Dialektis.co – Anggota Komisi A DPRD Bontang, Muhammad Irfan mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang yang menyatakan telah berhasil menekan angka kemiskinan ekstrem hingga nol atau zero pada 2025.
Menurutnya klaim yang disampaikan oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni pada rapat Paripurna DPRD terkait penyampaian LKPJ 2025, pada Senin (30/3/2026) kemarin tersebut berdasarkan data lapangan yang membanggakan.
“Apresiasilah, artinya kepedulian terhadap masyarakatnya memang terlihat,” ujarnya kepada media ini, Rabu (1/4).
Baca juga: Baru 50% Penerima Bantuan Buat virtual account, Andi Faiz: Ketua RT Harus Aktif Bantu Warga
Bagi politisi PAN itu, hal itu jadi bukti nyata efektivitas program-program penanggulangan kemiskinan yang dilakukan secara terarah.
Menurutnya sebagai kota yang dikelilingi dengan industri besar. Sudah sepantasnya tidak ada kemiskinan ekstrem di Kota Bontang. Terlebih APBD, yang cukup besar dikelola dengan baik.
“Hanya sekitar 60 persen masyarakat yang dikaver pemerintah. Sisanya dari karyawan swasta, yang dari sisi penghasilan sudah memadai. Sedikit saja yang jadi perhatian utama pemerintah. Jadi memang tidak boleh ada orang miskin ektrem di kota ini,” ucapnya.
Baca juga: Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Dewan Tinjau Langsung Data Kemiskinan di Loktuan
Untuk itu, menurut Irfan. Bontang dapat jadi percontohan, bahwa tugas pemerintah tidak hanya sekadar memberi bantuan tunai.
Tetapi program terus berkelanjutan dalam bentuk pemberian pendampingan, pelatihan, serta akses pekerjaan atau permodalan bagi warga yang dinilai memilik potensi untuk dimajukan.
“Jangan dilepas, harus terus didampingi hingga lepas dari garis kemiskinan. Insyaallah, standar penerima manfaat bisa kita tingkatkan dari standar nasional. Jadi lebih banyak yang menerima manfaat bantuan pemerintah,” tuturnya.
Baca juga: Lawan Praktik “Ordal”, Pemkot Bontang Surati Perusahaan Soal Rekrutmen Transparan
Di sisi lain, Irfan juga mewanti-wanti pihak terkait untuk terus menjaga update pendataan. Sebab, angka kemiskinan dinilai sewaktu-waktu dapat terus bergerak. Sehingga langkah antisipasi bantuan dapat dipastikan tepat sasaran.
Bagi Irfan, selain bantuan tunai. Yang tidak kalah penting ialah menyusun pondasi program jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Dengan memastikan anak dari keluarga rentan mendapat akses yang layak, terkait pendidikan, pemagangan dan pekerjaan, sehingga nantinya dapat mengangkat derajat keluarganya. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post