Dialektis.co – Kapolsek Teluk Pandan melalui Kanit Reskrim Aiptu Agus Santoso menyampaikan upaya mengungkap kasus kekerasan terhadap seorang guru di Jalan Pipa, Bukit Kusnodo, Senin (6/4) malam tadi, terus dilakukan.
Pelaku diduga berjumlah 3 orang. Motif dan identitas pelaku masih jadi teka-teki yang harus segera dijawab.
Aiptu Agus mengakui, minimnya penerangan serta tidak adanya CCTV di sekitar lokasi kejadian menjadi tantangan tersendiri.
“Korban juga tidak mengenali ciri-ciri pelaku,” ujarnya.
Baca juga: Seorang Guru SDN 06 Teluk Pandan jadi Korban Begal di Bukit Kusnodo, HP Dirampas
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi menemukan sejumlah barang bukti campuran minuman oplosan.
Polisi menduga pelaku merupakan anak-anak muda yang kerap nongkrong dan mabuk-mabukan di lokasi perbukitan tersebut.
“Masih sebatas dugaan dan masih kami dalami,” tuturnya.
Dugaan itu diperkuat lantaran di sekitar TKP ditemukan HP milik korban yang sebelumnya diduga dirampas dalam keadaan hancur. Diduga dibanting pelaku.
Usai menghadang korban dan melakukan penganiayaan. Para pelaku pergi melarikan diri ke arah simpang tiga Bontang – Kutim.
Sebelumnya diwartakan. Cornelius, seorang guru di SD Negeri 006 Teluk Padan, Kutai Timur dikabarkan jadi korban tindak kejahatan saat melintas di kawasan Jalan Pipa, Bukit Kusnodo, Kota Bontang, Selasa (7/6/2026) malam.
Mauli, salah seorang rekan korban menyebut kejadian itu terjadi sekira pukul 23.00 Wita.
Kata dia, korban harus bertarung melawan tiga orang pelaku yang tiba-tiba menghajarnya lalu merampas Hanphone milik korban.
“Begalnya tiga orang,” ujarnya.
Ia pun berharap palaku dapat segera ditangkap guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. (*).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 Kemudian join.









Discussion about this post