Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home RAGAM KOLOM

FJB & Lentera Muda Gelar Nobar Film ‘Pesta Babi’, Warga Bontang Rela Hujan-hujanan

Redaksi by Redaksi
May 23, 2026
FJB & Lentera Muda Gelar Nobar Film ‘Pesta Babi’, Warga Bontang Rela Hujan-hujanan

Suasana Warga Berteduh dari Hujan Sambil Menonton (Foto/Abdi)

Share on FacebookShare on Twitter

Dialektis.co – Meski diguyur hujan deras, antusias warga Kota Bontang tidak surut untuk ikut menonton filem kontroversial “Pesta Babi” yang digelar Forum Jurnalis Bontang (FJB) bersama Lentera Muda Nusantara, Jumat (22/5/2026) malam tadi.

Ratusan orang tetap bertahan di sekitar lokasi nonton bareng (nobar) di Sekretariat FJB di Jalan Pencak Silat I, Kelurahan Api-api, Bontang Utara.

Afmanda salah satu pelajar SMA menyatakan rela basah-basahan hanya karena ingin menuntaskan rasa penasarannya terhadap  filem yang tengah ramai jadi perbincangan tersebut.

“Pertama karena penasaran melihat beberapa potongan film. Akhirnya malam ini melihat dari awal sampai akhir film,” ujarnya.

Sementara, Frejiae berpendapat jika film ini secara tidak langsung memberikan wawasan tersendiri bagi dirinya.

Dari film karya Dandhy Laksono bersama Watch Doc dan lainnya, mulai dari Sexy Killer 2019 dan Dirty Vote 2024 hingga Pesta Babi.

“Film ini memberikan edukasi jika kondisi Indonesia sedang tidak baik-baik saja dan mengajak peduli sesama warga negara,” ucapnya.

Ketua FJB, Herdi Jafar mengatakan film dokumenter investigasi seperti ini memberi ruang yang kuat untuk membicarakan peran jurnalisme, keberanian mengungkap fakta, dan pentingnya menjaga independensi pers.

Film ini bukan sekadar karya visual. Namun bentuk kerja jurnalistik yang membutuhkan ketekunan, verifikasi, keberanian, biaya, serta risiko tinggi.

Kata dia, lewat film ini masyarakat juga belajar melihat fakta secara lebih kritis, lebih jernih, dan lebih manusiawi.

Baginya, diskusi yang terbangun usai menyaksikan film itu menjadi ruang belajar bersama, ruang keberanian, dan ruang untuk terus menjaga nilai-nilai jurnalisme yang independen, kritis, dan berpihak pada kepentingan publik.

“Semoga film ini juga dapat memantik jurnalis di Bontang untuk membuat produk yang lebih tajam dan kritis. Sebab pers yang sehat bukan yang selalu nyaman,”

“Tapi justru berani mengajukan pertanyaan, membuka ruang diskusi, dan menghadirkan perspektif yang mungkin selama ini diabaikan,” tuturnya.

Menjaga Nalar Kritis Anak Muda
Co Founder Lentera Muda Nusantara Bontang, Indra Ali Ahmad mengucap syukur atas suksesnya kegiatan tersebut hingga berakhir, meski ditengah guyuran hujan.

Melihat besarnya antusiasme warga Bontang dalam acara ini, Lentera Muda Nusantara berkomitmen untuk tidak berhenti sampai di sini.

Apresiasi juga diberikan kepada Dosen Unmul, Sri Murlianti dan Ketua KNPI indra Wijaya yang sudah meluangkan waktunya.

Ke depannya, kegiatan serupa akan terus diupayakan untuk hadir secara konsisten.

Ruang-ruang dialektika dan bertukar gagasan sangat penting untuk terus dirawat, demi menjaga nalar kritis masyarakat, khususnya anak-anak muda, dalam mengawal berbagai isu di Kota Bontang.

“Terimakasihnya kepada teman-teman Lentera Muda Nusantara Dan Forum Jurnalis Bontang yang membuat nobar. Khususnya warga yang tetap antusias hingga akhir meski ditengah hujan deras,” paparnya. (Rls).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Forum Jurnalis Bontang
ShareTweet
Previous Post

Kerja Proyek Masih Jadi Primadona, Disnaker Dorong Warga Lirik Sektor Lain

Next Post

Pembelajaran Mengaji di SMPN 9 Bontang Terintegrasi dalam Kurikulum Sekolah

Related Posts

WALHI Nilai Pembangunan Pagar Taman Nasional Way Kambas  Pemborosan
KOLOM

WALHI Nilai Pembangunan Pagar Taman Nasional Way Kambas Pemborosan

Mahasiswa KKNT-79 UNDIP Gelar Edukasi Storytelling Branding terhadap Pelaku UMKM di Wujil
RAGAM

Mahasiswa KKNT-79 UNDIP Gelar Edukasi Storytelling Branding terhadap Pelaku UMKM di Wujil

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Ajarkan Katalog Digital Produk, Tingkatkan Potensi Desa Wujil
RAGAM

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Ajarkan Katalog Digital Produk, Tingkatkan Potensi Desa Wujil

suporter sepak bola
KOLOM

Koalisi Pers Kaltim Kecam Pelabelan “Londo Ireng” terhadap Jurnalis, Presiden Prabowo Diminta Minta Maaf

suporter sepak bola
KOLOM

AJI: Penghalangan Liputan di Pulau Obi & Ucapan Merendahkan Hotman Paris kepada Jurnalis Adalah Bentuk Intimidasi 

Bupati Tanggamus dan JMSI Diskusi Hilirisasi Produk Pertanian dan Pelebaran Jalan
KOLOM

Bupati Tanggamus dan JMSI Diskusi Hilirisasi Produk Pertanian dan Pelebaran Jalan

Next Post
Pembelajaran Mengaji di SMPN 9 Bontang Terintegrasi dalam Kurikulum Sekolah

Pembelajaran Mengaji di SMPN 9 Bontang Terintegrasi dalam Kurikulum Sekolah

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.