Dialektis.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mengimbau pelajar tidak menggunakan sepeda motor ke sekolah.
Imbauan ini disampaikan untuk menjaga keselamatan siswa. Terutama bagi mereka yang belum cukup umur dan tidak memiliki SIM.
Fenomena pelajar membawa motor ke sekolah kini kian marak. Tidak hanya siswa SMA, pelajar SMP juga banyak yang melakukannya. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdul Safa Muha, menegaskan pentingnya kepatuhan aturan. Ia menyebut siswa di bawah umur tidak diperbolehkan berkendara.
“Kami menghimbau kepada orang tua siswa untuk mengantar anaknya ke sekolah,” ujarnya kepada media ini, Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, keselamatan siswa menjadi prioritas utama. Risiko kecelakaan cukup tinggi di jalan raya. Apalagi saat jam sibuk pagi hari.
Ia menilai pelajar belum memiliki kesiapan berkendara. Baik dari segi mental maupun keterampilan. Hal ini meningkatkan potensi bahaya.
Selain itu, banyak pelajar tidak menggunakan perlengkapan keselamatan. Seperti helm dan atribut lainnya. Hal ini semakin memperbesar risiko.
Pun pihaknga menyoroti peran orang tua. Kata dia, pengawasan harus dilakukan secara maksimal. Orang tua diminta tidak memberikan kendaraan kepada anak.
“Alternatifnya bisa menggunakan ojek online atau diantar langsung,” sarannya.
Dengan imbauan ini, Disdikbud berharap keselamatan siswa terjaga. Perjalanan ke sekolah harus aman. Lingkungan pendidikan pun menjadi lebih tertib. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.







Discussion about this post