Dialektis.co – Pemerintah Kota Bontang mendapat tambahan kuota jaringan gas (jargas) rumah tangga sebanyak 2.000 sambungan pada 2026.
Tambahan jargas ini hasil komunikasi intensif yang dilakukan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Terbaru Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama Kepala Bapperida Bontang Syahruddin berkunjung ke kantor Kementerian ESDM, Selasa (31/3/2026) di Jakarta.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan, Pemkot sambangi Kementerian ESDM untuk memastikan di tahun 2026 Warga Bontang tidak lagi kesulitan mengakses energi murah dan bersih, kendati APBD turun drastis.
Dalam pertemuan itu, Kota Bontang mendapatkan tambahan kuota pemasangan jargas sebanyak 2.000 sambungan pada tahun 2026 ini.
“Perjuangan di awal tahun buat warga Bontang. Mendapat tambahan kuota jargas 2.000, walupun APBD turun drastis,” jelas Neni.
Kata Neni, Kota Bontang merupakan daerah pengolah gas, penyumbang energi untuk Indonesia. Hal ini selaras dengan gagasan Kota Bontang menjadi city gas.
Mekanisme Adendum dan Fokus Wilayah
Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setkot Bontang, Moch Arif Rochman, penambahan jargas yang saat ini berjalan dikerjakan melalui proyek mekanisme adendum tanpa harus menunggu tahun berikutnya.
“Dari total sebelumnya 10.553 sambungan bisa bertambah menjadi sekitar 12.533 sambungan,” jelas Arif.
Pemkot Bontang di tahun 2025 telah mengusulkan 4.034 sambungan baru berdasarkan hasil pendataan yang dihimpun dari kelurahan menyusul banyaknya warga yang belum terakomodasi.
Namun dari total usulan yang dihimpun, masih ada sekitar 944 sambungan yang berasal dari wilayah Bontang Lestari, lantaran belum memiliki jaringan pipa induk.
Sehingga pada tahapan tahun ini, prioritas tambahan 2.000 sambungan akan difokuskan di wilayah yang infrastrukturnya sudah tersedia.
Dimana dari sekitar 3.090-an data yang siap, saat ini di ambil 2.000 sambungan sesuai kapasitas tambahan yang disetujui Kementerian ESDM.
Disampaikan Moch Arif Rochman, pihak kementerian bersama kontraktor tetap akan melakukan proses verifikasi dan validasi ulang, guna memastikan lokasi pemasangan dapat memenuhi syarat teknis.
Dimana area pemasangan tidak berada di kendala geografis kawasan rawa dan wilayah pesisir yang pasang surut.
Pada proyek sebelumnya terdapat lebih dari 1.090 calon penerima yang tereliminasi setelah tahap validasi karena kendala geografis. (*)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post