Dialektis.co
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home EKBIS

Industri Tekstil RI Paling Terdampak Tarif 32% Trump, Pengusaha Minta Tolong

Redaksi by Redaksi
July 10, 2025
Industri Tekstil RI Paling Terdampak Tarif 32% Trump, Pengusaha Minta Tolong

Ilustrasi Industri Tekstil Indonesia (Foto/Net)

Share on FacebookShare on Twitter

DIALEKTIS.CO – Pengusaha blak-blakan sektor padat karya seperti tekstil dan produk tekstil (TPT) dapat menjadi sektor yang paling terdampak dari tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada Indonesia yang masih sebesar 32%.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdhani menyoroti sektor TPT menjadi yang paling terdampak dari kebijakan tarif resiprokal Trump.

Selain TPT, adapula industri alas kaki, furniture, dan mainan anak yang bakal terdampak besar.

“Sektor padat karya akan menghadapi tekanan yang cukup besar akibat kebijakan tarif, karena sektor ini memiliki pangsa ekspor yang besar seperti tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, furniture, dan mainan anak,” ujar Shinta dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (9/7/2025).

Apalagi, kondisi manufaktur RI juga masih lesu, di mana Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia per Juni 2025 masih berada di bawah angka 50, yang menandakan bahwa sektor manufaktur RI masih merana.

“Ada risiko penurunan permintaan, masuknya barang murah atau ilegal, serta tingginya biaya berusaha yang menjadi tantangan nyata dan perlu diantisipasi bersama,” ungkap Shinta.

Shinta menjabarkan sektor TPT menyumbang paling besar ekspor ke AS yakni mencapai 61%. Berikutnya ada furniture yang mencapai 59%, dan olahan daging ikan 56%.

“Jadi, hal ini dampaknya bisa signifikan, terutama di sektor TPT yang saat ini juga tengah menghadapi rintangan berupa banyaknya PHK dan lain-lain. Jika tarif resiprokal tetap dikenakan sebesar 32%, maka tentunya biaya akan semakin tinggi dan produk kita bisa kurang kompetitif jika diekspor ke AS,” ujarnya lagi.

Untuk mencegah hal tersebut tidak terjadi, Shinta menyarankan pemerintah dapat melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan sektor tersebut.

Pertama yakni pemberian insentif dari segi biaya usaha dan fiskal seperti suku bunga yang perlu disesuaikan bagi industri padat karya disamakan suku bunganya dengan kredit usaha rakyat (KUR).

“Seperti contoh suku bunga, industri padat karya bisa disamakan dengan kredit usaha rakyat (KUR) dari kebijakan suku bunganya,” terang Shinta.

Kedua, menghapus biaya terkait perizinan perusahaan, kemudian diubah menjadi penambahan daripada biaya menjalankan bisnis.

“Hapuskan biaya semua perizinan perusahaan, yang kemudian menjadi penambahan daripada cost of doing business,” ucap Shinta.

Ketiga, meminimalisir biaya energi yang dinilai masih terlalu tinggi.

“Cost of energy kita masih sangat tinggi, jadi kita tidak bisa berkompetisi dengan sesama negara Asia Tenggara,” ujarnya lagi.

Keempat yakni menurunkan biaya logistik, karena Indonesia masih menjadi negara yang biaya logistiknya paling tinggi dengan negara Asia Tenggara lainnya.

Kelima yakni penyesuaian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi industri padat karya seperti penghapusan PPN bahan baku pembantu, PPN untuk Kawasan berikat, dan lain.

“Jadi, memang sudah ada specific things yang kita sudah siapkan dan kita sampaikan kepada pemerintah untuk hal ini,” pungkasnya. (*/CNBC)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Kabar Nasional
ShareTweet
Previous Post

Buaya dengan Mulut Terikat Berkeliaran di Selambai, Diduga Minta Tolong

Next Post

Banjir di Balikpapan Makin Parah, GMNI Desak Kadis DLH Dicopot

Related Posts

Sambut HUT TNI, Kodim 0908/Bontang Tanam 1.000 Mangrove untuk Perkuat Ekosistem Pesisir
RAGAM

Sambut HUT TNI, Kodim 0908/Bontang Tanam 1.000 Mangrove untuk Perkuat Ekosistem Pesisir

Jelaskan Arti Desil, BPS Bantah Manipulasi Demi Turunkan Angka Kemiskinan
WARTA

Jelaskan Arti Desil, BPS Bantah Manipulasi Demi Turunkan Angka Kemiskinan

Antrean di SPBU Mulai Terurai, Bontang Batal Terapkan Skema Ganjil-Genap
EKBIS

Antrean di SPBU Mulai Terurai, Bontang Batal Terapkan Skema Ganjil-Genap

Resahkan Warga, Pencuri Tabung Gas Terekam CCTV Saat Beraksi di PC6 Badak
VIDEO

Resahkan Warga, Pencuri Tabung Gas Terekam CCTV Saat Beraksi di PC6 Badak

Top Brand Index Aice Capai 27,27%, Aice Pertahankan Top Brand 8 Tahun Berturut-turut
EKBIS

Top Brand Index Aice Capai 27,27%, Aice Pertahankan Top Brand 8 Tahun Berturut-turut

Transnusa Airlines Tetap Prioritaskan Keselamatan Penumpang di Tengah Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
EKBIS

Transnusa Airlines Tetap Prioritaskan Keselamatan Penumpang di Tengah Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Next Post
Banjir di Balikpapan Makin Parah, GMNI Desak Kadis DLH Dicopot

Banjir di Balikpapan Makin Parah, GMNI Desak Kadis DLH Dicopot

Discussion about this post

Follow Us

DIALEKTIS.CO
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK
© 2022 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.
No Result
View All Result
  • HOME
  • WARTA
  • KABAR PARLEMEN
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • RAGAM
  • VIDEO

© 2021 DIALEKTIS.CO - Managed by Aydan Putra. All rights reserved.