Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home EKBIS

UU HPP Disahkan, Siap-siap NIK KTP sebagai NPWP Pribadi

Redaksi by Redaksi
December 9, 2021
UU HPP Disahkan, Siap-siap NIK KTP sebagai NPWP Pribadi

Suasana Pelayanan di KPP Pratama Bontang

Share on FacebookShare on Twitter

DIALEKTIS.CO , Bontang – Beberapa waktu yang lalu, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengesahkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

Dalam melakukan pengesahan ini, DJP menggelar acara Sepak Perdana (Kick off) Sosialisasi Undang-undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) di Bali Nusa Dua Convention Centre, Kabupaten Badung, Bali, pada Jumat, (19/11) lalu.

Pengesahan UU HPP disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Ditjen Pajak RI sehingga dapat disaksikan oleh masyarakat luas.

Diterangkan Kepala KPP Pratama Bontang, Hanis Purwanto, Perumusan UU HPP merupakan bentuk reformasi sebagai upaya penyempurnaan undang-undang perpajakan yang telah berlaku sebelumnya agar sistem perpajakan menjadi lebih adil, sehat, efektif, dan akuntabel.

“Undang-undang HPP akan mulai diberlakukan pada tahun 2022. Dalam implementasinya, UU HPP diharapkan dapat menjadi pelengkap dari seluruh peraturan perpajakan yang telah ditetapkan sebelumnya. Selain itu, adanya UU HPP ini diharapkan pula dapat menjadi pemicu perbaikan ekonomi Indonesia pasca pandemi Covid-19,” ucap Hanis, dalam keterangan pers yang diperoleh Dialektis.co, Kamis (9/12/2021).

Apabila dibedah isi UU HPP, lanjut dia, di dalamnya membahas enam materi pokok yang mengubah beberapa ketentuan, diantaranya Undang-undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP), Undang-undang Pajak Penghasilan (UU PPh), Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Pertambahan Barang Mewah (UU PPN & PPnBM), Undang-undang Cukai, Program Pengungkapan Sukarela (PPS) dan Pajak Karbon.

Dalam UU KUP dibahas terkait penggunaan NIK sebagai NPWP Orang Pribadi.

Tujuan dari pemberlakuan NIK sebagai NPWP ialah integrasi basis data kependudukan, dengan sistem administrasi perpajakan guna mempermudah Wajib Pajak Orang Pribadi, melaksanakan pemenuhan hak dan kewajiban perpajakan demi kesederhanaan administrasi dan kepentingan nasional.

Namun, bagaimana jika si pemilik NIK tersebut belum memiliki penghasilan?

Tenang saja, kata Hanis, sebab basis data hanya akan terintegerasi ketika si pemilik NIK sudah memenuhi syarat subjektif maupun objektif.

“Jadi jika belum memenuhi maka orang tersebut tidak memiliki kewajiban perpajakan. Sebaliknya, jika si pemilik NIK sudah memenuhi kedua syarat tersebut maka DJP dapat mengaktifkan NIK menjadi NPWP secara Jabatan. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu repot mengurus pendaftaran kartu NPWP lagi,” bebernya.

Ditambahkan Hanis, para pelaku Usaha Kecil Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga menjadi sasaran dari pengesahan UU HPP ini.

Ekonomi yang belum stabil akibat adanya pandemi Covid-19 ini, menyulitkan pelaku UMKM untuk dapat melanjutkan bahkan mengembangkan usahanya, ditambah kewajiban harus menyetor 0,5% dari omzet/peredaran brutonya ke kas negara.

Dengan mempertimbangkan hal itu, pemerintah memberikan keringanan bagi para pelaku UMKM dengan melakukan reformasi terhadap PP 23 Tahun 2018.

Mulai 1 Januari 2022, para pelaku UMKM yang memiliki omzet/peredaran bruto di bawah 500 juta tidak lagi dikenakan pajak dengan tarif 0,5%. Tarif pajak 0,5% akan dikenakan apabila omzet/peredaran bruto telah mencapai 500 juta.

“Selain berlaku bagi UMKM, UU HPP juga berlaku bagi Wajib Pajak Orang Pribadi,” terangnya.

Dijelaskan Hanis, pada awalnya, Orang Pribadi akan dikenai tarif pajak 5% apabila memiliki penghasilan dengan rentang sampai dengan 50 juta, kini rentang tersebut diperlebar menjadi sampai dengan 60 juta.

Selanjutnya, Orang Pribadi yang memiliki rentang penghasilan sampai dengan 500 juta kini tarifnya diturunkan menjadi 25%, dan untuk Orang Pribadi yang berpenghasilan sampai dengan 5 miliar akan dikenakan pajak sebesar 30%.

Tarif tertinggi yang dikenakan yaitu sebesar 35% untuk Orang Pribadi dengan penghasilan di atas 5 miliar.

Berbeda dengan UU PPh, tarif PPN yang semula sebesar 10% sejak adanya reformasi UU HPP kini tarifnya naik menjadi 11% per 1 April 2022.

Selain tarifnya naik, beberapa kelompok barang yang sebelumnya bukan merupakan objek PPN, terdapat beberapa kelompok barang yang menjadi objek PPN atau Barang Kena Pajak (BKP)/ Jasa Kena Pajak (JKP), diantaranya barang hasil pertambangan atau pengeboran, barang kebutuhan pokok rakyat banyak, dan berbagai kelompok jasa.

“Jangan khawatir karena barang eks-BKP dan eks-JKP akan diberikan fasilitas tidak dipungut atau dibebaskan dari pengenaan PPN yang diberikan secara selektif dan terbatas,” tuturnya.

Salah satu materi dalam UU HPP yaitu Program Pengungkapan Sukarela (PPS), kata Hanis, yaitu program yang bertujuan meningkatkan kepatuhan sukarela Wajib Pajak dan diselenggarakan berdasarkan asas kesederhanaan, kepastian hukum, serta kemanfaatan untuk meningkatkan penerimaan negara.

”Dalam program ini, DJP memberikan kesempatan bagi Wajib Pajak untuk melaporkan, atau mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi secara sukarela. Program ini akan dilaksanakan selama 6 bulan, yang dimulai pada 1 Januari 2022 sampai dengan 30 Juni 2022. Dengan begitu, program baru ini akan membantu meningkatkan penerimaan negara,” jelasnya.

Sementara pajak karbon dikenakan atas emisi karbon yang memberikan dampak negatif bagi lingkungan hidup, terangnya.

Wajib Pajak yang menjadi Subjek Pajak Karbon ialah Orang Pribadi atau Badan yang membeli barang yang mengandung karbon dan/atau melakukan aktivitas yang menghasilkan emisi karbon. Pajak atas karbon akan diberlakukan mulai 1 April 2022.

Hanis berharap, dengan disahkannya UU HPP ini dapat memudahkan dan meringankan para Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

Perubahan ini juga diharapkan dapat menjadi titik terang bagi para Wajib Pajak di tengah pandemi Covid-19, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan, keadilan, dan pembangunan sosial bagi masyarakat Indonesia.

“Pengesahan UU HPP ini juga diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan,” harapnya.

Hanis menyebut, jika ada masyarakat yang penasaran dengan pembahasan lengkap dari UU HPP, dapat mendaftarkan diri dalam acara yang diselenggarakan oleh KPP Pratama Bontang “Sosialisasi UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP)” yang akan dilaksanakan pada (Kamis, 9/12) pukul 09.00 sampai dengan 11.00 WITA.

Sebagai bentuk pencegahan atas penularan penyebaran Covid-19, acara diselenggarakan secara daring melalui Zoom Cloud Meetings. Untuk registrasi dapat diakses melalui tautan bit.ly/HPP724. (*)

Print Friendly, PDF & Email
ShareTweet
Previous Post

Perjuangan Dimulai, Shin Tae-young Beri Kesempatan Elkan Baggott Istirahat

Next Post

Simpan 63,65 Gram Sabu, Pemuda Asal Tanjung Laut Diciduk Polisi

Related Posts

UMKM Center Bontang Jadi Andalan Perusahaan Cari Souvenir Lokal
EKBIS

UMKM Center Bontang Jadi Andalan Perusahaan Cari Souvenir Lokal

DKUMPP Bontang Jemput Bola Sertifikasi Halal, Sasar Warung Makan dan Kantin
EKBIS

DKUMPP Bontang Jemput Bola Sertifikasi Halal, Sasar Warung Makan dan Kantin

DKUMPP Bontang ‘Upgrade’ Pembina UMKM, Fokus Tingkatkan Kualitas Pendampingan
EKBIS

DKUMPP Bontang ‘Upgrade’ Pembina UMKM, Fokus Tingkatkan Kualitas Pendampingan

Sehari Tembus 100 Produk, Penjualan UMKM Center Bontang Melesat
EKBIS

Sehari Tembus 100 Produk, Penjualan UMKM Center Bontang Melesat

DKUMPP Bontang Pastikan Program UMKM Jalan, Tahun Ini Masih Tahap Penguatan
EKBIS

DKUMPP Bontang Pastikan Program UMKM Jalan, Tahun Ini Masih Tahap Penguatan

DKUMPP Rancang Kegiatan untuk Ramaikan UMKM Center Parikesit
EKBIS

DKUMPP Rancang Kegiatan untuk Ramaikan UMKM Center Parikesit

Next Post
Simpan 63,65 Gram Sabu, Pemuda Asal Tanjung Laut Diciduk Polisi

Simpan 63,65 Gram Sabu, Pemuda Asal Tanjung Laut Diciduk Polisi

Discussion about this post

Follow Us

dialektis-logo-1
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2022 DIALEKTIS.CO – Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

berita 128000726

berita 128000727

berita 128000728

berita 128000729

berita 128000730

berita 128000731

berita 128000732

berita 128000733

berita 128000734

berita 128000735

berita 128000736

berita 128000737

berita 128000738

berita 128000739

berita 128000740

berita 128000741

berita 128000742

berita 128000743

berita 128000744

berita 128000745

berita 128000746

berita 128000747

berita 128000748

berita 128000749

berita 128000750

berita 128000751

berita 128000752

berita 128000753

berita 128000754

berita 128000755

berita 128000756

berita 128000757

berita 128000758

berita 128000759

berita 128000760

berita 128000761

berita 128000762

berita 128000763

berita 128000764

berita 128000765

berita 128000766

berita 128000767

berita 128000768

berita 128000769

berita 128000770

artikel 128000821

artikel 128000822

artikel 128000823

artikel 128000824

artikel 128000825

artikel 128000826

artikel 128000827

artikel 128000828

artikel 128000829

artikel 128000830

artikel 128000831

artikel 128000832

artikel 128000833

artikel 128000834

artikel 128000835

artikel 128000836

artikel 128000837

artikel 128000838

artikel 128000839

artikel 128000840

artikel 128000841

artikel 128000842

artikel 128000843

artikel 128000844

artikel 128000845

artikel 128000846

artikel 128000847

artikel 128000848

artikel 128000849

artikel 128000850

artikel 128000851

artikel 128000852

artikel 128000853

artikel 128000854

artikel 128000855

artikel 128000856

artikel 128000857

artikel 128000858

artikel 128000859

artikel 128000860

artikel 128000861

artikel 128000862

artikel 128000863

artikel 128000864

artikel 128000865

story 138000816

story 138000817

story 138000818

story 138000819

story 138000820

story 138000821

story 138000822

story 138000823

story 138000824

story 138000825

story 138000826

story 138000827

story 138000828

story 138000829

story 138000830

story 138000831

story 138000832

story 138000833

story 138000834

story 138000835

story 138000836

story 138000837

story 138000838

story 138000839

story 138000840

story 138000841

story 138000842

story 138000843

story 138000844

story 138000845

story 138000846

story 138000847

story 138000848

story 138000849

story 138000850

story 138000851

story 138000852

story 138000853

story 138000854

story 138000855

story 138000856

story 138000857

story 138000858

story 138000859

story 138000860

story 138000861

story 138000862

story 138000863

story 138000864

story 138000865

story 138000866

story 138000867

story 138000868

story 138000869

story 138000870

story 138000871

story 138000872

story 138000873

story 138000874

story 138000875

journal-228000376

journal-228000377

journal-228000378

journal-228000379

journal-228000380

journal-228000381

journal-228000382

journal-228000383

journal-228000384

journal-228000385

journal-228000386

journal-228000387

journal-228000388

journal-228000389

journal-228000390

journal-228000391

journal-228000392

journal-228000393

journal-228000394

journal-228000395

journal-228000396

journal-228000397

journal-228000398

journal-228000399

journal-228000400

journal-228000401

journal-228000402

journal-228000403

journal-228000404

journal-228000405

journal-228000406

journal-228000407

journal-228000408

journal-228000409

journal-228000410

journal-228000411

journal-228000412

journal-228000413

journal-228000414

journal-228000415

journal-228000416

journal-228000417

journal-228000418

journal-228000419

journal-228000420

article 228000406

article 228000407

article 228000408

article 228000409

article 228000410

article 228000411

article 228000412

article 228000413

article 228000414

article 228000415

article 228000416

article 228000417

article 228000418

article 228000419

article 228000420

article 228000421

article 228000422

article 228000423

article 228000424

article 228000425

article 228000426

article 228000427

article 228000428

article 228000429

article 228000430

article 228000431

article 228000432

article 228000433

article 228000434

article 228000435

article 228000436

article 228000437

article 228000438

article 228000439

article 228000440

article 228000441

article 228000442

article 228000443

article 228000444

article 228000445

article 228000446

article 228000447

article 228000448

article 228000449

article 228000450

article 228000451

article 228000452

article 228000453

article 228000454

article 228000455

update 238000492

update 238000493

update 238000494

update 238000495

update 238000496

update 238000497

update 238000498

update 238000499

update 238000500

update 238000501

update 238000502

update 238000503

update 238000504

update 238000505

update 238000506

update 238000507

update 238000508

update 238000509

update 238000510

update 238000511

update 238000512

update 238000513

update 238000514

update 238000515

update 238000516

update 238000517

update 238000518

update 238000519

update 238000520

update 238000521

update 238000522

update 238000523

update 238000524

update 238000525

update 238000526

update 238000527

update 238000528

update 238000529

update 238000530

update 238000531

update 238000532

update 238000533

update 238000534

update 238000535

update 238000536

update 238000537

update 238000538

update 238000539

update 238000540

update 238000541

update 238000542

update 238000543

update 238000544

update 238000545

update 238000546

news-1701