Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home RAGAM KOLOM

Opini: Partisipasi dan Kemenangan Politik Rakyat

Redaksi by Redaksi
December 10, 2020
Opini: Partisipasi dan Kemenangan Politik Rakyat

Muhammad Satrio (Foto/Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Muhammad Satrio

9 Desember telah kita tunaikan, entah itu sebagai pemilih, sebagai tim sukses maupun sebagai kontestan di PILKADA yang terselenggara secara serentak di 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Beberapa kandidat kepala daerah hampir dipastikan menjadi pemenang dan ada juga yang harus kalah berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) meski hasil rekap keseluruhan KPU-D belum terilis.

Pemilihan kepala daerah seyogyanya merupakan proses demokrasi yang memberikan legitimasi dari rakyat kepada para elit politik yang berkontestan. Rakyat telah diberi ruang untuk merotasi para elit politiknya agar bisa menentukan figur pemimpin nya sebagai perwujudan kedaulatan rakyat sehingga lahir pemimpin daerah yang sesuai dengan harapan dan aspirasi rakyat serta memiliki legitimasi politik yang kuat.

Rakyat Belum Menang

Sebagai negara Demokrasi, Rakyat diberikan keleluasan dalam memberikan pilihan politik untuk memilih kepada siapa ia sandarkan harapannya. Rakyat memiliki harapan besar terhadap pilkada, sama besarnya harapan kontestan untuk memenangi PILKADA.

Oleh sebab itu para kepala daerah yang terpilih tidak bisa hanya melihat pilkada sebagai ruang untuk mendapatkan legitimasi kekuasaan dari sang pemilik absah nya, tapi ia harus betul-betul melakoni peran sebagai “sang juru selamat” untuk mewujudkan harapan dan cita-cita rakyatnya melalui produk kebijakan-kebijakannya.

Meski bukan rahasia lagi bahwa Pasca Pilkada, aroma bagi-bagi kekuasaan akan lebih dulu menjadi agenda awal bagi pemimpin daerah yang terpilih. Mereka yang secara habis-habisan mengeluarkan kapital di Pilkada maka merekalah yang akan mendapatkan posisi yg strategis, singkat cerita bagaimana oligarki ekonomi politik terjadi. Yang pada akhirnya rakyat tidak punya ruang untuk mendikte kebijakan politik.

Oleh karena itu kekuasaan rakyat tidak boleh hanya terhenti pada pendistribusian hak suara kepada para elit politik di Pemilihan Langsung Kepala Daerah. Sebagai rakyat yang memberi legitimasi, pengabaian terhadap aktifitas pemerintahan yang terpilih adalah sumber awal dari kekacauan.

Rakyat tidak boleh hanya terlatih dalam memberikan kekuasaan kepada para elit politik, tapi ia harus senantiasa hadir untuk memberi pengawasan akan jalannya pemerintahan yang telah terpilih lalu menagih janji-janji yang ada, yang memang pada dasarnya dalam perwujudan good governance harus menempatkan partisipasi rakyat/masyarakat pada prinsip yang utama.

Dan pada akhirnya kita harus katakan bahwa PILKADA bukan pesta demokrasi, kita tidak sedang dalam merayakan pesta, tapi PILKADA adalah gerbang awal pertaruhan untuk mengakhiri kesusahan dan mengangkat harkat dan martabat setiap individu menuju titik puncak pesta Demokrasi yang sesungguhnya.

Hidup Rakyat !

Penulis Adalah Demisioner Ketua PMII Cabang Palopo.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Muhammad SatriopilkadaPMII PalopoPolitik Rakyat
ShareTweet
Previous Post

Disebut-sebut Pilkada Paling Ketat, Selisih Suara di Daerah Ini Hanya 0,4 Persen

Next Post

Pelaku Penganiaya Security Pasar Rawa Indah Ditangkap, Terancam 5 Tahun Penjara

Related Posts

Lihat Langsung IKN, ISKA Papua Selatan Tegaskan Dukungan Pembangunan
KOLOM

Lihat Langsung IKN, ISKA Papua Selatan Tegaskan Dukungan Pembangunan

IKN, Optimisme di Tengah Keraguan
KOLOM

IKN, Optimisme di Tengah Keraguan

JMSI Aceh Sesalkan Insiden di Tanah Luas, Dua Oknum TNI AD Diduga Terlibat
RAGAM

JMSI Aceh Sesalkan Insiden di Tanah Luas, Dua Oknum TNI AD Diduga Terlibat

Pengukuhan Pengurus Daerah, JMSI Sumbar Akan Gelar Seminar Nasional
KOLOM

Pengukuhan Pengurus Daerah, JMSI Sumbar Akan Gelar Seminar Nasional

WALHI Nilai Pembangunan Pagar Taman Nasional Way Kambas  Pemborosan
KOLOM

WALHI Nilai Pembangunan Pagar Taman Nasional Way Kambas Pemborosan

Mahasiswa KKNT-79 UNDIP Gelar Edukasi Storytelling Branding terhadap Pelaku UMKM di Wujil
RAGAM

Mahasiswa KKNT-79 UNDIP Gelar Edukasi Storytelling Branding terhadap Pelaku UMKM di Wujil

Next Post
Pelaku Penganiaya Security Pasar Rawa Indah Ditangkap, Terancam 5 Tahun Penjara

Pelaku Penganiaya Security Pasar Rawa Indah Ditangkap, Terancam 5 Tahun Penjara

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.