Dialektis.co — Perwakilan SKK Migas Kalimantan-Sulawesi (Kalsul), Danang Agung, mengungkap kondisi energi nasional, hingga dampaknya terhadap dana bagi hasil (DBH) untuk Kota Bontang.
Hal itu ia paparkan dalam pertemuan Media Gathering yang digelar PT Badak LNG pada Sabtu 12 September 2026 lalu.
Di hadapan puluhan insan pers se-Kota Bontang, Danang menilai kondisi energi nasional saat ini perlu sekali jadi perhatian.
Baca juga: Gelar Gathering Bersama Media, Badak LNG ajak Insan Pers Kota Bontang Main Bowling
Dijelaskan Danang, persoalan energi bukan sekadar ketersediaan BBM. Juga termasuk keberlangsungan industri hulu migas.
Gangguan di sektor hulu. Baginya, akan berdampak berantai terhadap industri pengolahan. Hingga berujung pada perekonomian daerah.
“Kalau industri hulu migas ini terganggu. Pasti PT Badak juga terganggu. Pasti PT Pupuk juga akan terganggu. Maka pasti Bontang juga akan terganggu,” ungkapnya.
Lebih jauh Danang mengungkap masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak.
Produksi minyak nasional disebut berada pada kisaran 600 ribu barel per hari. Padahal, kebutuhan minyak dalam negeri mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari.
“Selisihnya masih harus dipenuhi melalui impor,” tuturnya.
Kata dia, hal itu menggambarkan ketahanan energi Indonesia rentan terhadap perubahan situasi global. Maka pasokan dan harga sangat tidak stabil.
“Konflik di timur tengah belum juga usai,” katanya.
Hal itu kata dia juga sangat berpengaruh pada penerimaan daerah dari sektor DBH migas yang selama ini jadi andalan Bontang.
Baca juga: Badak LNG Sedang Running 2 Kilang, Pertamina Tegaskan Prioritaskan Domestic Plant
Dicontohkannya pada periode 2016-2018. Saat harga minyak turun dari sekitar 100 dolar menjadi 40 dolar per barel.
“Kalau DBH migas itu turun, pasti pembangunan daerah akan terganggu. Kalau APBD turun, pasti ada banyak pemangkasan,” tuturnya.
Baginya, penguatan sektor hulu migas dapat menjaga pasokan gas sekaligus mendukung keberlanjutan operasional industri di Bontang, termasuk PT Badak NGL dan PT Pupuk Kaltim. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post