Dialektis.co – Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal menyatakan sudah sewajarnya nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak dijadikan satu-satunya dasar penilaian Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Belum meratanya kualitas pendidikan harus menjadi pertimbangan. Khususnya di tingkat Sekolah Dasar (SD) yang akan melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kata dia, skema presen dengan memadukan hasil TKA dengan ujian bersama menjadi pilihan yang lebih bijak. Penilaian proporsional ini dinilai lebih cocok diterapkan.
“Kalau TKA nya anjlok, masih ada nilai dari ujian bersama,” ujarnya.
Baca juga: Alur SPMB Jenjang SMP 2026 di Bontang, Simak Tahapan & Dua Model Pendaftarannya
Baginya, evaluasi terhadap nilai TKA juga diperlukan. Guna mengukur standar kemampuan siswa secara nasional.
Lebih lanjut Saeful menyatakan skema penilaian proporsional ini juga sesuai dengan semangat peningkatan kualitas pedidikan secara bertahap.
Dengan sedikit kelonggaran nilai. Diharapkan SPMB 2026 akan berjalan lancar. Sehingga tidak membuka peluang bagi persoalan baru berupa putus sekolah.
Saeful juga menduung upaya pemerintah mendukung pelaksanaan TKA tahun ini yang secara umum dinilai berjalan lancar.
Baca juga: Jadwal SPMB 2026 Ditetapkan, Pendaftaran Dimulai 11 Mei untuk TK dan SD
Kata Saeful, ketersedian fasilitas seperti jaringan internet, listrik, hingga perangkat laptop yang dipinjamkan kepada siswa patut diapresiasi.
“Tahun ini sambal dievaluasi. Termasuk aturan penerimaan murid baru. Untuk penerapan ke depannya yang lebih baik,” pungkasnya. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.







Discussion about this post