Dialektis.co – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang membuka peluang pengembangan program pelatihan bahasa Jepang gratis dengan dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bontang.
Langkah ini dijajaki sebagai upaya memperluas kesempatan kerja bagi putra-putri daerah, khususnya untuk program pemagangan dan penempatan kerja di Jepang.
Pengantar Kerja Ahli Madya Disnaker Bontang, Siti Muthoharoh, menjelaskan bahwa skema pembiayaan pelatihan melalui APBD telah lebih dulu diterapkan di sejumlah daerah lain di Indonesia dan terbukti membantu peserta mempersiapkan diri secara optimal.
“Sebagai contoh di Kota Palu, pemerintah daerahnya sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 hingga Rp15 juta per orang. Anggaran itu digunakan untuk biaya asrama, konsumsi, hingga transportasi selama masa pelatihan tiga sampai empat bulan,” ujarnya.
Menurut Siti, selama ini program pelatihan bahasa Jepang maupun pemagangan ke Negeri Sakura bagi warga Bontang masih mengandalkan sumber pendanaan di luar APBD.
Di antaranya melalui kuota program dari Kementerian Ketenagakerjaan RI, dukungan corporate social responsibility (CSR), serta sponsor dari perusahaan.
Namun demikian, ketergantungan pada sumber eksternal dinilai membatasi jumlah peserta yang bisa difasilitasi setiap tahunnya.
Oleh karena itu, Disnaker Bontang mulai mempertimbangkan kemungkinan penganggaran melalui APBD agar program dapat berjalan lebih berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak calon tenaga kerja.
Siti menambahkan, pelatihan bahasa Jepang bukan sekadar pembelajaran bahasa, tetapi juga mencakup pembekalan budaya kerja, etika, serta kesiapan mental dan fisik peserta sebelum diberangkatkan ke luar negeri.
Dengan dukungan pembiayaan yang memadai, peserta diharapkan dapat fokus mengikuti pelatihan tanpa terkendala biaya hidup selama masa persiapan.
Program ini juga dinilai selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Jepang sendiri masih menjadi salah satu negara tujuan favorit program pemagangan karena menawarkan pengalaman kerja, peningkatan keterampilan, serta potensi penghasilan yang kompetitif.
Disnaker Bontang, sambung Siti, menegaskan wacana penganggaran melalui APBD masih dalam tahap penjajakan dan pembahasan lebih lanjut.
Jika terealisasi, kebijakan tersebut diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan daya saing tenaga kerja lokal di pasar internasional. (*/Adv).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Dialektis.co. Caranya dengan bergabung saluran Dialektis.co WhatsApp atau telegram di link https://t.me/+CNJcnW6EXdo5Zjg1 kemudian join.








Discussion about this post