Dialektis.co – Masih banyak masyarakat yang keliru memahami program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C. Tidak sedikit yang mengira cukup mendaftar, lalu bisa langsung mengikuti ujian dan memperoleh ijazah dalam waktu singkat tanpa proses belajar yang jelas.
Anggapan ini terus beredar, padahal jauh dari mekanisme resmi yang telah ditetapkan pemerintah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SPNF SKB Bontang, Hairul Saleh, menegaskan bahwa program kesetaraan memiliki standar yang setara dengan pendidikan formal.
Setiap peserta wajib mengikuti tahapan yang sudah diatur sebagai bentuk penjaminan mutu pendidikan. Mulai dari pendaftaran hingga ujian akhir, semuanya tidak bisa dilompati begitu saja.
Tahapan pertama dimulai dari proses pendaftaran dan validasi data. Peserta harus melengkapi dokumen seperti ijazah terakhir, KTP atau KK, serta pas foto.
Selain itu, peserta juga wajib terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai bagian dari sistem nasional pendidikan.
Waktu pendaftaran pun tidak bisa dilakukan sembarangan. Biasanya, pendaftaran ditutup beberapa bulan sebelum ujian berlangsung.
Setelah dinyatakan lolos administrasi, peserta tidak langsung mengikuti ujian.
Mereka harus menjalani proses pembelajaran, baik melalui tatap muka, tutorial, maupun pembelajaran mandiri yang terstruktur. Selama proses ini, peserta juga memiliki rekam jejak nilai seperti raport.
“Program paket ini bukan jalur instan untuk mendapatkan ijazah. Peserta tetap harus belajar dan memenuhi standar akademik yang ditentukan,” ujarnya belum lama ini.
Selain itu, program kesetaraan juga memiliki waktu tempuh pendidikan. Umumnya, Paket B dan Paket C dijalankan selama enam semester atau setara tiga tahun, meskipun terdapat skema fleksibel yang menyesuaikan kebutuhan peserta didik.
Setelah seluruh tahapan pembelajaran dan administrasi terpenuhi, barulah peserta dapat mengikuti ujian kesetaraan. Ujian ini menjadi penentu kelulusan dan dilakukan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
Lenih lanjut, dirinya mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran jalur cepat memperoleh ijazah.
“Daftar sekolah paket itu berarti menjadi peserta didik, bukan langsung daftar ujian. Pastikan memilih lembaga resmi agar ijazah diakui negara,” tegasnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post