Dialektis.co – Kesempatan singkat justru menjadi awal prestasi bagi Aisyah Aini Azzahra, siswi kelas 7 SMPN 4.
Meski baru mengenal olahraga panjat tebing dalam waktu singkat, ia berhasil lolos ke tingkat provinsi pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
Capaian tersebut cukup mengejutkan karena Aisyah hanya menjalani latihan sekitar dua pekan sebelum bertanding.
Dalam waktu terbatas itu, ia mampu menunjukkan perkembangan kemampuan yang signifikan hingga berhasil bersaing dengan peserta lain.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mangara Herry Andersen, mengatakan, awal mula Aisyah terjun ke panjat tebing bermula dari program penjaringan atlet muda yang dilakukan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bontang di sejumlah sekolah.
Menurutnya, program tersebut membuka peluang bagi siswa untuk mencoba cabang olahraga baru.
Para pelatih datang langsung ke sekolah dan mengajak siswa mengikuti latihan rutin di arena panjat tebing.
“Awalnya memang dari penjaringan FPTI. Mereka datang ke sekolah, lalu anak-anak diajak latihan bersama. Dari situ kemampuan Aisyah mulai terlihat,” katanya, Rabu (13/5/2026).
Selama masa latihan, para peserta mendapat pendampingan langsung dari pelatih FPTI.
Berbagai fasilitas seperti alat keselamatan hingga sepatu panjat juga dipinjamkan agar siswa bisa berlatih lebih optimal.
Latihan tidak hanya dilakukan di arena panjat tebing Sport Center Loktuan, tetapi juga beberapa kali berlangsung di kediaman pelatih di kawasan Saleba.
Intensitas latihan itu membuat kemampuan Aisyah berkembang cukup cepat meski tergolong pemula.
Diringa menilai latar belakang Aisyah yang aktif di ekstrakurikuler basket turut membantu proses adaptasinya di panjat tebing.
Kekuatan kaki, keseimbangan, dan koordinasi tubuh yang dimiliki dinilai menjadi modal penting saat memanjat.
“Dia memang aktif olahraga sejak awal. Jadi saat masuk panjat tebing, koordinasi tubuhnya sudah terbentuk dan tinggal menyesuaikan teknik,” ujarnya.
Tak hanya Aisyah, SMPN 4 sebenarnya mengirim beberapa siswa untuk mengikuti latihan bersama FPTI.
Namun, Aisyah menjadi salah satu siswa yang paling konsisten dan menunjukkan perkembangan paling cepat selama proses pembinaan.
Bagi pihak sekolah, keberhasilan lolos hingga tingkat provinsi menjadi pengalaman berharga bagi Aisyah yang baru memulai perjalanan di cabang olahraga tersebut.
Sekolah berharap prestasi itu dapat memotivasi siswa lain untuk berani mencoba dan mengembangkan potensi di bidang olahraga.
“Minimal dia sudah punya pengalaman bertanding sampai tingkat provinsi. Itu penting untuk membangun mental dan menambah jam terbang,” tutupnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg kemudian join.









Discussion about this post