Dialektis.co – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi persampahan di Kota Bontang menunjukkan tren positif.
Dalam lima bulan terakhir, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat mencatat setoran ke kas daerah mencapai Rp1,3 miliar.
Angka itu sudah lebih dari 50 persen dari target 2026, yakni Rp2,5 miliar.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Bontang, Syakhruddin menjelaskan, pendapatan retribusi tersebut bersumber dari beberapa sektor.
Diantaranya, rumah tangga melalui kerja sama Koperasi Pengelola Air (KPA), serta retribusi dari perusahaan dan masyarakat yang membuang sampah langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Kata dia, tarif retribusi dibedakan berdasarkan kategori pelanggan. Rumah tangga memiliki skema tersendiri, sementara perkantoran, perbankan, dan pelaku usaha dikenakan tarif berbeda sesuai ketentuan.
“Optimis tahun ini kami lampaui target penerimaan,” ujarnya, saat rapat kerja optimalisasi PAD di Kantor DPRD Bontang, Senin (22/6) kemarin.
Diungkapkannya, pada tahun sebelumnya DLH juga melampaui target pendapatan. Dari Rp2,4 miliar, mampu direalisasikan mencapai Rp2,8 miliar.
Sebelumnya, dalam rapat kerja tersebut, selaku pimpinan rapat.
Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam menekankan setiap perangkat daerah untuk terus menekan potensi kebocoran, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Baginya, digtalisasi di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat penting. Agar seluruh transaksi dan penerimaan daerah dapat tercatat secara transparan guna meningkatkan PAD. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post