Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home WARTA

Sejumlah Warga dari 3 Desa di Loa Kulu Gelar Aksi Tolak Tambang

Redaksi by Redaksi
August 4, 2022
Sejumlah Warga dari 3 Desa di Loa Kulu Gelar Aksi Tolak Tambang
Share on FacebookShare on Twitter

DIALEKTIS.CO – Sejumlah warga di Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara menggelar aksi penolakan aktivitas tambang batu bara, Rabu (3/8) kemarin.

Ratusan masa tersebut menyebut aksinya mewakili suara warga tiga desa. Yakni, Desa Sumber Sari, Desa Sepakat, dan Desa Ponoragan.

Kepala Desa (Kades) Sumber Sari, Sutarno menyatakan warga dengan tegas menolak pertambangan baik legal mau pun ilegal di wilayahnya sebab berdampak langsung pada Sungai Pelay.

“Gejolak ini, salah satunya karena sumber mata air. Letak tambangnya jelas akan berdampak ke air sungai yang kami gunakan untuk mengaliri sawah,” ujarnya kepada awak media.

Kata dia, mayoritas warga di tiga desa tersebut mengandalkan mata pencaharian dari sawah. Keberadaan tambang mengancam sumber pangan dan penghasilan mereka.

Bagi mereka menjaga kelestarian alam dan lingkungan sama dengan menjaga sumber penghidupan. Mereka mau wilayahnya tetap menjadi kawasan tanaman pangan.

“Di sini cukup lengkap, ada hortikultura, pertanian, juga peternakan. Kalau tidak berdampak mungkin warga nggak akan begini,” tegasnya.

Lebih jauh, Sutarno menaksir jika tetap diljutkan sedikitnya 1.500.hektare akan turut menanggung akibat lingkungan yang ditimbulkan. Ia mengenakan, tidak ingin membiarkan anak cucu akan menerima dampak buruk pasca tambang.

Terangnya warga mendapatkan informasi soal adanya aktivitas tambang di wilayah desanya pada Kamis (28/7/2022) lalu. Informasi ini pun ditindaklanjuti dengan aksi penolakan.

Lokasi aktivitas tambang tersebut terletak di wilayah perbatasan antara Desa Sumber Sari dan Desa Loh Sumber. Sutarno dan masyarakat setempat meyakini bahwa aktivitas tambang yang ada tidak legal.

Sejauh ini pun, Sutarno tidak pernah menerima adanya laporan, koordinasi atau pun permohonan izin atas aktivitas yang terjadi di wilayahnya.

“Tidak ada izin sama kami, kemarin alatnya banyak, sekarang sudah ndak ada. Mungkin kemarin itu ada 10 alat di lokasi,” ujarnya.

Namun, Sutarno pun tak mengetahui apakah aktivitas pengangkutan sudah berlangsung atau belum. “Nggak tahu, karena jalurnya nggak lewat desa kami,”

Aksi warga di lokasi rencana pertambangan yang letaknya di perbatasan Sumber Sari dan Loh Sumber. Tidak berhasil menemui pihak penambang.

Namun warga dengan Polsek Loa Kulu pihak kepolisian bersepakat untuk memastikan aktivitas penambangan itu tidak lagi berjalan.

Sementara, salah satu petani sayur Haryono Usman mengaku, sangat merasakan dampak atas aktivitas tambang tersebut. Menurutnya, kondisi air sungai menjadi keruh dan tidak bisa digunakan untuk menyiram tanaman sayur miliknya.

Mulai dari sawi, bayam, kacang panjang, hingga tomat akan mati jika tidak disiram secara berkala. Setiap harinya, tanaman jenis harus disiram sebanyak dua kali, pagi dan sore. Jika tidak, maka tanaman-tanaman itu akan berjamur.

“Ini kerasa sekali, kami ke kebun mau nyiram air sudah nggak karuan (keruh). Kalau ada hujan baru jernih. Air itu keperluan kami sebagai petani,” terangnya.

Kata Haryono, bertani menjadi satu-satunya sumber mata pencarian warga setempat. Kalau sumber mata air yang digunakan tercemar, proses bertani akan sangat terganggu.

“Pasti terasa banget, kalau dipaksa siram dengan air yang keruh pasti rusak dan gagal panen,” pungkasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan klik link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1  kemudian join. Agar lebih mudah install aplikasi telegram dulu di ponsel Anda.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kukar
ShareTweet
Previous Post

Pelaku Curanmor di Tanjung Laut Tertangkap, Terancam 7 Tahun Penjara

Next Post

FGD Pengembangan Jalan Bontang Digelar Tertutup

Related Posts

Waspada! 3 Lokasi Penerapan ETLE di Bontang, Pelanggar Bisa Ditilang Berulang-ulang
WARTA

Polisi: Pemotor Tabrak Pot Bunga Depan Gerbang Perum BSD dalam Kondisi Mabuk

Tabrak Pot Bunga Depan Gerbang Perum BSD, Pemotor Dilarikan ke Rumah Sakit
WARTA

Tabrak Pot Bunga Depan Gerbang Perum BSD, Pemotor Dilarikan ke Rumah Sakit

Kasus Kekerasan Anak di Loktuan Tinggi, Pemkot Bontang Siapkan Langkah Intervensi
WARTA

APBD Bontang 2027 Diproyeksi Hanya Rp 1,6 Triliun, Sejumlah Proyek Bakal Ditunda

Pengawas SPBU Kopkar Bantah Kualitas Pertamax Sulit Dipertanggung jawabkan
EKBIS

Nopol Luar Kaltim Bakal Dilarang Isi BBM Subsidi di Bontang, Kecuali Angkutan Barang

I Putu Airlangga Devassya Asal Bontang Raih Juara 3 Mister Teen Kaltim 2026, Siap Melaju ke Nasional
WARTA

I Putu Airlangga Devassya Asal Bontang Raih Juara 3 Mister Teen Kaltim 2026, Siap Melaju ke Nasional

Masih Ingat Kasus 1.200 Butir Pil LL di Bontang, Terdakwa Divonis 4,6 Tahun Penjara
RAGAM

Peredaran Narkoba di Bontang, WhatsApp Bodong Hingga Sistem Tempel, Pemasok Diburu

Next Post
FGD Pengembangan Jalan Bontang Digelar Tertutup

FGD Pengembangan Jalan Bontang Digelar Tertutup

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.