Dialektis.co – Bayi lahir dengan berat badan normal bukan jaminan terbebas dari stunting. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang mengingatkan, gangguan pertumbuhan bisa muncul saat anak memasuki masa balita.
Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe, mengatakan stunting tidak hanya dipengaruhi kondisi saat dalam kandungan atau saat lahir. Risiko justru tetap ada hingga anak berusia lima tahun.
“Bisa saja awalnya tidak mengarah ke stunting, tapi di tengah perjalanan pertumbuhannya terganggu, akhirnya jadi stunting,” ujarnya.
Baca juga: Kejar Target 12,5 Persen, Dinkes Bontang Fokus Cegah Stunting dari Hulu
Ia menjelaskan, banyak orang tua tidak menyadari tanda awal gangguan pertumbuhan. Padahal, penurunan atau tidak naiknya berat dan tinggi badan sesuai usia menjadi indikator penting.
Karena itu, pemantauan rutin di Posyandu dinilai krusial. Melalui penimbangan dan pengukuran setiap bulan, potensi stunting bisa dideteksi lebih dini.
“Setiap bulan harus dipantau. Kalau tidak ada peningkatan signifikan, bisa langsung kita cari solusinya,” jelasnya.
Selain pemantauan, Dinkes juga menekankan pentingnya asupan gizi seimbang serta pola asuh yang tepat.
Edukasi kepada orang tua terus diperkuat agar kebutuhan nutrisi anak terpenuhi.
Baca juga: Kehadiran Orang Tua di Posyandu Baru 75 – 80 Persen, Deteksi Dini Stunting di Bontang Terkendala
Pemkot Bontang pun mengimbau masyarakat tidak lengah. Orang tua diminta disiplin membawa anak ke Posyandu demi memastikan tumbuh kembang tetap optimal.
“Jangan sampai kecolongan. Pastikan anak rutin dipantau agar tumbuh sehat dan terhindar dari stunting,” pungkasnya. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.







Discussion about this post