Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home WARTA

Kasus ISPA Bontang Kembali Naik, Juni Tembus 1.857 Kasus

Redaksi by Redaksi
September 2, 2026
Kasus ISPA Bontang Kembali Naik, Juni Tembus 1.857 Kasus

Kepala Dinkes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati (Foto/dok.Dialektis).

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Bontang kembali mengalami peningkatan setelah sempat menunjukkan tren penurunan selama lima bulan pertama 2026.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang mencatat kenaikan mulai terjadi pada Juni dan masih berlanjut pada Juli.

Kepala Dinkes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, mengatakan sepanjang Januari hingga Mei kasus ISPA cenderung mengalami penurunan.

Namun, kondisi tersebut berubah pada Juni dengan peningkatan kasus sebesar 17 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Mulai bulan Juni tercatat adanya lonjakan kasus ISPA sebesar 17 persen dibandingkan Mei dan tren peningkatan masih terpantau hingga Juli,” ujarnya, Rabu (2/9/2026).

Berdasarkan data pelaporan seluruh puskesmas melalui aplikasi SatuSehaVNAR ISPA, pada Januari tercatat 2.493 kasus.

Angka tersebut kemudian turun menjadi 2.105 kasus pada Februari, 1.872 kasus pada Maret, dan 1.845 kasus pada April.

Penurunan kembali terjadi pada Mei dengan jumlah 1.587 kasus. Namun pada Juni kasus kembali meningkat menjadi 1.857 kasus atau bertambah 270 kasus dibandingkan bulan sebelumnya.

Peningkatan tersebut belum berhenti pada Juni. Pada Juli, Dinkes mencatat sebanyak 1.880 kasus ISPA atau naik 23 kasus dibandingkan Juni.

Jika dibandingkan dengan titik terendah pada Mei, jumlah kasus pada Juli meningkat sekitar 18,5 persen.

Kondisi ini menjadi perhatian Dinkes di tengah situasi karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan.

Meski demikian, Toetoek menegaskan peningkatan kasus ISPA tersebut belum dapat secara langsung dikaitkan dengan kejadian karhutla regional.

Menurutnya, gangguan pernapasan dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari perubahan cuaca, debu jalanan hingga penularan virus di masyarakat.

“Data pelaporan saat ini belum dapat digunakan untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat secara langsung antara kejadian karhutla regional dengan lonjakan kasus ISPA di Bontang,” jelasnya.

Dinkes tetap meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti balita dan lansia. Dari data Januari-Juli, kasus pada kelompok dewasa menjadi yang paling dominan.

Sementara balita juga mencatat angka cukup tinggi dan berada pada rentang 378 hingga 583 kasus per bulan.

Toetoek mengingatkan masyarakat segera memeriksakan diri apabila gejala gangguan pernapasan semakin berat. Terlebih jika muncul sesak napas, napas sangat cepat, nyeri dada atau kondisi tubuh melemah secara drastis. (*).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 Kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kabar Bontang
ShareTweet
Previous Post

Waspadai Asap Kiriman, Dinkes Bontang Mulai Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar

Next Post

Cegah Alih Fungsi, BPN Larang Sertifikasi 753 Hektare Sawah Parepare Jadi Hunian

Related Posts

Dukung Dekarbonisasi, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026
WARTA

Dukung Dekarbonisasi, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026

Waspada! 3 Lokasi Penerapan ETLE di Bontang, Pelanggar Bisa Ditilang Berulang-ulang
WARTA

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan Maut di Dekat GOR Loktuan

Warga Harap Pemicu Karhutla di Bonles Diusut Tuntas, Polisi Lakukan Penyelidikan
WARTA

Warga Harap Pemicu Karhutla di Bonles Diusut Tuntas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Apa yang Bisa Kita Lakukan di Tengah Kelangkaan Bensin?
KOLOM

Apa yang Bisa Kita Lakukan di Tengah Kelangkaan Bensin?

Perputaran Ekonomi Selama Pupuk Kaltim Cup 2026 Tembus Rp772,9 Juta
EKBIS

Perputaran Ekonomi Selama Pupuk Kaltim Cup 2026 Tembus Rp772,9 Juta

Kabar Duka, Komandan Damkar Kebanggaan Bontang Norman Tutup Usia
WARTA

Kabar Duka, Komandan Damkar Kebanggaan Bontang Norman Tutup Usia

Next Post
Cegah Alih Fungsi, BPN Larang Sertifikasi 753 Hektare Sawah Parepare Jadi Hunian

Cegah Alih Fungsi, BPN Larang Sertifikasi 753 Hektare Sawah Parepare Jadi Hunian

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.