Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KOLOM

Wicaksono Wicaksono: Kabar Tak Sedap dari Palmerah

Redaksi by Redaksi
May 1, 2025
Wicaksono Wicaksono: Kabar Tak Sedap dari Palmerah

Oplus_131072

Share on FacebookShare on Twitter

DIALEKTIS.CO, Jakarta – Tadi pagi, di studio yang dingin oleh lampu sorot dan sunyi oleh harapan yang patah, seorang penyiar program olahraga Kompas TV berdiri kaku di depan kamera.

Ini bukan siaran pertandingan Liga Inggris atau MotoGP seperti biasanya. Kali ini, ia mengakhiri siaran bukan dengan semangat, tapi dengan suara bergetar dan mata berkaca.

“Tak terasa inilah akhir perjalanan panjang Kompas Sport Pagi selama hampir 12 tahun …” katanya.

Tangisnya pecah, mengiringi kata-kata perpisahan yang tak pernah ia bayangkan akan diucapkan dalam momen seperti ini.

Ia menyeka air mata, menarik napas panjang. Kata-kata tertahan di tenggorokan. Kamera terus merekam, tak ada naskah yang bisa menyelamatkan keheningan itu.

Tim produksi di ruang kontrol ikut terdiam. Mereka tahu, bukan hanya satu karier yang berakhir hari itu, tapi sebuah babak dalam sejarah jurnalisme televisi yang terpaksa berhenti.

Sang penyiar itu mungkin salah satu dari ratusan karyawan Kompas TV yang harus berpamitan karena kebijakan 𝘳𝘪𝘨𝘩𝘵𝘴𝘪𝘻𝘪𝘯𝘨–yang kabarnya sudah beredar di beberapa WAG pekan lalu.

Gelombang pemutusan hubungan kerja itu menghantam banyak lini—News, Programming, Teknik, hingga Sales & Marketing.

Mereka yang selama ini bekerja dalam senyap di balik layar, kini keluar dengan luka terbuka: kehilangan pekerjaan, kehilangan panggung, kehilangan mimpi.

Penyusutan karyawan, meski dibungkus dalam bahasa korporat yang tenang, adalah letusan dari tekanan panjang yang dialami hampir semua media.

Penurunan belanja iklan, efisiensi anggaran pemerintah, dan pergeseran perilaku publik ke platform digital membentuk badai sempurna. Media berita, perlahan-lahan, dipreteli daya hidupnya.

“𝙏𝙝𝙚 𝙢𝙤𝙧𝙚 𝙥𝙚𝙤𝙥𝙡𝙚 𝙬𝙝𝙤 𝙡𝙤𝙨𝙚 𝙛𝙖𝙞𝙩𝙝 𝙞𝙣 𝙟𝙤𝙪𝙧𝙣𝙖𝙡𝙞𝙨𝙢, 𝙩𝙝𝙚 𝙢𝙤𝙧𝙚 𝙥𝙤𝙬𝙚𝙧 𝙛𝙡𝙤𝙬𝙨 𝙩𝙤 𝙩𝙝𝙤𝙨𝙚 𝙬𝙝𝙤 𝙘𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙣𝙞𝙥𝙪𝙡𝙖𝙩𝙚 𝙧𝙚𝙖𝙡𝙞𝙩𝙮 𝙛𝙤𝙧 𝙩𝙝𝙚𝙞𝙧 𝙤𝙬𝙣 𝙚𝙣𝙙𝙨.” — Jay Rosen, New York University.

Kebijakan 𝘳𝘪𝘨𝘩𝘵𝘴𝘪𝘻𝘪𝘯𝘨, istilah halus yang dipilih korporasi, bukan cuma soal menyusutkan organisasi. Ia menyusutkan cakrawala informasi.

Setiap nama yang hilang dari daftar redaksi berarti satu suara rakyat yang mungkin tak lagi terdengar.

Jurnalisme bukan mesin pencetak klik, melainkan penjaga muruah demokrasi.

Ketika negara menyunat belanja iklan dan memilih konten internal yang lebih murah, ketika masyarakat makin terpikat oleh narasi viral di TikTok ketimbang laporan investigatif berdurasi 5 menit—maka media yang tidak laku bukan berarti tidak penting. Ia justru sedang menjadi korban.

“𝘿𝙚𝙢𝙤𝙘𝙧𝙖𝙘𝙮 𝙬𝙞𝙩𝙝𝙤𝙪𝙩 𝙟𝙤𝙪𝙧𝙣𝙖𝙡𝙞𝙨𝙢 𝙞𝙨 𝙡𝙞𝙠𝙚 𝙖 𝙗𝙤𝙙𝙮 𝙬𝙞𝙩𝙝𝙤𝙪𝙩 𝙖 𝙗𝙡𝙤𝙤𝙙𝙨𝙩𝙧𝙚𝙖𝙢.” — Victor Pickard, Democracy Without Journalism?

Dulu, seorang jurnalis berkompetisi lewat liputan. Kini, algoritma yang menentukan siapa yang tampil di layar.

Tidak peduli apakah ia jurnalis, selebgram, atau pemengaruh yang tidak pernah turun ke lapangan. Selama ia menarik, ia akan menang.

Dalam arena seperti ini, redaktur manusia kehilangan kuasa, dan media kehilangan arah.

Bahkan pemerintah pun terbujuk. Gubernur, menteri, hingga lembaga negara kini membanggakan konten media sosial internal mereka yang “hemat anggaran”. Tapi seperti kata Noam Chomsky:

“𝙏𝙝𝙚 𝙨𝙢𝙖𝙧𝙩 𝙬𝙖𝙮 𝙩𝙤 𝙠𝙚𝙚𝙥 𝙥𝙚𝙤𝙥𝙡𝙚 𝙥𝙖𝙨𝙨𝙞𝙫𝙚 𝙞𝙨 𝙩𝙤 𝙡𝙞𝙢𝙞𝙩 𝙩𝙝𝙚 𝙨𝙥𝙚𝙘𝙩𝙧𝙪𝙢 𝙤𝙛 𝙖𝙘𝙘𝙚𝙥𝙩𝙖𝙗𝙡𝙚 𝙤𝙥𝙞𝙣𝙞𝙤𝙣.”

Jika yang ditayangkan hanya apa yang mereka pilih sendiri, siapa yang akan mengabarkan sisi lain dari realitas?

Sudah saatnya publik sadar bahwa media adalah infrastruktur demokrasi, bukan hanya industri.

Pemerintah bisa—dan seharusnya—mendorong keberlanjutan media dengan kebijakan afirmatif: mulai dari insentif pajak, skema hibah publik, hingga program literasi yang membuat masyarakat kembali percaya pada jurnalisme.

Media pun tak bisa hanya meratap. Dunia sudah berubah. Model bisnis lama tak bisa dipertahankan terus-menerus.

Kini saatnya membangun ulang—berbasis komunitas, platform digital yang mandiri, dan kemitraan strategis yang tidak mencederai independensi.

Kompas TV mungkin sedang surut. Tapi semangat jurnalismenya harus tetap menyala. Para jurnalis yang kini kehilangan kantor bisa menjadi 𝙛𝙧𝙚𝙚𝙡𝙖𝙣𝙘𝙚𝙧 𝙤𝙛 𝙩𝙧𝙪𝙩𝙝.

Mereka bisa mengisi kekosongan itu melalui kanal alternatif. Media bukan gedung. Ia adalah keyakinan bahwa kebenaran harus terus ditemukan dan disampaikan.

Dan bagi kita, publik, inilah saatnya untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tapi penjaga dari ruang-ruang sunyi yang makin banyak ditinggalkan. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kabar Nasional
ShareTweet
Previous Post

Universitas Trunajaya Terancam Tutup, Wali Kota Fasilitasi Dorong Dua Opsi

Next Post

Heboh Oknum Honorer di Bontang Diduga Selingkuh, Sempat Dikepung Warga

Related Posts

Demokrasi Tanpa Ilusi: Mengapa Koreksi Pilkada Langsung Justru Menyelamatkan Kedaulatan
KOLOM

Demokrasi Tanpa Ilusi: Mengapa Koreksi Pilkada Langsung Justru Menyelamatkan Kedaulatan

Udin Rizky, PRIMA Kaltim
KOLOM

Serakahnomic: Ideologi Perampokan Terorganisir atas Nama Pasar

Purbaya Minta DPR Ingatkan Pertamina Soal Janji Bangun Kilang Baru, Peluang Bontang?
KOLOM

Opini: Defisit Bukan Masalah, Ketakutan pada Defisitlah yang Bermasalah

Opini: Operasi 300 Menit, Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela
KOLOM

Opini: Operasi 300 Menit, Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela

Perkuat Soliditas, JMSI Lampung Gelar Upgrading Calon Pengurus
KOLOM

Perkuat Soliditas, JMSI Lampung Gelar Upgrading Calon Pengurus

Agus Jabo Tegaskan PRIMA Dukung Sikap Presiden, Korporasi Tak Boleh Kalahkan Negara
WARTA

Agus Jabo Tegaskan PRIMA Dukung Sikap Presiden, Korporasi Tak Boleh Kalahkan Negara

Next Post
Heboh Oknum Honorer di Bontang Diduga Selingkuh, Sempat Dikepung Warga

Heboh Oknum Honorer di Bontang Diduga Selingkuh, Sempat Dikepung Warga

Discussion about this post

Follow Us

dialektis-logo-1
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2022 DIALEKTIS.CO – Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

118000230

118000230

118000230

118000230

118000230

118000230

118000230

118000230

118000230

118000230

118000230

118000230

118000230

118000230

118000230

118000230

118000230

118000230

118000230

118000230

128000216

128000217

128000218

128000219

128000220

128000221

128000222

128000223

128000224

128000225

138000171

138000172

138000173

138000174

138000175

138000176

138000177

138000178

138000179

138000180

138000181

138000182

138000183

138000184

138000185

138000186

138000187

138000188

138000189

138000190

138000191

138000192

138000193

138000194

138000195

138000196

138000197

138000198

138000199

138000200

148000206

148000207

148000208

148000209

148000210

148000211

148000212

148000213

148000214

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

148000215

158000096

158000097

158000098

158000099

158000100

158000101

158000102

158000103

158000104

158000105

158000106

158000107

158000108

158000109

158000110

158000111

158000112

158000113

158000114

158000115

158000116

158000117

158000118

158000119

158000120

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

168000175

178000221

178000222

178000223

178000224

178000225

178000226

178000227

178000228

178000229

178000230

178000231

178000232

178000233

178000234

178000235

178000236

178000237

178000238

178000239

178000240

178000241

178000242

178000243

178000244

178000245

178000246

178000247

178000248

178000249

178000250

178000251

178000252

178000253

178000254

178000255

178000256

178000257

178000258

178000259

178000260

178000261

178000262

178000263

178000264

178000265

188000266

188000267

188000268

188000269

188000270

188000271

188000272

188000273

188000274

188000275

188000276

188000277

188000278

188000279

188000280

188000281

188000282

188000283

188000284

188000285

188000286

188000287

188000288

188000289

188000290

188000291

188000292

188000293

188000294

188000295

198000171

198000172

198000173

198000174

198000175

198000176

198000177

198000178

198000179

198000180

198000181

198000182

198000183

198000184

198000185

198000186

198000187

198000188

198000189

198000190

198000191

198000192

198000193

198000194

198000195

198000196

198000197

198000198

198000199

198000200

218000081

218000082

218000083

218000084

218000085

218000086

218000087

218000088

218000089

218000090

218000091

218000092

218000093

218000094

218000095

218000096

218000097

218000098

218000099

218000100

218000101

218000102

218000103

218000104

218000105

218000106

218000107

218000108

218000109

218000110

228000061

228000062

228000063

228000064

228000065

228000066

228000067

228000068

228000069

228000070

228000071

228000072

228000073

228000074

228000075

228000076

228000077

228000078

228000079

228000080

228000081

228000082

228000083

228000084

228000085

228000086

228000087

228000088

228000089

228000090

238000186

238000187

238000188

238000189

238000190

238000191

238000192

238000193

238000194

238000195

238000196

238000197

238000198

238000199

238000200

238000201

238000202

238000203

238000204

238000205

238000206

238000207

238000208

238000209

238000210

208000001

208000002

208000003

208000004

208000005

208000006

208000007

208000008

208000009

208000010

208000011

208000012

208000013

208000014

208000015

208000016

208000017

208000018

208000019

208000020

208000021

208000022

208000023

208000024

208000025

208000026

208000027

208000028

208000029

208000030

news-1701