Dialektis.co, Bontang – Di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kodim 0908/Bontang bersama seluruh elemen masyarakat Kota Bontang menyatukan hati melalui Salat Istisqa, memohon kepada Allah subhanahu wa ta ala agar menurunkan hujan yang membawa rahmat, kesejukan dan keberkahan bagi negeri.
Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Volly Makodim 0908/Bontang, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Sabtu (29/8/2026), dan diikuti sekitar 200 jamaah.
Shalat Istisqa tersebut dihadiri Dandim 0908/Bontang Letkol Inf. Ardiansyah, unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Kejaksaan Negeri Bontang, Kementerian Agama, para camat dan lurah, pimpinan organisasi keagamaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan serta berbagai elemen masyarakat Kota Bontang.
Kebersamaan tersebut menjadi wujud nyata sinergitas dalam menghadapi kondisi kemarau yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat dan lingkungan.
Di bawah teriknya matahari, seluruh jamaah menundukkan kepala dan bersimpuh memohon pertolongan Allah subhanahu wa ta ala.
Salat Istisqa menjadi ikhtiar spiritual masyarakat Bontang untuk memohon hujan yang bermanfaat, menyuburkan tanah, memenuhi kebutuhan air, menyejukkan udara serta membantu mengatasi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Mewakili Wali Kota Bontang, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Pemkot Bontang Anwar Sadat, mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi dampak kemarau.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara terbuka karena pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama.
Khutbah Salat Istisqa disampaikan H. Mustamin Sail, yang mengajak jamaah memperbanyak istighfar, melakukan introspeksi diri dan memohon ampun kepada Allah subhanahu wa ta ala.
Ia mengingatkan bahwa kondisi kekeringan dan kerusakan lingkungan hendaknya menjadi momentum bagi manusia untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperbaiki kepedulian terhadap alam.
Doa bersama kemudian dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan. Ratusan jamaah mengangkat tangan dan memohon agar Allah subhanahu wa ta ala segera menurunkan hujan yang menyelamatkan, menyuburkan, bermanfaat dan tidak membahayakan.
Doa juga dipanjatkan agar hujan yang turun dapat membawa kesejukan, memadamkan bara karhutla serta memberikan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kota Bontang.
Bagi Kodim 0908/Bontang, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menghadapi kemarau dan ancaman karhutla tidak cukup hanya dengan kesiapsiagaan di lapangan.
Tetapi juga membutuhkan kesadaran bersama, kepedulian terhadap lingkungan, semangat gotong royong serta ikhtiar spiritual melalui doa kepada Allah subhanahu wa ta ala.
Dari Lapangan Makodim 0908/Bontang, satu doa dipanjatkan dan satu harapan disatukan: semoga Allah subhanahu wa ta ala membuka pintu langit dan menurunkan hujan rahmat bagi Kota Bontang.
Serta dapat memadamkan bara api, menyuburkan bumi, mencukupi kebutuhan air masyarakat serta menjaga negeri ini tetap aman, damai dan sejahtera. Bersimpuh dalam doa, bersatu dalam ikhtiar, TNI bersama rakyat menjaga negeri. (*).









Discussion about this post