Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KOLOM

Opini, Diplomacy dalam Strategi Politik Luar Negeri Indonesia “Urgensi Smart Power”

Redaksi by Redaksi
November 24, 2020
Opini, Diplomacy dalam Strategi Politik Luar Negeri Indonesia “Urgensi Smart Power”

Fikram Kasim (Foto/Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Fikram Kasim

Sebagai bagian dari masyarakat dunia, setiap negara memiliki kewajiban untuk berpartisipasi dalam urusan ketata-negaraan global. Sedikitnya ialah komunikasi antar Negara, baik secara langsung antara pimpinan pemerintahan atau dengan perwakilan/ duta besar. Penyelenggaraan hubungan yang resmi antara satu negara dengan negara lainnya dikenal juga sebagai diplomasi.

Ellis Briggs (1967) menyebutkan bahwa tujuan dari diplomasi tersebut ialah untuk menciptakan persetujuan dalam kacamata kebijakan. Dalam artian bahwa apabila terdapat kepentingan antara satu negara dengan negara lainnya menyangkut keputusan dan kebijakan, maka penyelenggaraannya ialah melalui diplomasi.

Hubungan antar negara tentunya tidak dapat bebas maksud seperti halnya diplomasi yang digambarkan bebas nilai (Wiriaatmadja, 1970). Hal itu dikarenakan setiap hubungan yang dijalani oleh suatu negara dengan negara lain pastinya memiliki tujuan, sedang negosiasi masing-masing tujuan tersebut itu terletak pada diplomasi.

Penyelenggaraan diplomasi tergantung pada kecakapan masing-masing diplomat, sehingga ukuran nilai pada diplomasi tersebut tidak bisa ditetapkan.

Sebelum berakhirnya perang dunia ke-dua, masyarakat Asia Tenggara ditemui oleh negara Eropa dengan maksud kolonisasi dan imperialisasi, termasuk Indonesia. Kekuatan politik luar negeri pada masa itu lebih kepada hard power diplomacy yang menonjolkan kekuatan angkatan bersenjata dan militer sebagai penunjang terselenggaranya kolonialisme tersebut.

Imperialisme kita temukan dalam bentuk kerja paksa serta perbudakan demi menambah untung dan kuasa pada bangsa jajahan.

Dalam perkembangannya, setelah perang dunia ke-dua berakhir dengan kemenangan sekutu atas kelompok poros. Maka banyak negara-negara di dunia mendapatkan kebebasan dan kemerdekaan. Termasuk Negara Indonesia, bangsa yang sebelumnya merupakan wilayah kependudukan Jepang.

Beranjak dari kelamnya masa penjajahan yang dialami oleh bangsa Indonesia, maka dalam pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia yang disahkan pada tanggal 18 agustus 1945 Indonesia dengan tegas menyatakan bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan harus dihapuskan (alenia pertama Pembukaan UUD 1945).

Atas sikap tersebut dengan tegas juga negara Indonesia menyatakan bahwa negara yang baru saja memproklamirkan kemerdekaannya ini menyatakan tidak memihak kepada blok manapun dalam kondisi perang dingin pasca perang dunia kedua.

Pertanyaan selanjutnya ialah bagaimana Indonesia akan menjalani hubungan diplomasinya dengan negara lain dalam kondisi negara-negara dunia terbagi menjadi blok barat dan blok timur dalam perang dingin tersebut?

Indonesia mengambil sikap politik luar negeri yaitu politik “bebas aktif”. Bebas berarti Indonesia tidak berada dalam kedua blok dan memilih jalan sendiri dalam menyelesaikan persoalan Internasional. Istilah aktif berarti negara Indonesia bekerja lebih giat guna menjaga perdamaian dan meredakan ketegangan antara kedua belah blok (Hatta, 1967).

Kendati demikian, kondisi perang dingin yang terjadi membawa motif baru dalam kekuatan diplomasi negara-negara di dunia. Kekuatan tersebut tidak lagi dalam peperangan dan gencatan senjata. Namun ekspansi pengaruh dan penanaman ideologi.

Amerika Serikat, sebagai negara pemenang perang dunia kedua tentunya memiliki pengaruh yang besar. Baik dalam tata pemerintahan, serta tatanan sosial kemasyarakatannya yang lebih liberal. Hegemoni seperti itu disebut juga sebagai soft power diplomacy.

Sebagai bangsa yang besar, Negara Indonesia harus menjaga arus globlisasi agar tidak sampai merusak tatanan sosial kemasyarakatan serta norma-norma masyarakat sebagai kearifan lokal dalam setiap suku adat dan wilayah daerah. Jangan sampai westernisasi menjadi suatu hal yang kebablasan sehingga rakyat Indonesia kehilangan identitasnya dan terkena pengaruh budaya asing.

Terdapat perbedaan yang jelas antara modernisasi dan westernisasi. Dalam kaitannya dengan progresifitas dan gerak kemajuan zaman, modernisme harus didukung dan kita –rakyat Indonesia- harus terlibat aktif menopangnya.

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi komunikasi terbukti banyak membantu umat manusia dalam pekerjaannya. Namun westernisasi, hal itu akan mencabut nilai-nilai dan kearifan lokal yang menjadi warisan peradaban masyarakat nusantara (sebutan lain Indonesia) terdahulu.

Dengan maksud menjaga kearifan lokal, kebudayaan serta sistem nilai kemasyarakatan tersebut, Indonesia sudah semestinya memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan jaringan internet sebagai proteksi sekaligus alat penyebaran pengaruh.

Proteksi yang dilakukan yakni agar jaringan internet serta fitur sosial media yang ada tidak memuat konten yang tidak semestinya ditayangkan, yakni konten-konten yang dapat mendorong seseorang untuk melakukan tindakan kriminal dalam bentuk apapun.

Meskipun kaitannya dalam hal ini harus adanya kebijakan dari setiap pengguna agar selalu memilih tayangan dan konten yang memenuhi kelayakan. Kesadaran mental dan pengetahuan akan media juga penting dilakukan.

Dewasa ini, dengan berkembangnya teknologi informasi. Maka hubungan bilateral antar negara pun lebih kompleks. Bahkan tidak sedikit kerja sama antar negara dalam bentuk pendidikan. Maka dalam kondisi ini strategi politik luar negeri sudah memasuki tahap yang ketiga, yaitu smart power diplomacy.

Hal itu mencakup pengembangan jaringan internet dan ekspansi perekonomian melalui e-commerce dan bentuk marketplace lainnya. Meninggalkan bentuk lamanya hard power gencatan senjata serta soft power ekspansi pengaruh doktrinasi ideologi.

Penulis adalah Mahasiswa pasca Sarjana Ilmu politik Universitas Nasional / Awards  Beasiswa Unggulan Kemendikbud RI / Kader PMII Kota Palopo.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Fikram KasimNon BlokPalopoPMII PalopoPolitik Luar Negeri
ShareTweet
Previous Post

Butuh Solusi, 7 Kelas MAN Bontang Langganan Banjir Rob

Next Post

Selamat Hari Guru Nasional, Ini Lirik Lagu Hymne Guru

Related Posts

Udin Rizky, PRIMA Kaltim
KOLOM

Serakahnomic: Ideologi Perampokan Terorganisir atas Nama Pasar

Purbaya Minta DPR Ingatkan Pertamina Soal Janji Bangun Kilang Baru, Peluang Bontang?
KOLOM

Opini: Defisit Bukan Masalah, Ketakutan pada Defisitlah yang Bermasalah

Opini: Operasi 300 Menit, Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela
KOLOM

Opini: Operasi 300 Menit, Bedah Teknis Penculikan Presiden Venezuela

Perkuat Soliditas, JMSI Lampung Gelar Upgrading Calon Pengurus
KOLOM

Perkuat Soliditas, JMSI Lampung Gelar Upgrading Calon Pengurus

Agus Jabo Tegaskan PRIMA Dukung Sikap Presiden, Korporasi Tak Boleh Kalahkan Negara
WARTA

Agus Jabo Tegaskan PRIMA Dukung Sikap Presiden, Korporasi Tak Boleh Kalahkan Negara

Cegah Monopoli, Dewan Pers dan KPPU Teken MoU Penguatan Persaingan Usaha Sehat
WARTA

Cegah Monopoli, Dewan Pers dan KPPU Teken MoU Penguatan Persaingan Usaha Sehat

Next Post
Selamat Hari Guru Nasional, Ini Lirik Lagu Hymne Guru

Selamat Hari Guru Nasional, Ini Lirik Lagu Hymne Guru

Discussion about this post

Follow Us

dialektis-logo-1
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2022 DIALEKTIS.CO – Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Bontang
    • DPRD Kukar
    • DPRD Kutim
  • EKBIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • PARIWARA
  • KOLOM
  • VIDEO
  • INFOGRAFIS

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.

news-1601

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

maujp

maujp

maujp

maujp

MAUJP

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

Situs Agen Togel

MAUJP

sv388

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

118000111

118000112

118000113

118000114

118000115

118000116

118000117

118000118

118000119

118000120

118000121

118000122

118000123

118000124

118000125

118000126

118000127

118000128

118000129

118000130

118000131

118000132

118000133

118000134

118000135

118000136

118000137

118000138

118000139

118000140

118000141

118000142

118000143

118000144

118000145

118000146

118000147

118000148

118000149

118000150

118000151

118000152

118000153

118000154

118000155

128000121

128000122

128000123

128000124

128000125

128000126

128000127

128000128

128000129

128000130

128000131

128000132

128000133

128000134

128000135

128000136

128000137

128000138

128000139

128000140

128000141

128000142

128000143

128000144

128000145

128000146

128000147

128000148

128000149

128000150

128000151

128000152

128000153

128000154

128000155

128000156

128000157

128000158

128000159

128000160

128000161

128000162

128000163

128000164

128000165

138000101

138000102

138000103

138000104

138000105

138000106

138000107

138000108

138000109

138000110

138000111

138000112

138000113

138000114

138000115

138000116

138000117

138000118

138000119

138000120

138000121

138000122

138000123

138000124

138000125

138000126

138000127

138000128

138000129

138000130

148000136

148000137

148000138

148000139

148000140

148000141

148000142

148000143

148000144

148000145

148000146

148000147

148000148

148000149

148000150

148000151

148000152

148000153

148000154

148000155

148000156

148000157

148000158

148000159

148000160

148000161

148000162

148000163

148000164

148000165

168000106

168000107

168000108

168000109

168000110

168000111

168000112

168000113

168000114

168000115

168000116

168000117

168000118

168000119

168000120

168000121

168000122

168000123

168000124

168000125

168000126

168000127

168000128

168000129

168000130

168000131

168000132

168000133

168000134

168000135

178000121

178000122

178000123

178000124

178000125

178000126

178000127

178000128

178000129

178000130

178000131

178000132

178000133

178000134

178000135

178000136

178000137

178000138

178000139

178000140

178000141

178000142

178000143

178000144

178000145

178000146

178000147

178000148

178000149

178000150

178000151

178000152

178000153

178000154

178000155

178000156

178000157

178000158

178000159

178000160

178000161

178000162

178000163

178000164

178000165

188000196

188000197

188000198

188000199

188000200

188000201

188000202

188000203

188000204

188000205

188000206

188000207

188000208

188000209

188000210

188000211

188000212

188000213

188000214

188000215

188000216

188000217

188000218

188000219

188000220

188000221

188000222

188000223

188000224

188000225

198000101

198000102

198000103

198000104

198000105

198000106

198000107

198000108

198000109

198000110

198000111

198000112

198000113

198000114

198000115

198000116

198000117

198000118

198000119

198000120

198000121

198000122

198000123

198000124

198000125

198000126

198000127

198000128

198000129

198000130

238000021

238000022

238000023

238000024

238000025

238000026

238000027

238000028

238000029

238000030

238000091

238000092

238000093

238000094

238000095

238000096

238000097

238000098

238000099

238000100

238000101

238000102

238000103

238000104

238000105

238000106

238000107

238000108

238000109

238000110

238000111

238000112

238000113

238000114

238000115

238000116

238000117

238000118

238000119

238000120

238000121

238000122

238000123

238000124

238000125

238000126

238000127

238000128

238000129

238000130

238000131

238000132

238000133

238000134

238000135

news-1601