Dialektis.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, menyikapi Surat Edaran Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan tentang Penanggulangan Penyakit Influenza A (H3N2) Subclade K atau Superflu.
Kepala Dinkes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyebaran penyakit Superflu yang dikabarkan mulai tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.
Kata dia, dalam surat edaran tersebut, Dinkes diminta memperkuat sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat sebagai upaya mencegah penularan influenza.
“Virus influenza dapat ditularkan oleh orang yang terinfeksi melalui droplet ketika berbicara, batuk, atau bersin,” terangnya.
Bahkan virus ini disebut juga dapat menular saat seseorang menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus. Kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata.
Kata dia, meski saat ini di Bontang belum ada indikasi kasus Influenza A. Namun, melihat mudahnya penyebaran virus ini, maka parut untuk diantisipasi bersama.
“Penyakit ini memiliki gejala yang mirip dengan flu, sedangkan penanganannya juga dilakukan sesuai dengan surat edaran,” ucapnya.
Adapun gejala Superflu diantaranya flu yang tidak kunjung sembuh, hingga sepekan. Dengan disertai demam mencapai 38–40 derajat Celsius.
Selain itu, penderita dapat mengalami nyeri otot hebat yang membuat tubuh terasa berat, terutama pada bagian punggung, paha, dan lengan.
Gejala tersebut juga dapat disertai sakit kepala yang intens. Serta, kelelahan ekstrem yang terasa jauh lebih berat dibandingkan kelelahan biasa.
“Superflu ini juga rentan diderita lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” pungkasnya. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.









Discussion about this post