Dialektis.co – Penanganan banjir masih menjadi salah satu program kerja prioritas yang dikerjakan pemerintah Kota Bontang pada tahun anggaran 2026 ini.
Hal itu tercermin dari total anggaran yang dialokasikan. Yakni mencapai Rp332 miliar, atau sekira 15,84 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat.
Data dihimpun, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memegang alokasi anggaran sekira Rp304 miliar. Sisanya, Rp28 miliar tersebar di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) serta tiga kecamatan.
“Iya, Rp88 miliar diantaranya kami dapat dari provinsi untuk penanganan banjir di wilayah Guntung dan sebagian untuk Polder Tanjung Laut,” ungkap Kepala Dinas PUPR Bontang, Much. Cholis Edy Prabowo saat dikonfirmasi, Senin (16/3/2026).
Dirincikannya, setimasi pembangunan Polder Tanjung Laut mencapai Rp43 miliar. Besaran aloksi tersebut masih akan tetap dikalkulasi lebih lanjut.
Selanjutnya pengembangan Danau Kanaan dirancang akan menyita anggaran hingga Rp270 miliar, dikerjakan dengan skema tahun jamak. 2026 ini, direncanakan alokasi Rp50 miliar.
Perluasan kawasan 20 hektare di Danau Kanaan juga tengah diusulkan. Disertai dengan Kolam Depresi seluas 43 hektare dengan nilai pengadaan lahan sekira Rp80 miliar.
“Itu (Danau Kanaan), masuk dalam rencana jangka panjang penanganan banjir,” tegasnya.
Menurutnya, peningkatan daya tampung Polder Kanaan hingga mencapai 800.000 meter kubik sangat diperlukan untuk mencegah banjir kiriman di wilayah kota.
Terangnya, nantinya pembangunan Kolam Depresi Kanaan, direncanakan ditangani Pemprov Kaltim secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi fiskal daerah.
“Kita terus berupaya mengatasi resiko banjir,” pungkasnya. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post