Dialektis.co – Kabar pro-kontra kebijakan salah satu sekolah swasta yang melarang pelajar diantar hingga gerbang sekolah turut menyita perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
Sekertaris Disdikbud Bontang, Saparuddin mengaku masih mendalami informasi yang tengah viral di media sosial (medsos) tersebut.
“Untuk tanggapan sementara. Kami pelajari dulu dan koordinasikan dengan pihak Sekolah Vidatra,” ujarnya saat dikonfirmasi media ini, Senin (28/9/2026) siang.
Kata dia, pihaknya berharap polemik ini tidak perlu dibesar-besarkan.
Namun begitu, bila terus berlarut. Disdikbud siap memfasilitasi untuk mempertemukan semua pihak agar kesalah pahaman tidak terus berlanjut.
“Untuk mempertemukan, ke arah sana antar orang tua dengan pihak sekolah,” ucapnya.
Sebelumnya, sejumlah orang tua siswa mengaku tidak setuju dengan kebijakan sekolah swasta elit tersebut.
Kebijakan itu dinilai diberlakukan secara tiba-tiba serta memberatkan dan mempersulit siswa. Khususnya yang tinggal di luar komplek perumahan perusahaan tersebut.
“Kasian kalau cuma bisa antar sampe pos security. Gimana kalau hujan, dan kita itu cari sekolah yang bagus buat anak. Kalau bisa memberikan yang terbaik kenapa di persulit, ini tiba-tiba ada peraturan yang gak boleh antar anak sampai sekolah,” keluh Rika, salah satu orang tua murid saat menghubungi media ini. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg kemudian join.








Discussion about this post