Dialektis.co – Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Arfian Arsyad mengajak semua pihak untuk melihat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sebagai momentum memperkuat peran pendidikan dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan.
Arfian menyinggung dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di sektor pertambangan yang tengah marak. Hal ini harus turut jadi perhatian dunia Pendidikan.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan ketergantungan pada satu sektor industry. Perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang adaptif dan kompetitif.
“Hardiknas harus menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pendidikan, agar mampu mencetak tenaga kerja yang siap menghadapi perubahan. Termasuk kondisi sulit seperti gelombang PHK saat ini,” ujarnya.
Politisi partai Gelora itu menilai maraknya PHK di sektor tambang menjadi pelajaran penting untuk memiliki keterampilan yang beragam.
Dengan begitu. Tenaga kerja tidak hanya bergantung pada satu sektor. Tapi mampu dengan ce[at beralih ke bidang lain.
Arfian menilai, sinergi antara sektor pendidikan dan dunia kerja harus diperkuat. Kurikulum pendidikan, kata dia, perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Lebih jauh, ia mendorong pemerintah daerah untuk memperluas akses pelatihan vokasi dan pendidikan berbasis keterampilan.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di tengah persaingan yang semakin ketat.
Kata dia, Komisi A DPRD Bontang, akan terus mendorong kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas SDM. Sebagai bagian dari solusi jangka panjang terhadap persoalan ketenagakerjaan. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post