Dialektis.co – Sejumlah warga RT 38, Kelurahan Tanjung Laut, Kota Bontang, mengadukan nasibnya yang tengah manghadapi sengketa kepemilikan lahan ke Komisi C DPRD Bontang.
Erni, salah satu warga memaparkan kronologi persoalan yang mereka hadapi itu saat anggota dewan meninjau lokasi pada Senin (6/4/2026).
Ibu rumah tangga itu mengaku sudah mulai tinggal di kawasan tersebut dari 2001. Saat itu dirinya membeli rumah yang masih berupa bangunan kayu.
“Memang saya beli rumahnya, bukan tanahnya. Waktu itu masih rumah kayu, belum seperti sekarang,” kenangnya.
Kata dia, sekitar tujuh bulan menepati lokasi. Ia sempat didatangi seseorang yang meminta pembayaran sewa lahan. Bahkan warga sempat dipanggil ke kantor kelurahan. Namun, tidak ada kelanjutan.
Baca juga: Usai Tinjau Lapangan, Dewan Jadwalkan RDP Soal Sengketa Lahan di Tanjung Laut
Polemik mulai muncul pada 2004. Saat itu, muncul pihak lain sebagai PT Harum yang mengaku sebagai pemilik lahan. Namun, sama dengan sebelumnya tidak ada kelanjutan dari klaim tersebut.
Lama berselang, pada 2017 ada lagi pihak dari perusahaan berbeda datang dan sempat bertemu warga di kantor kelurahan. Namun, klaim tersebut juga tidak berlanjut.
“Puncaknya, Andi Ansong datang dan menyatakan bahwa lahan tersebut merupakan milik Muslifah,” tuturnya.
Permasalahan semakin pelik. Lantaran warga yang sudah puluhan tahun, justru dilaporkan atas tuduhan penyerobotan lahan. Hingga dalam proses hukum ke MA, pihak Muslifah dinyatakan menang.
Erni mengaku tetap mengikuti proses hukum yang difasilitasi oleh pihak kelurahan dan kecamatan. Tanpa berpihak kepada salah satu pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan.
“Kami hanya mengikuti arahan saja. Karena mediasinya telah difasilitasi pihak kelurahan dan kecamatan,” sebutnya.
Kata Erni, terjadi upaya eksekusi. Warga terpaksa melakukan perlawanan hukum, terhadap Muslifah bersama pihak perusahaan, yakni PT Tirta Manggala.
Ia pun berharap, wakil rakyat dapat memediasi persoalan ini. Agar segera adanya solusi yang adil bagi mereka. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post