Dialektis.co – SDN 008 Bontang Utara terus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat literasi siswa melalui berbagai inovasi fasilitas dan program.
Perpustakaan Arunika Pustaka kini menjadi salah satu ruang belajar alternatif yang semakin diminati siswa.
Dengan status akreditasi B yang diraih pada 2021, sekolah tidak berhenti pada capaian tersebut.
Justru, penguatan fasilitas dan kenyamanan ruang baca menjadi fokus utama dalam mendukung aktivitas literasi siswa.
Berbagai inovasi fisik dilakukan untuk meningkatkan daya tarik perpustakaan.
Sekolah menambah lemari buku, menyediakan bantal duduk untuk kenyamanan, hingga menghadirkan ruang baca yang lebih ramah anak.
Tidak hanya itu, pengembangan juga dilakukan dengan menghadirkan pojok baca, lorong literasi, hingga ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan sebagai area membaca santai bagi siswa.
Kepala SDN 008 Bontang Utara, Masitah, menegaskan bahwa penguatan fasilitas menjadi bagian penting dalam menumbuhkan minat baca.
“Kami ingin perpustakaan menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan, sehingga siswa tertarik untuk datang dan membaca,” jelasnya.
Selain fasilitas, sekolah juga terus menambah koleksi buku agar lebih variatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Koleksi ini mencakup buku pelajaran, literatur umum, hingga bacaan penunjang kreativitas anak.
Upaya ini didukung dengan alokasi anggaran yang konsisten. Setiap tahun, sekolah menyisihkan sekitar 10 persen dana BOSNAS khusus untuk pengembangan perpustakaan, baik dari sisi koleksi maupun sarana pendukung.
Di tengah persiapan akreditasi 2025, sekolah juga memperhatikan perubahan instrumen penilaian yang kini mencakup sembilan komponen. Hal ini mendorong sekolah untuk lebih adaptif dalam melakukan pembenahan.
Tak hanya untuk kepentingan akreditasi, pengembangan perpustakaan juga dipersiapkan sebagai langkah strategis menghadapi berbagai lomba literasi di masa mendatang.
Dia bilang, sekolah ingin memastikan kesiapan dalam berbagai aspek.
Lebuh lanjut, Masitah menegaskan bahwa tujuan utama dari seluruh upaya ini adalah membangun budaya membaca yang kuat di kalangan siswa.
“Kami ingin perpustakaan benar-benar menjadi jantung literasi sekolah, bukan sekadar pelengkap fasilitas pendidikan,” pungkasnya. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post