Dialektis.co – Harga pelastik di Kota Bontang dalam beberapa hari terakhir mengalami kenaikan. Dampaknya langsung dirasakan pedagang kecil yang sangat bergantung pada bahan tersebut.
Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya biaya operasional, sementara penjualan belum sepenuhnya pulih pasca-Lebaran.
“Engak ngeri karena apa ini naik semua harganya. Dengar-dengar dampak perang,” ujar Intan, salah seorang pedagang es di wilayah Loktuan, Kamis (2/4/2026).
Kata dia hampir semua komoditas seperti sedotan, plastik es batu, gelas, hingga plastik pembukus mengalami kenaikan harga.
Baik ukuran besar maupun kecil yang biasanya Rp25.000 sekarang jadi Rp35.000, yang Rp15.000 jadi Rp19.000.
“Hanya sedotan yang naik Rp2 ribu per bungkus. Serba salah, kasihan anak-anak (pembeli) kalau dikasih naik harga,” tuturnya.
Ia berharap segera ada langkah untuk menstabilkan harga plastik agar usaha kecil tetap bertahan.
Terpisah dikutip dari Antara. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan kenaikan harga plastik dipicu konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang mengganggu pasokan bahan baku dari Timur Tengah.
Ia menjelaskan, salah satu bahan utama plastik, yaitu nafta, banyak dipasok dari kawasan tersebut. Pemerintah saat ini tengah mencari alternatif pemasok dari negara lain untuk mengurangi ketergantungan impor.
“Misalnya dari negara Afrika, India, dan Amerika,” kata Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4/2026). (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post