Dialektis.co – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengajak para orang tua untuk lebih aktif mendampingi anak.
Hal itu ia sampaikan menyusul data hasil Survei Perilaku Remaja Kota Bontang Tahun 2025 mengungkap bahwa kondisi kesehatan mental generasi muda perlu menjadi perhatian serius.
Menurut Neni, kondisi ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tetapi juga seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga.
Data tersebut dinilai menunjukkan, kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak menjadi salah satu faktor utama yang memicu persoalan remaja.
“Lingkungan keluarga yang harmonis sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental anak,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (8/4) kemarin.
Kata Neni, selain orang tua. Peran guru di sekolah sangat penting guna menditeksi dini perubahan perilaku anak.
Dibutuhkan kepedulian guru untuk jadi pendamping yang tepat bagi anak didiknya. Agar perkembangan mental anak tumbuh dengan baik.
Lebih jauh, Neni mendorong dilakukan penguatan edukasi kesehatan mental dan reproduksi. Serta peningkatan literasi digital, untuk mengantisipasi dampak negatif media sosial.
“Masyarakat juga kita imbau untuk lebih peduli terhadap kondisi remaja di sekitarnya,” tuturnya.
Bagi Neni, lingkungan yang aman. Terbuka, dan suportif, dapat membantu setiap anak tumbuh dengan sehat, baik secara fisik maupun mental.
Sebelumnya, dalam analisis permasalahan remaja yang paling mengkhawatirkan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota tersebut terungkap bahwa banyak remaja di Bontang mengalami kecemasan dan ketakutan berlebih.
Tidak hanya itu, sejumlah perilaku berisiko juga mulai muncul di kalangan pelajar, yang berpotensi memengaruhi masa depan mereka jika tidak segera ditangani.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post