Dialektis.co – Antisipasi potensi kenaikan anggaran kesehatan. Anggota Komisi B DPRD Bontang, Ubayya Bengawan meminta pemerintah kota untuk menyiapkan strategi jangka Panjang.
Menurutnya hal ini sangat penting guna memastikan layanan kesehatan masyarakat tidak akan terganggu.
Politisi Golkar itu pun mendorong adanya pelibatan pihak perusahaan atau swasta agar beban biaya tidak sepenuhnya bertumpu pada APBD.
Ubayya menilai keterlibatan perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bisa jadi opsi.
“Dukungan perusahaan melalui TJSL perlu diperkuat. Jadi tidak dibebankan ke APBD semua,” ujarnya dalam rapar kerja pembahasan program jaminan kesehatan masyarakat, Senin (11/5/2026).
Kata Ubayya, keterbatasan fikal daerah harus jadi pertimbangan. Di sisi lain, langkah kolaborasi ini menjadi penting bagi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Diungkapkanya, saat ini saja Bontang kekurangan anggaran sekitar Rp1,2 miliar. Namun ia memastikan hal itu masih dapat diatasi melalui mekanisme perubahan anggaran.
Kondisi ini menurutnya harus dicarikan solusi jangka panjang. Maka bantuan TJSL perusahaan patut diupayakan.
Selain itu, pihaknya juga mendorong komunikasi intensif dengan pihak provinsi. Agar beban anggaran dapat lebih ringan.
“Jangka pendek masih bisa diatasi. Tapi, ini persoalan akan terus berulang. Solusi jangka panjang harus disiapkan,” tegasnya.
Sebagai informasi, jalannya rapat pembahasan program jaminan kesehatan masyarakat tersebut turut melibatkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM), serta BPJS Kesehatan. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg kemudian join.








Discussion about this post