Share on FacebookShare on Twitter

DIALEKTIS.CO – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang, Sigit Alfian menyampaikan pihaknya akan terus berupaya menggali setiap potensi guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal itu dilakukan guna mewujudkan kemandirian fiskal daerah, sehingga nantinya dapat menopang keuangan APBD Kota Bontang yang berujung pada percepatan pembangunan di tengah masyarakat.

Kata dia, salah satu potensi PAD yang tengah diupayakan ialah pendapatan dari Pajak Bumi Bangunan (PBB) dari area industri Badak LNG.

Sigit menyebut, ada sekira Rp 65 Miliar per tahun potensi PAD rutin dari sektor PBB yang harusnya dapat diraih dari kawasan industri tersebut.

Baca juga: Kemandirian Fiskal Penting Bagi Daerah, Bapenda Optimis Gali Potensi PAD

“Kita terus upayakan, PBB mereka harusnya tidak disetor ke pusat lagi. Menjadi hak daerah,” ujarnya saat bincang dengan redaksi dialektis.co.

Terangnya, bila merujuk pada UU No 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, ia menilai harusnya PBB perusahaan penghasil gas alam itu masuk dalam sektor perdesaan dan perkotaan, atau dikenal dengan PBB-P2.

Sehingga dibayar ke daerah. Sebab PBB-P2 adalah pajak atas bumi atau bangunan yang dimiliki, dikuasai, atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau badan, kecuali kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan, perhutanan, dan pertambangan.

Sementara hingga kini, perpajakan selalu merujuk pada pendirian perusahaan disebut kontrak karya Indonesia dengan asing.

Dengan demikian PBBnya selalu dimasukkan ke Sektor Perkebunan, Kehutanan, dan Pertambangan (PBB-P3/P5). Maka dianggap bagian dari sektor industri hulu dan pajaknya dibayarkan di pusat.

Praktis Bontang hanya menerima dari dana bagi hasil (DBH). Sementara, jika PBB-P3/P5 diubah menjadi PBB-P2, pajak perusahaan tersebut dapat menjadi sumber PAD rutin Kota Bontang.

Baca juga: Sosialisasi Pajak Daerah, Bapenda Ajak Pedagang Ikut Bangun Bontang

“2018 kontrak karya Badak dengan asing kan sudah berakhir, sekarang sudah jadi asetnya negara (Pertamina). Nah dengan itu sudah menjadi ranahnya UU 28, karena jelas disebut pabrik termasuk implasemen-nya, menjadi pajak PBB P2,” tegasnya.

Untuk memuluskan hal itu, perlu segera dilakukan revisi Perda Bontang tentang Pajak dan Retribusi Daerah dengan merujuk UU 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Utamaya terkait penafsiran Pasal 77, 85 dan sejumlah Pasal lain yang nantinya akan dipertegas dalam Perda.

Pihaknya tengah menjadwalkan untuk menggelar diskusi dan workshop dengan menghadirkan sejumlah pihak termasuk dr.Fatih dari UGM yang disebut salah satu penyusun UU 28 tersebut.

Bahkan, sebutnya, jika nantinya dalam jalannya workshop tersebut pemahaman Bapenda tidak keliru, dalam menafsirkan akan diperoleh potensi PAD rutin lainnya yang jumlahya ditaksir mencapai Rp 600 Miliar per tahun dari sektor retrebusi daerah BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan). (Yud/DT).

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Bontang
ShareTweet
Previous Post

Babak 6 Besar Sepak Bola PON, Kaltim Kalahkan Jabar 1-0

Next Post

Teriak Minta Tolong, Kronologi Bocah Kampung Mandar Diterkam Buaya

Related Posts

Irfan Dorong Subsidi Biaya Perpanjangan Sertifikasi Kompetensi Pekerja
KABAR PARLEMEN

Irfan Dorong Subsidi Biaya Perpanjangan Sertifikasi Kompetensi Pekerja

Seorang Warganet Curhat, Imbau Warung Masak di BK Kenakan Masker
WARTA

Seorang Warganet Curhat, Imbau Warung Masak di BK Kenakan Masker

Libatkan Penjahit Lokal, Disdikbud: Program Seragam Gratis Dongkrak Ekonomi UMKM
PARIWARA

Libatkan Penjahit Lokal, Disdikbud: Program Seragam Gratis Dongkrak Ekonomi UMKM

Masalah Ekonomi, Judol dan Pinjol Turut jadi Pemicu Perceraian Warga Bontang
WARTA

Masalah Ekonomi, Judol dan Pinjol Turut jadi Pemicu Perceraian Warga Bontang

Puncak Arus Balik, Ribuan Penumpang Tiba di Pelabuhan Loktuan Bontang
EKBIS

Puncak Arus Balik, Ribuan Penumpang Tiba di Pelabuhan Loktuan Bontang

Tarif Air Bersih PAM di Bontang Resmi Naik, Berlaku di Pembayaran April 2026
EKBIS

Tarif Air Bersih PAM di Bontang Resmi Naik, Berlaku di Pembayaran April 2026

Next Post
Teriak Minta Tolong, Kronologi Bocah Kampung Mandar Diterkam Buaya

Teriak Minta Tolong, Kronologi Bocah Kampung Mandar Diterkam Buaya

Discussion about this post

Follow Us

dialektis-logo-1
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2022 DIALEKTIS.CO – Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 138000571

article 138000572

article 138000573

article 138000574

article 138000575

article 138000576

article 138000577

article 138000578

article 138000579

article 138000580

article 138000581

article 138000582

article 138000583

article 138000584

article 138000585

article 138000586

article 138000587

article 138000588

article 138000589

article 138000590

article 138000591

article 138000592

article 138000593

article 138000594

article 138000595

article 138000596

article 138000597

article 138000598

article 138000599

article 138000600

article 138000601

article 138000602

article 138000603

article 138000604

article 138000605

article 138000606

article 138000607

article 138000608

article 138000609

article 138000610

article 138000611

article 138000612

article 138000613

article 138000614

article 138000615

article 138000616

article 138000617

article 138000618

article 138000619

article 138000620

article 138000621

article 138000622

article 138000623

article 138000624

article 138000625

article 138000626

article 138000627

article 138000628

article 138000629

article 138000630

article 158000426

article 158000427

article 158000428

article 158000429

article 158000430

article 158000436

article 158000437

article 158000438

article 158000439

article 158000440

article 208000456

article 208000457

article 208000458

article 208000459

article 208000460

article 208000461

article 208000462

article 208000463

article 208000464

article 208000465

article 208000466

article 208000467

article 208000468

article 208000469

article 208000470

208000446

208000447

208000448

208000449

208000450

208000451

208000452

208000453

208000454

208000455

article 228000306

article 228000307

article 228000308

article 228000309

article 228000310

article 228000311

article 228000312

article 228000313

article 228000314

article 228000315

article 228000316

article 228000317

article 228000318

article 228000319

article 228000320

article 228000321

article 228000322

article 228000323

article 228000324

article 228000325

article 228000326

article 228000327

article 228000328

article 228000329

article 228000330

article 228000331

article 228000332

article 228000333

article 228000334

article 228000335

news-228000336

news-228000337

news-228000338

news-228000339

news-228000340

news-228000341

news-228000342

news-228000343

news-228000344

news-228000345

article 238000291

article 238000292

article 238000293

article 238000294

article 238000295

article 238000296

article 238000297

article 238000298

article 238000299

article 238000300

article 238000301

article 238000302

article 238000303

article 238000304

article 238000305

article 238000306

article 238000307

article 238000308

article 238000309

article 238000310

article 238000311

article 238000312

article 238000313

article 238000314

article 238000315

article 238000316

article 238000317

article 238000318

article 238000319

article 238000320

article 238000321

article 238000322

article 238000323

article 238000324

article 238000325

article 238000326

article 238000327

article 238000328

article 238000329

article 238000330

article 238000331

article 238000332

article 238000333

article 238000334

article 238000335

article 238000336

article 238000337

article 238000338

article 238000339

article 238000340

sumbar-238000276

sumbar-238000277

sumbar-238000278

sumbar-238000279

sumbar-238000280

sumbar-238000281

sumbar-238000282

sumbar-238000283

sumbar-238000284

sumbar-238000285

sumbar-238000286

sumbar-238000287

sumbar-238000288

sumbar-238000289

sumbar-238000290

sumbar-238000291

sumbar-238000292

sumbar-238000293

sumbar-238000294

sumbar-238000295

sumbar-238000296

sumbar-238000297

sumbar-238000298

sumbar-238000299

sumbar-238000300

sumbar-238000301

sumbar-238000302

sumbar-238000303

sumbar-238000304

sumbar-238000305

sumbar-238000306

sumbar-238000307

sumbar-238000308

sumbar-238000309

sumbar-238000310

sumbar-238000311

sumbar-238000312

sumbar-238000313

sumbar-238000314

sumbar-238000315

sumbar-238000316

sumbar-238000317

sumbar-238000318

sumbar-238000319

sumbar-238000320

sumbar-238000321

sumbar-238000322

sumbar-238000323

sumbar-238000324

sumbar-238000325

sumbar-238000326

sumbar-238000327

sumbar-238000328

sumbar-238000329

sumbar-238000330

sumbar-238000331

sumbar-238000332

sumbar-238000333

sumbar-238000334

sumbar-238000335

news-1701