Dialektis.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang langsung bergerak cepat usai penataan pejabat dalam mutasi ASN jilid II, dengan menitikberatkan pada percepatan pelaksanaan program pendidikan. Utamanya peningkatkan kualitas layanan di seluruh satuan pendidikan.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyatakan hal ini justru jadi momentum titik awal konsolidasi internal agar seluruh lini organisasi memiliki ritme kerja yang selaras dan responsif terhadap kebutuhan lapangan.
Penataan struktur yang baru dinilai memberikan ruang bagi penyegaran cara kerja. Terutama dalam menjawab tantangan pendidikan yang semakin dinamis. Mulai dari penguatan kurikulum, pemerataan mutu, hingga pengembangan pendidikan nonformal yang selama ini menjadi perhatian.
Abdu Safa melihat bahwa perubahan komposisi pejabat bukan sekadar rotasi administratif. Tetapi bagian dari strategi untuk mempercepat capaian target kinerja yang telah ditetapkan sepanjang tahun berjalan.
Dalam mutasi tersebut, sejumlah pejabat Disdikbud Bontang resmi menempati posisi baru, di antaranya Muhammad Arfa sebagai Kepala Bidang Kebudayaan, Adji Susy Syamsiah sebagai Kepala Bidang Pembinaan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal, serta Okto Arbianta Hutahaean sebagai Kepala Subbag Umum dan Kepegawaian.
Selain itu, Saropah menjabat Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik Pendidikan Dasar, Rudy Hartono sebagai Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana PAUD dan Pendidikan Nonformal, Miftachul Choir sebagai Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik PAUD dan Pendidikan Nonformal, serta Aji Sukoco sebagai Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD dan Pendidikan Nonformal.
Sejumlah pejabat baru yang mengisi posisi strategis tersebut kini langsung dihadapkan pada agenda kerja yang padat, termasuk memastikan program prioritas berjalan sesuai perencanaan yang telah disusun sejak awal tahun.
Baca juga: Daftar Lengkap Nama 145 Pejabat Pemkot Bontang Hasil Mutasi, Dilantik Wali Kota Neni
Hal ini menuntut kemampuan adaptasi yang cepat sekaligus pemahaman menyeluruh terhadap kondisi pendidikan di Bontang, baik dari sisi kebijakan maupun implementasi di tingkat satuan pendidikan.
Abdu Safa, menegaskan tidak ada waktu untuk berlama-lama dalam proses penyesuaian. Mengingat berbagai program sudah berjalan dan membutuhkan pengawalan serius dari pejabat yang baru dilantik. Agar tidak terjadi stagnasi dalam pelaksanaan di lapangan.
“Mutasi ini menjadi bagian dari langkah percepatan kinerja, sehingga pejabat yang baru harus langsung memahami tugasnya dan memastikan program berjalan tanpa hambatan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Ia menambahkan bahwa koordinasi antarbidang menjadi kunci utama dalam menjaga kesinambungan program. Terutama dalam sektor pendidikan dasar dan PAUD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Kolaborasi internal diharapkan mampu menciptakan sistem kerja yang lebih solid, terukur, dan mampu merespons kebutuhan pendidikan secara cepat dan tepat sasaran.
Selain itu, Disdikbud juga menekankan pentingnya inovasi dalam menjalankan program. Agar setiap kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat administratif.
Tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan di tingkat sekolah maupun pendidikan nonformal.
Dalam konteks ini, pejabat baru didorong untuk tidak hanya menjalankan tugas rutin, tetapi juga menghadirkan gagasan baru yang relevan dengan perkembangan dunia pendidikan saat ini, termasuk pemanfaatan teknologi dan pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.
“Harapannya, pejabat yang baru dilantik dapat segera menyesuaikan diri dan langsung berkontribusi nyata dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Bontang,” tutupnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.







Discussion about this post