Dialektis.co – Ketua DPRD Bontang turut menaruh perhatian serius terkait kabar dua perusahaan yang mendapat peringkat merah dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) 2024-2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
“Iya, kita akan panggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk meminta klarifikasi,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut Andi Faiz, hasil penilaian tersebut harus menjadi perhatian serius.
Terlebih, ini kali kedua Joint Operation (JO) Dahana–Black Bear Resources Indonesia (BBRI) memperoleh rapor merah.
Hingga, Andi Faiz menganggap perlu diketahui dengan jelas penyebab pasti penilaian itu diberikan. Termasuk sejauh mana langkah pengawasan yang telah dilakukan DLH Bontang.
“Kami ingin tahu apa penyebabnya dan bagaimana upaya perbaikannya,” tegasnya.
Baginya ini bukan persoalan sepele, perusahaan wajib memiliki komitmen dalam memenuhi seluruh ketentuan pengelolaan lingkungan.
Apalagi, perusahaan BBRI dikenal bergerak di bidang bahan peledak. Memiliki risiko cukup besar apabila tidak dikelola dengan baik.
Rencananya, pemanggilan DLH bersama dua perusahaan yang memperoleh PROPER merah akan dijadwalkan pada Juni mendatang setelah dibahas melalui rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Bontang.
“Kalau akhir Mei waktunya sudah mepet. Kemungkinan baru dijadwalkan Juni,” pungkasnya. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.







Discussion about this post